Ineos Automotive Tertarik Beli Pabrik Mercedes-Benz Karena Hal Ini

Ineos Automotive Tertarik Beli Pabrik Mercedes-Benz Karena Hal Ini

Pabrikan asal Inggirs, Ineos Automotive kepincut beli pabrik Daimler di Hambach, Prancis. Mereka mengkonfirmasi minatnya pada fasilitas produksi, tempat Smart dilahirkan. Perusahaan ingin menggunakan pabrik itu sebagai basis manufaktur mereka untuk off-roader Grenadier. Wacananya bakal menggantikan tempat pembuat sasis mobil yang diusulkan di Portugal. Dan lokasi perakitan akhir di Wales, Inggris. Kenapa berminat mencaplok?


Memilih Prancis alih-alih Inggris sebagai basis manufaktur. Disinyalir lokasi ini dapat membantu Ineos menghindari kemungkinan tarif pajak terkait Brexit. “Karena itu kami memiliki pandangan lain. Lalu meninjau apakah penambahan dua fasilitas manufaktur baru adalah hal yang tepat untuk dilakukan di tengah kondisi saat ini. Maka, kami telah menangguhkan dimulainya kembali pekerjaan produksi di Wales dan Portugal sambil menunggu hasil tinjauan ini. Pembaruan info lebih lanjut akan menyusul dalam beberapa minggu mendatang,”ungkap Dirk Heilmann, CEO Ineos Automotive.


Ineos Automotive, yang didirikan oleh miliarder Jim Ratcliffe. Sebelumnya menyatakan siap produksi Grenadier di Bridgend, Wales. Ia merupakan sebuah kendaraan pengganti Land Rover Defender. Ide bisnis itu diklaim menciptakan 500 pekerjaan, dari dua situs pembuatan unit. Daimler memang mengumumkan rencana untuk menjual pabrik Smart minggu lalu, sebagai bagian dari optimalisasi jaringan produksi globalnya.


Ineos Grenadier mirip Land Rover Defender klasik


Betul, mereka harus menghadapi pukulan finansial akibat pandemi COVID-19. Itu mereka lakukan lantaran strategi pengetatan arus duit. Juga fokus investasi besar dalam teknologi masa depan di tahun-tahun mendatang. Fokus Daimler kini ke ranah elektrifikasi dan mobilitas niremisi atau CO₂ neutral. Pengembangan dinilai perusahaan tidak murah. Bahkan perlu langkah penerapan lintas jajaran produk, tenaga pelatihan, pasokan suku cadang. Ongkos untuk elektrifikasi serta digitalisasi kendaraan dikatakan tidak sedikit. Penataan kembali beserta tinjauan terhadap jaringan produksi global perusahaan terus berjalan.


Baca Juga: Terinspirasi Kapal Pesiar, Begini Modifikasi Mercedes-AMG G63 Oleh Carlex


“Kami terus mendorong transformasi perusahaan dan produk kami ke depan dengan semua kecepatan. Mengingat investasi begitu tinggi di masa depan. Terutama dalam elektrifikasi dan digitalisasi. Kami secara konsisten menerapkan langkah-langkah untuk meningkatkan efisiensi. Ini memengaruhi semua area perusahaan di seluruh dunia. Selain itu, efek dari pandemi COVID-19 terhadap perekonomian menciptakan kondisi kerangka kerja baru di market. Dan dalam konteks ini kami mengoptimalkan jaringan produksi global kami. Itulah sebabnya kami bermaksud memulai pembicaraan tentang penjualan pabrik Hambach,” ungkap Ola Källenius, Chairman of the Board of Management of Daimler AG and Mercedes-Benz AG, kemarin.


Kilas Balik


Ienos Grenadier mirip Land Rover Defender klasik


Grenadier ialah kendaraan 4x4 serbabaru yang dibuat Ineos. Semua komponen anyar, dibikin oleh mereka. Ukurannya mirip dengan Mercedes-Benz G-Class terbaru. Sang SUV ditenagai oleh serangkaian modular mesin diesel dan bensin BMW enam silinder. Mengusung bodi gahar nan klasik, ia menggunakan jantung pacu 3,0 liter turbocharged enam silinder segaris. Mekanikal pacu disokong dari enjin BMW 57 serta BMW 58. Keduanya dipasang transmisi otomatis delapan kecepatan lansiran ZF.


Harganya diperkirakan mulai dari £ 40.000 (sekitar Rp 725 jutaan) ketika melantai di pasar akhir tahun depan. Model awalnya hanya berkonfigurasi lima pintu. Kemudian bakal muncul wujud double cabin empat pintu. Versi short juga disinyalir dibuat usai mereka mantap membuka jalur produksi. Tentu langkah itu bakal memakan waktu beberapa tahun untuk meningkatkan pasar di seluruh dunia.


Ratcliffe ialah pendiri dan pemilik mayoritas grup petrokimia Inggris senilai 50 miliar poundsterling. Ia merupakan “penyembah” setia kendaraan klasik. Gagasan itu datang darinya, agar membangun pengganti Defender. Kala itu, Jaguar Land Rover menolak untuk menjual desain atau alat manufaktur. Padahal mereka harus setop produksi setelah 67 tahun berlangsung. Tepatnya pada Januari 2016, di Solihull, Inggris. Jadi itulah peluang yang dinanti Ineos dalam berbisnis otomotif. Yang pasti, dunia percaturan di industri bukan perkara gampang untuk dijalankan. (Alx/Odi)


Sumber: Autocar


Baca Juga: Aston Martin V8 Vantage Volante Dibanderol Fantastis, Mantannya David Beckham

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store