jakarta-selatan

Pasang Target Tinggi 12 Ribu Unit, Ini Strategi DFSK

  • 16 Apr, 2019
  • 417 Kali Dilihat

DFSK punya optimisme tinggi. Terbukti berani pasang target penjualan 12 ribu unit untuk 2019. Padahal, kalau melihat penjualannya tahun lalu, hanya berkisar 1.200 unit. Dijelaskan oleh Franz Wang, Managing Director of Sales Centre of PT Sokonindo Automobile, pihaknya punya strategi yang sudah menghitung kemungkinan untuk mencapai target itu. Apalagi melihat pasar Indonesia yang berada di kisaran 1 juta unit per tahun, angka 12 ribu dinilai tak seberapa.


Pabrik DFSK di CIkande


"Bisa dilihat dari 260 juta penduduk, pasar otomotif baru bisa menyerap 1 juta unit per tahun. Sehingga kami melihat ini sebagai sebuah peluang dan kami akan memaksimalkannya dengan menawarkan kendaraan-kendaraan berkualitas, andal dan bisa dipercaya oleh masyarakat Indonesia." ungkap Franz dalam keterangan resmi yang diedarkan.


Dari pernyataan itu bisa dilihat, bagian strategi termasuk produk bagus. Sedang kepercayaan bisa ditingkatkan dengan jaringan diler dan layanan purnajual. Diklaim, DFSK sudah punya 50 diler dan terus ditambah sampai menyentuh 90 diler di pengujung tahun ini. Tentu diler itu didukung dengan layanan purnajual yang sesuai standar DFSK.


"Kami memiliki visi All for Customer, semua pelayanan berorientasi untuk konsumen Indonesia. Melalui penambahan diler, kami ingin memastikan konsumen bisa mendapatkan pelayanan berkelas dan berstandar tinggi sehingga konsumen tetap mendapatkan kepastian kendaraan yang digunakan selalu dalam kondisi terbaik," ujar Franz.


PErkenalan DFSK 560


Soal produk, jelas. DFSK percaya diri dengan Glory 560. Dikatakan oleh Sales Director PT Sokonindo Automobile, Alex Pan, Glory 560 tak cuma buat pengguna yang spesifik mencari SUV. "Model ini (Glory 560) bakal kami pasang harga yang kompetitif dan tak cuma buat pengguna SUV, yang sebelumnya menggunakan LCGC dan MPV juga jadi targetnya," ungkap Alex saat perkenalan Glory 560 beberapa pekan silam. Melihat perkiraan harga Glory 560 di angka Rp 210 - 270 juta, masih masuk akal kalau DFSK berharap bisa menggaet konsumen LCGC dan LMPV.


Sementara strategi lain, datang dari kepemilikan pabrik di Indonesia. DFSK punya pabrik modern di kawasan Cikande, Serang, Banten. Memiliki kapasitas produksi 50 ribu unit pertahun. Saat ini, tiga mobil dilahirkan dari pabrik itu, termasuk Glory 560. Ke depan bahkan mereka berencana menjadikan pabrik sebagai basis manufaktur sepenuhnya dengan merakit mesin.


Modal pabrik itu dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal dan ekspor. Pabrik dari Indonesia sudah mulai memasok DFSK Glory 580 untuk keperluan homologasi di tiap-tiap negara dan berbagai kebutuhan untuk proses awal pemasaran kendaraan. Di awal tahun ini, DFSK sudah mengirim sejumlah unit Glory 580 dan Super Cab ke wilayah Asia, tepatnya Bangladesh, Thailand dan Sri Lanka. Sedang ke depan, bakal meningkat signifikan dengan dimulainya pengiriman Glory 560.


"Skema ekspor untuk kawasan Asia sudah masuk ke dalam rencana, khususnya untuk negara-negara di Asia Tenggara. Ekspor ini akan menjadi peluang untuk kami bisa meningkatkan penjualan dan mencapai target yang ada. Selain itu, ekspor ini bisa menjadi bukti yang konkret, kendaraan-kendaraan kami berkualitas tinggi dan bisa diterima juga di negara-negara lain. Indonesia patut berbangga karena kendaraan hasil anak-anak bangsanya bisa diterima di pasar global," tutup Franz. (Tom/Odi)


Baca Juga: DFSK Optimis Penuhi Kebutuhan Mobil Masyarakat Indonesia

kali dibagikan

Promo Populer di Jakarta Selatan

Mobil Populer

  • Populer
  • Terbaru
  • Yang Akan Datang
  • Komparasi