Penjualan Otomotif Semester I 2021, Honda dan Mitsubishi Bersaing di Bawah Toyota

Penjualan Otomotif Semester I 2021, Honda dan Mitsubishi Bersaing di Bawah Toyota

Penjualan otomotif nasional di semester pertama 2021 belum menunjukkan angka yang menggembirakan. Sepanjang Januari hingga Juni, laporan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), masih menempatkan Toyota di posisi teratas. Persaingan ketat terjadi antara Honda dengan Mitsubishi.

Gaikindo mencatat total kumulatif penjualan ritel kendaraan roda empat atau lebih pada Januari – Juni 2021 tercatat 387.873 unit, tumbuh 33,5 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu, yakni 290.582 unit. Dari jumlah tersebut, Toyota sepanjang semester pertama tahun ini membukukan penjualan ritel 120.717 unit. Volume tersebut menempatkannya sebagai merek terlaris di pasar otomotif Indonesia dengan pangsa 31,1 persen.

Di posisi kedua merek mobil terlaris, ada Daihatsu yang membukukan penjualan ritel sebanyak 67.232 unit pada paruh pertama 2021. Capaian itu membuat Daihatsu menguasai pangsa pasar otomotif nasional 17,3 persen.

Honda Brio RS Urbanite Edition

Persaingan ketat justru terjadi di perebutan peringkat ketiga, terjadi antara Honda dengan Mitsubishi Motors. Sepanjang semester I/2021, Honda tercatat melego 49.439 unit kendaraan, sementara Mitsubishi menempel ketat dengan raihan penjualan 47.781 unit. Artinya, kedua merek ini hanya terpaut 1.658 unit. Dengan raihan tersebut, Honda bertengger di peringkat ketiga merek mobil terlaris dengan pangsa pasar 12,7 persen, sementara Mitsubishi Motors berada di posisi ke-14 dengan penguasaan pasar 12,3 persen.

Sementara itu, Suzuki yang sepanjang tahun 2020 parkir di peringkat ke-4, pada tahun ini mesti rela turun satu peringkat ke posisi lima dengan raihan penjualan ritel 40.928 unit. Volume tersebut membuat Suzuki memiliki pangsa pasar sebesar 10,6 persen.

Berikut daftar 10 merek mobil terlaris sepanjang semester I/2021 (penjualan ritel):

1. Toyota – 120.717 unit (31,1%)

2. Daihatsu – 67.323 unit (17,3%)

3. Honda – 49.439 unit (12,7%)

4. Mitsubishi Motors – 47.781 unit (12,3%)

5. Suzuki – 40.928 unit (10,6%)

6. Mitsubishi Fuso – 14.098 unit (3,6%)

7. Isuzu – 11.968 unit (3,1%)

8. Wuling – 10.187 unit (2,6%)

9. Hino – 8.511 unit (2,2%)

10. Nissan – 4.616 unit (1,2%)

Total penjualan ritel nasional: 387.873 unit

Baca juga: Mantan Boss Jeep Indonesia Kecelakaan Berat, Active Braking dan Airbags Tak Berfungsi

Suzuki Carry Pick Up

Kinerja Ekspor

Kinerja ekspor industri otomotif nasional sepanjang paruh pertama tahun ini uta tak terlalu bagus, melemah hingga 24 persen. Kendati demikian, kegiatan pengapalan pada Juni mulai kembali bergeliat jika dibandingkan bulan Mei. Berdasarkan data Gaikindo, total kumulatif ekspor kendaraan secara utuh atau CBU (completely built up) pada semester pertama 2021 mencapai 104.158 unit. Angka itu turun 24,4 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Adapun, untuk aktivitas ekspor kendaraan secara terurai atau completely knocked down (CKD) mencatatkan total 144.212 unit, turun 45,1 persen dibandingkan capaian semester I/2019 yang membukukan 262.804 unit.

Data Gaikindo menyebutkan ada sembilan merek yang mengekspor kendaran secara utuh, yaitu Daihatsu, Toyota, Mitsubishi Motors, Suzuki, Honda, Wuling, Hyundai, Hino, dan DFSK. Dari keseluruhan, hanya Suzuki yang mencatatkan peningkatan ekspor pada semester I/2020.

Suzuki, berdasarkan data Gaikindo, mampu membukukan total pengapalan sebanyak 15.635 unit. Jumlah tersebut meningkat 20,1 persen dibandingkan semester I/2019. All New Ertiga menjadi penopang dengan 7.880 unit pengapalan, sementara New Carry Pick Up sebanyak 3.339 unit. Adapun, XL7 yang diluncurkan pada Februari 2020, dikapalkan 2.169 unit.

Meski demikian, Gaikindo mencatat, kinerja ekspor CBU pada Juni jauh lebih baik dibandingkan bulan Mei, dengan total ekspor sebanyak 8.731 unit. Jumlah itu naik 33,5 persen dibandingkan ekspor pada Mei sebanyak 6.540 unit. Gaikindo juga memprediksi kinerja ekspor otomotif nasional pada tahun ini akan terkoreksi hingga 50 persen akibat dampak dari pandemi virus corona. (Raju)

Baca juga: Mengurus Perpanjangan Masa Berlaku SIM Secara Online, Mudah atau Malah Ruwet dan Jelimet?

Coronavirus

Anda mungkin juga tertarik

  • Yang Akan Datang

Video Mobil Terbaru di Oto

Oto
Tonton Video Mobil