Andai Hyundai Kona Elektrik Masuk Indonesia, Segmen Pasar Mana yang Cocok?

Andai Hyundai Kona Elektrik Masuk Indonesia, Segmen Pasar Mana yang Cocok?
Gambar
Review Pengguna

Di Indonesia, ekosistem kendaraan listrik belum terbentuk. Komposisi pasar masih didominasi kendaraan mesin konvensional, mengacu data Gaikindo teranyar. Lantas, bagaimana bila Hyundai kelak membawa Kona versi elektrik (EV)? Sekadar prediksi, mengambil contoh mobil listrik Ioniq yang dilego Rp 569 juta off the road. Kemungkinan besar, fokus pabrikan ialah membangun citra merek, sambil mengolah pasar di segmen fleet market.

Jadi potensi bakal sama, andai HMI memboyong Kona EV di sini. Ioniq saja disediakan untuk operator taksi. Sehingga masyarakat setidaknya mulai terbiasa menunggangi mobil niremisi. Maka sang crossover berjantung listrik punya kapabilitas sama. Bahkan tak menutup kemungkinan dapat dibeli konsumen personal dengan beberapa catatan. Nah, gagasan soal elektrifikasi sebetulnya sempat diungkap petinggi perusahaan.

"Tujuan kami membawa Ioniq, bukan sepenuhnya tentang berniaga. Melainkan untuk mengedukasi dan mengenalkan mobil elektrik kepada masyarakat Tanah Air terlebih dulu. Mobil ini memang sudah bisa dimiliki oleh perorangan (sebelumnya dijual di fleet market) dengan catatan. Mereka yang membeli perlu memahami soal ketersediaan infrastruktur belum benar-benar siap," ungkap Hendrik Wiradjaja, Deputy Marketing Director Hyundai Motor Indonesia (HMI), beberapa waktu lalu kepada OTO.com.

Hyundai Kona Listrik

Kona EV pun berpotensi punya andil yang sama. Apalagi Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (beda entitas dari HMI) menanam investasi US$ 1,55 miliar (Rp 21 triliun) hingga 2030. Rencananya, pabrik memiliki luas 8,35 juta kaki persegi (77,6 hektar) di Kota Deltamas, Cikarang. Mereka ingin memproduksi beragram genre mesin. Termasuk kendaraan listrik di sini.

Baca Juga: Mengenal Lebih Dalam Hyundai Kona Hybrid

Performa

Mari berkenalan lebih dekat dengan Kona elektrik. Pabrikan mengklaim, unit punya motor listrik paling kuat. Varian tertinggi, sanggup menyediakan daya jelajah mengemudi 449 km berdasar pengujian WLTP. Dinamo menghasilkan output maksimal 204 PS atau 150 kW. Torsi tersedia langsung 395 Nm sejak detik pertama. Untuk mengilat dari 0 hingga 100 km/jam hanya butuh 7,6 detik. Kecepatan maksimal 167 km/jam.

Berkapasitas baterai 39,2 kWh, Kona EV reguler punya jarak tempuh 289 kilometer. Motor menghasilkan dorongan 136 PS/100 kW plus kecepatan puncak 155 km/jam. Namun kedua varian menghasilkan momen puntir sama.

Kona Electric front

Sistem operasi didukung oleh shift-by-wire. Hanya dengan menekan tombol, Anda bisa beralih mode berkendara. Perangkat ini juga menghilangkan keruwetan mekanis antara normal shifter dan transmisi. Sehingga menyediakan ruang penyimpanan tambahan di depan mobil. Crossover EV dilengkapi rem parkir elektronik (EPB).

Untuk mengisi baterai polimer lithium-ion hingga 80 persen hanya butuh waktu sekitar 54 menit. Pakai pengisi daya cepat arus searah (DC) 100 kW. Kalau menggunakan charger on-board 7,2 kW, pengisian daya arus bolak-balik (AC) lebih lama. Lebih kurang 9 jam 35 menit mengisi baterai jarak jauh. Lalu 6 jam 10 menit di perangkat baterai standar.

Andai konsumen kelak punya Kona EV, bisa mengisi daya mobil di soket listrik perumahan biasa. Namun harus kompatibel dengan kabel-ICCB (in-cable control box). Port pengisian daya terletak di bagian depan kendaraan. Tepat di sebelah logo Hyundai. Sekadar ramalan, semoga ia bisa melantai pada kuartal ketiga atau paling lama akhir 2020. Harga kemungkinan tak jauh berbeda dari Ioniq di sini. Tapi kembali lagi, sementara ini fleet market yang mau menampung mobil listrik. Patut ditunggu kedatangannya. (Alx/Odi)

Baca Juga: Berbasis Kona Elektrik, Hyundai Kembangkan Mobil Otonom

Jelajahi Hyundai Kona

Hyundai Kona Rp 363,9 Juta Cicilan : Rp 8,3 Juta

Bandingkan & Rekomendasi

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store