6 Mobil Konsep Keren yang Mengecewakan Ketika Jadi Versi Produksi

6 Mobil Konsep Keren yang Mengecewakan Ketika Jadi Versi Produksi

Mobil konsep kerap kali dijadikan eksperimen, apakah cukup menarik? Menggugah pasar? Awalnya memang dicetuskan bukan sebagai produk yang bakal dijual. Kebanyakan mobil konsep dibuat untuk menampilkan sejauh mana kemampuan produsen mobil dalam menciptakan kendaraan tanpa batasan-batasan tertentu. Seperti mematuhi regulasi untuk penggunaan di jalan raya. Makanya banyak mobil konsep yang punya desain imajinatif dengan sederet fitur futuristis yang belum terwujud di dunia nyata.

Tetapi saat ini mobil konsep juga diciptakan untuk menunjukan identitas satu brand otomotif. Misalnya sebagai acuan bahasa desain baru ataupun tak sedikit yang bahkan dibuatkan versi produksinya dan dijual secara masal. Contohnya BMW Vision EfficientDynamics yang dijual sebagai BMW i8 dan masih banyak lagi lainnya.

Toh pada kenyataannya tak sedikit pula dari mobil-mobil produksi tersebut yang berubah jauh dari versi konsepnya. Bahkan ada yang cenderung tak serupa sama sekali. Tentu saja ini sangat mengecewakan karena harapan jauh berbeda dengan kenyataannya. Lantas untuk apa mereka menampilkan inspirasi desain pada mobil konsep kalau tak dipakai sama sekali untuk versi produksinya?

Berikut ini kami tampilkan beberapa mobil konsep yang berubah wujud menjadi versi produksi. Sayangnya, versi produksi dari mobil konsep ini tak sesuai dengan harapan yang dipresentasikan sebelumnya.

Renault Captur

1. Renault Captur

Tak ada yang berani bilang kalau desain Renault Captur jelek. Memang harus diakui desain crossover modern Renault itu punya daya tarik tersendiri ketika pertama mengaspal di 2013. Bukan hanya cantik tapi mobil ini punya nilai kepraktisan dan keandalan yang serius untuk berkompetisi dengan para rivalnya seperti Honda HR-V, Peugeot 3008, maupun Ford EcoSport kala itu.

Versi konsepnya jauh lebih keren lagi. Ia dibekali velg berukuran 22-inci dengan dengan desain eksterior yang mengalir dari depan hingga ke belakang. Jendelanya menyambung dari depan hingga ke samping. Paling unik, Renault Captur konsep memakai pintu kupu-kupu dean pencahayaan LED menyeluruh. Bagian dalamnya juga sangat menarik. Dashboard berteknologi translucid dengan heads-up display.

Sayangnya semua itu tak ada yang digunakan pada versi produksinya. Boleh dibilang mengecewakan. Bagaimana tidak. Tampilannya jauh beda, perangkat juga tak salam. Bahkan, mesin yang ditawarkan pada versi produksinya pun berbeda dari konsepnya. Awanya Captur Concept memakai mesin twin-turbo diesel yang bertenaga 160 hp. Kenyataannya ia hanya dijual dalam varian mesin bensin naturally aspirated 2.0 liter bertenaga 145 hp.

Volkswagen T-Roc

2. Volkswagen T-Roc

Pada 2014 Volkswagen (VW) merasa mereka tak punya cukup amunisi di lini produk SUV (Sport Utility Vehicle), segmen yang tengah naik daun. Makanya mereka menyusun satu SUV baru untuk menemani Touran dan Touareg. Meski sudah ada dua mobil, VW menilai tak cukup. Lahirlah mobil konsep bernama T-Roc yang sumpah ini keren sekali.

Mobil konsep VW T-Roc adalah SUV 2-pintu dengan atap targa yang dapat dibuka. Mesin yang digunakan 2,0 liter turbodiesel yang menghasilkan tenaga 190 hp. Outputnya itu digunakan untuk menggerakkan keempat roda melalui sistem penggerak 4WD (4-Wheel Drive) dan transmisi otomatis DSG 7 kecepatan. Versi konsep ini tampil cantik bak perpaduan sempurna antara mobil perkotaan, SUV petualang yang pratis dan dapat diandalkan, serta roadster mungil yang sporty.

Tapi pada 2017 wujud versi produksi T-Roc akhirnya ditampakkan ke publik. Hasilnya jauh dari versi konsep yang dipajang sebelumnya. SUV itu akhirnya memiliki 5-pintu dengan atap permanen yang tak bisa dibuka. Kalau dilihat-lihat, VW T-Roc justru menyerupai VW Tiguan versi yang lebih kecil saja.

Menanggapi kekecewaan publik, VW memenuhi janjinya dengan merilis T-Roc cabriolet yang beratap terbuka. Sayang mobil yang ditampilkan pada 2020 itu jauh dari yang ditampilkan pada T-Roc versi konsep. Bentuknya malah justru mirip Nissan Murano Cabriolet yang kurang populer.

Chevrolet Volt

3. Chevrolet Volt

Belakangan ini mobil listrik dan mobil hybrid memang lagi tenar-tenarnya. Hampir semua pabrikan memiliki model -- atau setidaknya konsep -- mobil ramah lingkungan. Tapi pada tahun 2007 General Motors menampilkan konsep plug-in hybrid pertama bernama Chevrolet Volt. Ini merupakan gambaran mobil ramah lingkungan pertama yang ditampilkan pabrikan raksasa seperti GM.

Waktu itu mobil ini digadang akan menandingi Toyota Prius. Makanya Chevrolet menggugah dengan tampilan yang sangat futuristis. Chevrolet Volt tampil agresif dengan konsep dua pintu, roda dan lubang roda yang berukuran besar. Meskipun orientasinya bukan untuk performa tapi aura sporty terpancar jelas di mobil ini. Bagi yang kenal dengan pabrikan AS itu akan bisa melihat ada gaya-gaya Camaro di mobil konsep ini.

Namun kenyataan jauh berbeda di 2010. Chevrolet menelurkan Volt dalam wujud sedan keluarga yang biasa saja. Sekilas hampir tak ada bedanya dengan wujud mobil bermesin bensin pada umumnya seperti Malibu atau Cruze. Hampir tak ada acuan desain dari versi konsepnya yang diterapkan pada versi produksinya.

Ford Kuga / Ford Iosis X

4. Ford Kuga / Ford Iosis X

Ford menampilkan mobil konsep pada 2006, diberi nama yang cukup mentereng Iosis X. Idenya, mobil ini akan menjadi acuan bahasa desain baru pabrikan tersebut yang disebut "Kinetic". Iosis adalah SUV 5-pintu yang punya kemampuan offroad yang hebat. Memang tak ada keterangan detail tentang mekanisnya. Namun tampilan mobil in mendapat jempol. Tema offroad yang kental ditunjukkan oleh ban berukuran besar dan ground clearance yang tinggi. Hebatnya, SUV konsep ini didesain tetap terlihat modern dan bahkan memakai pintu belakang model suicide doors.

Dua tahun berselang Ford merilis generasi pertama Ford Kuga, crossover yang desainnya terinpirasi dari mobil konsep Iosis X. Walaupun pada kenyataannya Ford Kuga tak semodern dan seagresif model konsepnya. Misal, ia tak memiliki pintu gunting dan konsep desain agresif milik Iosis X. Desainnya pun jauh dari kesan sebagai offroader handal. Tetap saja Ford Kuga merupakan crossover bermesin 2,5 liter turbo yang punya performa dapat diandalkan.

Dacia / Renault Duster

5. Dacia / Renault Duster

Brand mobil asal Romania, Dacia meluncurkan mobil konsep bernama Duster di Geneva Auto Show 2009. Anak perusahaan Renault ini langsung mendapat perhatian dunia otomotif lantaran mobil konsepnya itu terlihat sangat menarik dengan sederet fitur yang hebat. Misalnya, SUV ini punya tiga pintu. Satu pintu di posisi pengemudi dan dua pintu untuk penumpang mirip yang dipakai oleh Hyundai Veloster. Desain eksteriornya sangat futuristis apalagi ia memakai velg 5-palang yang sangat menarik. Apalagi bagian interiornya yang lega dan punya segudang ruang penyimpanan.

Tahun berikutnya Dacia Duster betulan resmi diluncurkan. Anehnya, selain namanya, tak ada satupun dari versi konsepnya yang sama dengan versi produksinya. Bukannya SUV modern yang keren, mobil yang juga dijual di Indonesia sebagai Renault Duster ini malah terlihat layaknya SUV oldskool yang kaku. Apalagi interiornya yang sepertinya didesain terburu-buru oleh para desainerya. Menariknya, Renault Duster tersedia dalam pilihan penggerak empat roda yang menjadikannya sebagai offroader yang cukup layak untuk diandalkan.

Toyota Supra

6. Toyota Supra

Setelah MR2, Celica, dan Supra MK IV tak lagi diproduksi, Toyota tak punya sporty car yang menarik pasar. Mereka kemudian datang dengan ide yang ternayata dua kali mengecewakan.

Pertama niatan mengembalikan legenda 86 atau "Hachi-Roku". Pada 2009 datanglah FT-86 concept. Berkolaborasi dengan Subaru, mobil ini akan hadir seperti AE86. Namun ketika mulai diproduksi pada 2012, meski cukup baik namun tak secantik model konsepnya. Kurang sporty dan modern.

Kesalahan lagi-lagi dibuat Toyota. Ketika menampilkan pertama kali FT-1 (Future Toyota), pada 2014, sambutan sangat luar biasa. Mobil ini dianggap akan bisa menjadi legenda seperti halnya MK IV di era 1990-an. Namun ketika produksi dimulai pada 2019, generasi kelima Supra ini dihujani kritikan. Tak hanya karena berbagi platform yang sama dengan BMW Z4, mekanik, banyak juga yang kecewa dengan tampilannya. Apalagi jika dibandingkan dengan versi konsep. Supra ini 296 mm lebih pendek, 165 mm lebih kecil, dan 70 mm lebih jangkung ketimbang FT-1. Jauh dari semangat mobil konsep sebelumnya. (Rzk/Raju)

GIIAS 2021

Anda mungkin juga tertarik

  • Yang Akan Datang

Video Mobil Terbaru di Oto

Oto
Tonton Video Mobil