DFSK Glory 560 Turbo, Disrupsi Segmen Low SUV

Gambar
Review Pengguna

Ketika DFSK Glory 580 meluncur, jujur kami tak tercengang. Kecuali dengan harga mulai Rp 245 jutaan, yang jauh lebih murah dari kompetitornya. Impresi berbeda kami dapatkan saat melihat DFSK Glory 560. Tawaran yang disajikan sangat menarik, membuatnya jauh lebih unggul dibandingkan mobil sekelas.

Di segmen SUV murah meriah (LSUV) 7-seater, Indonesia sudah kebagian Toyota Rush, Daihatsu Terios dan Honda BRV. Model-model ini kami sandingkan dengan asumsi, Glory 560 memiliki daya angkut 7 penumpang (DFSK menyebutnya 2+3+2). Tawaran yang disajikan pada jenis kendaraan ini, umumnya lebih ekonomis.

Pada mobil jenis Low SUV, biasanya fitur terbatas. Kenyamanan juga bukanlah yang terbaik, namun tetap punya ground clearance tinggi untuk melibas medan sedikit liar. Ambil contoh Toyota Rush. Tawarannya fitur kunci pintar nan canggih, airbag bertabur hingga headunit 7 inci. Sampai di situ, Toyota tak berani menambahkan rem parkir elektrik atau sekadar jok kulit sintetis. Honda BR-V lebih biasa saja. Bagi sebagian kalangan yang datang ke diler, kendaraan ini tak lebih dari Mobilio yang didandani.

DFSK Glory 560 Turbo hadir sebagai disrupsi, seperti yang terjadi pada bisnis teknologi informasi. Datang dengan pendekatan yang keluar dari pakem. Menawarkan sesuatu yang tidak disajikan sebagai langkah lanjutan, melainkan sebuah loncatan.

Meminjam kalimat Moeldoko, Staf Kepresidenan RI. “Ada banyak kondisi yang dihadapi di masa depan. Harus bisa antisipasi dan terus berinovasi. Inovate or die!” ujarnya di depan anak-anak muda beberapa bulan lalu saat bicara soal disrupsi bisnis teknologi. Rasanya inovasi ini yang diberikan pada Glory 560.

Melihat sosoknya dari luar, jelas SUV yang tidak murah. Fascianya seperti SUV Volkswagen. Buritan dan sisi bodinya mencirikan Range Rover Evoque. Begitu masuk ke dalam, kesan kendaraan eropa yang berpadu kecanggihan Jepang kian menyeruak. Jok kulit terlihat sangat ergonomis, konsol tengah tinggi khas kendaraan sport hingga headunit yang jangkung keluar dari dasbor. Tawaran mesin ‘turbo’ juga sangat menarik. Tenaganya jadi melonjak ke level 150 PS. Jangan tanya build qualitynya, semua material tampak berkualitas.

Pendekatan-pendekatan itu membuat DFSK Glory 560 mendisrupsi pasar. Ia tak layak bersaing dengan kendaraan SUV murah meriah berkapasitas 7 penumpang (Low SUV). Bisa saja Glory 560 dibandingkan dengan Honda HR-V, Mazda CX-3, Chevrolet Trax, Mitsubishi Outlander Sport, Nissan Juke juga Suzuki S-Cross.

Model-model ini memiliki fitur yang lebih kompetitif. Sunroof, rem parkir elektrik, material berkualitas, mudah ditemukan. Maklum, harganya pun lebih mahal dari 3 model pertama (BR-V, Terios-Rush). Namun lagi-lagi, Glory mendisrupsinya. Ia punya daya angkut 2 penumpang lebih banyak dari HR-V dan kawan-kawan.

Apapun itu, tawaran Glory 560 mendisrupsi segmen SUV murah meriah. Faktor inilah yang akhirnya jadi rangka tebal bagi kacamata konsumen. Meski belum merilis, kami coba tebak. Jika harga sang kakak saja (Glory 580 Turbo) mulai Rp 282 jutaan. Rasanya kami tak heran kalau nantinya Glory 560 dijual dengan harga mulai Rp 240-260 jutaan. (Van)

Baca Juga: Rayakan 20 Tahun Honda, Brio Diekspor ke Mancanegara

Jelajahi DFSK Glory 560

DFSK Glory 560 Rp 196,5 - Rp 246,5 Juta Cicilan : Rp 4,48 Juta
      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store