Pemerintah Percepat Langkah Genjot Kendaraan Listrik

Pemerintah Percepat Langkah Genjot Kendaraan Listrik

Indonesia sudah saatnya melek kendaraan listrik. Teknologi yang memungkinkan setiap kendaraan tak perlu lagi mengisi bensin ini sudah bukan lagi di masa depan, tapi saat ini. Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo pun sangat sadar hal itu sampai menerbitkan Perpres No 22 Tahun 2017

Aparatur negara, satu persatu mempercepat langkah mereka untuk menanggapi kebijakan itu, salah satunya adalah Perusahaan Listrik Negara (PLN). Sebagai produsen dan penyedia layanan listrik di Tanah Air, andil mereka sangat diperlukan agar proses elektrifikasi mobilitas bisa terjadi. Tak cuma itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pun turut mengikuti ritme agar kebijakan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) segera rampung.

gardu pengisian baterai pln

“Sudah pembahasan inter-departemen. Sesegera mungkin kita kembalikan ke Setneg dan Presiden. Hanya tinggal proses penyusunan saja,” jelas Agus Cahyo Adi, Kepala Biro Perencanaan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ketika ditemui OTO.com, kemarin (14/12).

Menurut Agus, Banyak hal yang harus mereka susun dalam RUEN. Proses ini terus mereka kebut sejak terbitnya Peraturan Presiden No 22 tahun 2017. “Perpres ini kan payung, intinya bagaimana memberikan insentif, lalu pengaturan SPLU, termasuk insentif fiscal dan non fiscal,” imbuh Agus.

Dirinya pun berharap proses kolaborasi antardepartemen terkait bisa berjalan lancar agar misi utama dari RUEN ini bisa dicapai. Salah satu tujuan utama, tentunya harga kendaraan listrik antiemisi penolak bahan bakar minyak (BBM) itu bisa lebih terjangkau.

membayar tanpa perlu tunai

“Dengan berlakunya Perpres, harga jual EV nanti lebih murah dari sekarang. Besarannya tergantung kelasnya. Tapi tetap saja lebih mahal dari kelas mobil konvensional, soalnya teknologinya kan lebih canggih,” tutur Agus.

Untuk diketahui, saat ini di Indonesia hanya ada satu mobil listrik yang beredar, namanya Tesla. Itupun distribusinya dilakukan oleh Importir Umum. Sedangkan untuk motor roda dua, sudah ada Zero dan Viar serta Gesits walau belum mulai dijual umum.

Kendaraan pengguna listrik langsung berbasis mesin hybrid (PHEV) juga jumlahnya belum banyak. Catatan kami, hanya BMW i8 yang dijual di Indonesia secara resmi oleh Agen Pemegang Merek. Sedangkan model hybrid lainnya, tidak bisa mencolok perangkat listrik langsung ke mobil.

Mobil hybrid saat ini harganya masih terlampau tinggi. Soalnya dikenakan pajak untuk dua jenis penggerak. Hal itu tentu sangat lucu, pasalnya imbas positif dengan efisiensi yang diberikan justru tidak dinilai sebagai sebuah kebaikan dengan kebijakan yang berlaku sekarang.

Dengan adanya RUEN nanti, hal-hal seperti ini bisa lebih disiasati. Kendaraan yang memang memproduksi emisi rendah, lebih diapresiasi lewat insentif. Pemerintah juga menyiapkan jaringan listrik untuk pengisian yang lebih memadai serta proporsional. (Van/RS)

Baca juga: PLN Siapkan Ragam Layanan Untuk Kendaraan Listrik

Coronavirus

Anda mungkin juga tertarik

  • Yang Akan Datang

Video Mobil Terbaru di Oto

Oto
Tonton Video Mobil