GM Indonesia Tetap Layani Perbaikan Airbag Kendaraan Chevrolet yang Terkena Recall

GM Indonesia Tetap Layani Perbaikan Airbag Kendaraan Chevrolet yang Terkena Recall

Resminya, Chevrolet memang tak lagi beroperasi di Indonesia sejak April 2020 lalu. Pabrikan asal Amerika Serikat itu memutuskan tak lagi melakukan kegiatan penjualan di Indonesia. Meski demikian, mereka masih melakukan layanan. Yang terkini, mereka melaukan safety recall yaitu kampanye penggantian airbag produksi Takata yang terpasang pada sisi pengemudi, di beberapa tipe kendaraan Chevrolet yang dijual di Indonesia.

Ada 4 model yang terkena program ini yaitu Orlando, Aveo, Cruze, dan Trax tahun produksi 2010 sampai 2018. Sedangkan jumlahnya disebutkan di angka 8.000 unit untuk keempat model tersebut.

Dalam keterangan resminya, Dadan Ramadhani selaku Direktur Aftersales and Customer Care General Motors Indonesia mengatakan untuk melayani konsumen yang masuk dalam program ini, Chevrolet memiliki 30 Bengkel Resmi Authorized Service Outlet (ASO) yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Hal ini tidak lain adalah sebagai wujud komitmen Chevrolet Indonesia untuk terus menyediakan layanan purna jual, penyediaan suku cadang, perlindungan garansi (warranty) bagi seluruh pemilik kendaraan Chevrolet, termasuk perbaikan kendaraan dibawah kegiatan safety recall,” ujar Dadan Ramadhani dalam keterangan yang diterima OTO.

Chevrolet Recall

Dadan mengatakan kegiatan safety recall penggantian airbag ini adalah kegiatan yang sama yang berlangsung secara global pada beberapa merk kendaraan di dunia, termasuk yang sedang dilakukan oleh beberapa merk kendaraan di Indonesia.

Sebagaimana diketahui, secara ringkas, peluncuran safety recall penggantian airbag ini di dunia diawali dari notifikasi National Highway Traffic Safety Administrator (NHTSA) di Amerika. Badan yang bergerak di masalah keamanan kendaraan tersebut menemukan adanya resiko serius bahwa serpihan logam yang berasal dari wadah (container) propellant didalam airbag dapat terlontar pada saat airbag mengembang, yang bisa mengakibatkan cedera serius, bahkan kematian.

Untuk kendaraan Chevrolet di Indonesia, safety recall penggantian airbag ini telah dimulai sejak tahun lalu. Dari sekitar 8.000 kendaraan, telah lebih dari 30% dari jumlah itu sudah mendapatkan penggantian airbag baru yang telah didesain ulang. Penggantian airbag ini memakan waktu sekitar 1 jam, tanpa dipungut biaya.

Adapun jenis kendaraan Chevrolet yang terlibat didalam safety recall airbag Takata ini adalah, batch tertentu dari:

  • Chevrolet Orlando: produksi tahun 2012 – 2017
  • Chevrolet Aveo: produksi tahun 2012 – 2014
  • Chevrolet Cruze: produksi tahun 2010 – 2013
  • Chevrolet Trax: produksi tahun 2016 - 2018

Nah, apabila Anda adalah pengguna kendaraan Chevrolet tipe itu, dan ingin mengetahui apakah kendaraan Anda terlibat didalam safety recall ini, anda dapat memperoleh informasi melalui Chevrolet Assistance Center di 08111024389 dan 08111824389. Anda juga bisa mendapatkan informasi lewat Website resmi Chevrolet Indonesia di www.chevrolet.co.id atau Website recall General Motors di www.my.gm.com/recalls.

Baca juga: Mobil Bekas Chevrolet Trax LTZ 2017 Fiturnya Berjubel, Layak Beli?

Chevrolet

Operasi di Indonesia

Pada 28 Oktober 2019 General Motors (GM) telah memutuskan menghentikan semua penjualan mobil baru di Indonesia mulai 1 April 2020. Dalam keterangan resmi waktu itu, Presiden Direktur GM Asia Tenggara, Hector Villarreal, mengatakan keputusan itu diambil atas kajian soal potensi masa depan rencana bisnis di Indonesia.

"Di Indonesia, kami tidak memiliki skala dan jejak manufaktur domestik untuk bersaing secara berkelanjutan dalam volume segmen pasar. Faktor ini juga membuat operasi kami terdampak faktor yang lebih luas di Indonesia, seperti pelemahan harga komoditas dan tekanan mata uang asing," kata Villarreal.

Sebelum Indonesia, GM telah menghentikan penjualan di Malaysia. Setelah Indonesia, GM juga telah mengundurkan diri dari Thailand, Australia, dan Selandia Baru. Alasan GM setop menjual mobil baru di Indonesia karena dinilai tidak akan bisa memenuhi volume penjualan yang diinginkan pada tahun-tahun mendatang. Sementara itu dikatakan sulit mengucurkan investasi buat mencapai skala penjualan yang ideal. Selain soal volume penjualan, perkembangan nilai tukar rupiah dengan US$ tidak menguntungkan bisnis.

Sejak pabrik di Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat diputuskan ditutup pada 1 Juli 2015 yang kemudian menghentikan produksi Spin, semua mobil Chevrolet yang dijual di dalam negeri merupakan produk impor. GM menilai bisnis jualan mobil baru tidak efektif buat jangka panjang, namun di lain sisi bisnis layanan purna jual masih punya masa depan. Sebab itu GM hanya menghentikan penjualan mobil baru di Indonesia, namun tetap melanjutkan bisnis purna jual. Dealer tetap melayani kebutuhan purna jual konsumen seperti servis, suku cadang, dan klaim garansi. (Raju)

Baca juga: Diler MG Motor Andalan Pondok Indah Masih Layani Servis Chevrolet, Ini Sebabnya

GIIAS 2021

Anda mungkin juga tertarik