Road Test Mitsubishi Eclipse Cross: SUV Kompak Mewah? (Part-1)

Road Test Mitsubishi Eclipse Cross: SUV Kompak Mewah? (Part-1)
Gambar
Review Pengguna

Eclipse Cross, SUV ini menjadi model yang berbeda dari banyaknya lini SUV yang disuguhkan Mitsubishi. Mengapa berbeda? Dari segi gaya saja sudah membuatnya tampil lebih unik dari yang lain. Belum lagi teknologi yang disematkan. Kami pun sempat menjajalnya selama beberapa hari. Seperti apa reviewnya. Simak berikut ini.

Konsep global Dynamic Shield sudah pasti ditemukan di wajah Eclipse Cross. Gayanya mirip model Mitsubishi lain, seperti Xpander dan Triton. Sesuai nama, wujudnya bak tameng. Desainnya tegas, sehingga kental nuansa maskulin sekaligus sporty.

Fascia Eclipse Cross

Grille berupa palang tebal kromium dipadukan bukaan besar berwarna gelap di bawah. Ia menjadi penghubung kedua lampu yang tampil tajam. Ketiga komponen itu pun diperkuat siluet kromium, yang turut menegaskan rumah foglamp di bumper. Susunannya benar-benar pas. Tak hanya itu, kesan streamline ikut terpancar, seolah udara dapat mengalir mudah. Ini yang paling saya suka. Tatanan mukanya pas, tidak berlebihan atau kurang.

Meski punya kesamaan komposisi dengan Xpander, tapi sektor penerangan berbeda. Lampu bagian atas pada Eclipse Cross merupakan headlamp yang dilengkapi daytime running light (DRL). Di bawahnya adalah perpaduan fog lamp dengan sein. Sementara Xpander berlaku sebaliknya. Pencahayaan utama di bawah, dengan lampu kabut di area bumper.

Review Mitsubshi Eclipse Cross

Rasa elegan sekaligus sporty terpancar saat dilihat dari samping. Kaca depan besar dengan sudut kecil memberikan kesan tajam. Ini berpadu atap yang melandai ke belakang. Ditambah sunroof, bikin aura mewah makin terasa. Menariknya, kaca di atap itu terbagi dua area, di jok baris depan dan belakang. Mereka dapat dikontrol secara terpisah.

Area samping didukung jendela kombinasi (depan, tengah dan belakang menyatu dengan pilar gelap) berbentuk trapesium. Mereka dibingkai garis perak, menyerupai lukisan yang ditempelkan di sisi mobil. Bagian belakangnya tak seperti model Mitsubishi lain, karena punya kontur unik. Desain unik bak terasering disematkan Mitsubishi. Itu membuatnya sangat berbeda dengan model-model lain. Spoiler masif ditarik agak dalam. Ia mampu menyembunyikan wiper belakang, agar tampilannya rapi tanpa pernak-pernik mengganggu.

Kaca buritan terbelah secara horizontal oleh palang yang juga merupakan lampu berhenti. Ya, stoplamp yang berada di kedua sisi saling berhubungan. Lampu belakang kombinasi dibentuk seperti ujung anak panah, yang menjalar sepanjang pilar hingga spoiler. Sementara bumper dan sebagian pintu dibuat menonjol, memberikan kesan gemuk, sekaligus menyempurnakan nuansa sporty.

Desain belakang unik Eclipse Cross

Seluruh kombinasi depan, samping dan belakang tampak seimbang. Saya rasa sangat sesuai untuk menarik minat mereka yang berjiwa muda. Walau memang gaya semacam ini masih jarang diaplikasikan pada mobil di Tanah Air.

Baca Juga: Duel Crossover Premium Jepang, Pilih Mazda CX-30 atau Mitsubishi Eclipse Cross?

Interior

Puas dengan eksterior, saatnya mengulik interior. Kesan premium disuguhkan Eclipse Cross. Sayangnya bila dibandingkan Mazda CX-30, rasanya masih kalah berkelas. Walau begitu, aura modern nan tangguh dapat dihadirkan berkat dasbor gemuk beraksen perak. Konsol tengah besar dan tinggi khas SUV juga bisa ditemukan, ini semua dipadukan jok yang dibalut kulit dengan jahitan kontras oranye.

Jok bagian pengemudi menawarkan kemudahan. Lantaran bisa diatur secara elektrik ke enam arah. Namun, penumpang depan cuma empat arah, dan itu masih model manual. Energi elegan terpancar pula di baris belakang, berkat jok kulit yang dapat menampung tiga penumpang. Bila ia hanya diisi dua penumpang, mereka bisa mendapat privilege berupa arm rest di tengah. Ruangnya terbilang lega, terutama area kaki. Cocoklah mendukung Eclipse Cross sebagai SUV yang turut menyasar keluarga. Ditambah pengaturan pelipatan konfigurasi 60:40. Memastikan bagasi belakang yang sudah lega, menjadi semakin lapang dan sesuai kebutuhan.

Kabin dengan sunroof

Panel instrumen untuk menginformasikan terkait kendaraan, merupakan gabungan analog dan digital. Fitur standar yang memang harusnya sudah dimiliki mobil seharga Rp 400 jutaan. Ukurannya cukup besar, sehingga membuat area itu terkesan membumbung tinggi. Walau begitu, pandangan pengemudi masih memadai. Ada fitur menarik yang disematkan, head-up display di belakang panel instrumen. Berfungsi menampilkan informasi kecepatan dan setelan cruise control. Bisa dibuka atau ditutup secara elektrik melalui tombol di sebelah kanan-bawah setir. Sebenarnya ini bukan perangkat baru, tapi tetap memberikan kesan canggih.

Gawai untuk mengatur head unit dan cruise control pun tersemat di kemudi, untuk memudahkan pengemudi. Kesannya makin sporty, lantaran ada paddle shift menempel di belakang. Ini fitur yang paling saya suka, karena bisa mengatur perpindahan transmisi sesuai keinginan lewat permainan jari. Jadi tak perlu memindahkan tangan dari kemudi untuk mengotak-atik tuas transmisi di konsol tengah. Bahkan ia mengizinkan saya merasakan putaran mesin tinggi di tiap gear, makanya terasa sangat menyenangkan karena bisa menggeber performanya.

Urusan kenyamanan jangan ditanya. Ia terbilang lengkap. Head unit layar sentuh 7 inci yang diposisikan agak menonjol ke atas berada di tengah dasbor. Perangkat itu dapat dihubungkan dengan smartphone, dan memutar berbagai macam media. Termasuk penyetelan kendaraan untuk fitur-fitur minor. Pengoperasian tak cuma lewat sentuhan jari ke layar, tapi juga touchpad yang terpasang di samping tuas transmisi. Bak laptop, pengguna tinggal memainkan jari di sini. Namun, pemasangannya terlihat agak dipaksakan, kurang menyatu dengan konsol tengah.

Dasbor Eclipse Cross

Sementara keluaran suara ditopang speaker 6 buah yang terselip di berbagai area, memastikan semua penumpang menerima dengan baik. Sedangkan urusan penjagaan suhu kabin diperkuat layar digital dan barisan tombol. Tentunya sangat memudahkan pengguna, karena bisa dengan spesifik menyetel suhu dan kekuatan putaran kipas. Apalagi ada fungsi dual auto climate. (Hfd/Tom)

Baca Juga: Road Test Mitsubishi Eclipse Cross: Komplet dan Menyenangkan? (Part-2)

Jelajahi Mitsubishi Eclipse Cross

Bandingkan & Rekomendasi

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store