• Wishlist

Antrean Suzuki Jimny Jadi Masalah, Rakit Lokal Solusinya?

Antrean Suzuki Jimny Jadi Masalah, Rakit Lokal Solusinya?

Salah satu mobil paling fenomenal di 2019, SUV bertubuh imut, Suzuki Jimny. Pamornya tinggi lantaran banyak kenangan manis pernah kita lalui bersama nameplate ini. Dibuktikan dengan meledaknya jumlah permintaan. Meski begitu, keterbatasan kuota impor membuat konsumen harus rela menunggu. Apa solusinya agar distribusi kian lancar?



Suzuki Indomobil Sales (SIS) bilang, lamanya waktu tunggu bisa mencapai puluhan tahun. Dijelaskan oleh Marketing Director PT SIS, Dony Saputra di sela peluncuran Baleno pekan lalu, "Kemarin kan dibilang 150. Hari ini baru dapat update ada diler yang terima inden sudah 250. Satu diler di Jakarta. Kalau sebulan dapat 1 bisa bayangkan tidak berapa lama?" Jika dikalkulasi, berarti 250 bulan atau sama dengan 20 tahun lebih.


"Kalau tidak kami terima, itu konsumen loyal kami. Diterima juga dari segi delivery susah karena kan nomor antreannya sudah sangat panjang. Antrean seperti ini terjadi di kota-kota besar," tambahnya.


Tak heran bila diminati banyak orang. Sedari dulu kita sudah mengenal dekat nama Jimny. Mulai dari Jimny Jangkrik, Trepes, Katana, sampai Caribian. Pernah hampir absen satu generasi (Jimny Wide) meski akhirnya resmi dibawa di pengujung usia. Terakhir datang, model teranyar membawa kembali elemen nostalgia yang mengotak. Barangkali itu yang menjadi alasan mengapa SUV mungil ini diminati.


Berdasar pandangan kami tak ada salahnya Jimny diproduksi secara lokal. Permintaan cukup banyak. Mobil offroad 4x4 dengan banderol Rp 300 jutaan tergolong murah. Itu saja harga built-up, bisa semakin ditekan bila diproduksi lokal. Pun dapat memperlancar distribusi lokal maupun global dengan jadi basis ekspor. Beruntung, PT SIS setidaknya punya intensi serupa. Mereka telah mengajukan diri untuk melokalisasi perakitan Jimny.



"Kalau kami bawa produk itu ke sini, kami harus kalkulasi nilai investasinya berapa, bisa break even atau tidak, feasible atau tidak secara proyek. Nah, kami mengajukan diri. Kalau kami mengajukan diri berarti poinnya kan feasible. Tergantung kantor pusat sekarang kami tunggu," pungkas Dony.


Jika tidak sabar, jangan sampai Anda melakukan penyelundupan, seperti kasus yang belakangan ini terjadi. Dony menyarankan untuk membeli dari ATPM walaupun memakan waktu. Lantaran distributor resmi menyesuaikan spesifikasi dan fitur dengan kebutuhan pasar. Ini juga terkait ketersediaan spare part dan garansi. "Kalau impor dan macam-macam, kalau terjadi apa-apa kan kami tidak bisa bantu dan juga kalau mereka beli dari tempat lain kan tidak ada garansinya, kira-kira begitu."


Ada perlakuan khusus soal pemasaran Jimny. Diakui kehadiran jip imut ini ditujukan bagi para konsumen loyal. "Kami men-treatment produk ini secara emosional. Dalam artian, orang-orang yang merupakan pelanggan setia Suzuki. Kami minta ke diler tolong diutamakan pelanggan-pelanggan setia Suzuki. Jadi si A dia sudah punya Suzuki secara historical 2-3 kali otomatis kesempatannya lebih besar ketimbang si B yang duitnya banyak tapi tidak pernah beli Suzuki. Kami maunya Jimny ini untuk melayani konsumen loyal kami," pungkas Dony. Meski begitu, jangan khawatir jika tidak termasuk pelanggan setia Suzuki. Ini bukan sebuah keharusan, terkait keputusannya kembali lagi ke masing-masing diler. (Krm/Tom)


Baca Juga: Duel Hatchback Tanggung, Pilih Daihatsu Sirion Atau Suzuki Baleno?

Jelajahi Suzuki Jimny

Suzuki Jimny Rp 362,5 - Rp 375 Juta Cicilan : Rp 8,27 Juta

Bandingkan & Rekomendasi