• Wishlist

Road Test Mitsubishi Eclipse Cross: Komplet dan Menyenangkan (Part-2)

Road Test Mitsubishi Eclipse Cross: Komplet dan Menyenangkan (Part-2)

Pengalaman berkendara Eclipse Cross dioptimalkan Mitsubishi, lewat penyematan berbagai fitur dan mesin mutakhir. Kami pun merasakan semua. Berikut detailnya.


Fitur


Sebagai mobil seharga hampir menyentuh Rp 500 juta, beragam fitur pendukung wajib disematkan. Baik itu untuk memudahkan pengguna, hingga menjaga keselamatan. Eclipse Cross pun punya itu. Sektor penerangan misalnya. Modelnya proyektor LED dan dipakai sudah didukung Automatic High Beam (AHB). Ini sangat berguna ketika berkendara di jalan bebas hambatan dengan jarak yang cukup jauh. Mengapa begitu? Mengingat adanya keterbatasan penerangan di beberapa jalan di Tanah Air, pengemudi biasanya menyalakan lampu jauh. Nah, AHB ini akan mengubah secara otomatis pancaran dari lampu besar ke kecil, saat berpapasan dengan mobil dari arah berlawanan. Artinya, ia tak akan menyilaukan pengemudi lain. Memastikan keselamatan.


fitur eclipse cross


Fitur lainnya Auto Headlight, yang mengaktifkan pencahayaan ketika mobil melewati jalan gelap dari kondisi terang, seperti terowongan. Bagi kami ini sangat membantu. Soalnya, mata seringkali terlambat untuk menyesuaikan penerimaan gambar dari perbedaan kondisi itu. Sehingga insiden tak diinginkan bisa terhindar. Masih berurusan dengan keamanan di jalan. Eclipse Cross memiliki sensor hujan yang menggerakkan bilah penyapu air di kaca secara otomatis, ketika mendeteksi adanya rintik hujan. Ini bikin pengemudian lebih praktis, karena saya tak perlu memainkan tuas wiper. Soalnya pergerakkan juga mengikuti intensitas air.


Kemudahan lain yang kami rasakan adalah Keyless Operation System (KOS) dipadu Start/Stop Button. Ya, ia mengeliminasi penggunaan kunci konvensional untuk membuka-mengunci pintu dan menyala-matikan mesin. Akses pun jadi lebih praktis. Kenyamanan lainnya disuguhkan jok berpemanas. Agak aneh memang, di kondisi cuaca Indonesia yang lebih banyak panas, mengapa Mitsubishi mengaplikasikannya. Tapi kalau dipakai sebagai mobil penjelajah, tentu bakal sangat bermanfaat, terutama di daerah dataran tinggi dan dingin. Ia diaplikasikan pada area pengemudi dan penumpang baris depan, sehingga tetap hangat.


Peranti penunjang pengendalian paling menarik perhatian saya. Soalnya ada Adaptive Cruise Control. Bagaimana tidak, ia memungkinkan saya untuk mengemudi tanpa perlu menginjak pedal gas dan rem. Walau batas kecepatan bisa disetel, cruise control Eclipse Cross bersifat dinamis. Artinya bisa mengikuti kecepatan kendaraan di depan, bila terdeteksi. Sangat disarankan dipakai di jalan bebas hambatan. Walau bisa diaplikasikan pada jalan raya biasa, lebih baik jangan. Sangat berbahaya. Soalnya, perangkat antisipasi tabrakan, yakni Forward Collision Mitigation System (FCM) bisa mengintervensi. 


feature eclipse cross


Urusan parkir, Mitsubishi benar-benar memikirkannya untuk Eclipse Cross. Ia seolah sangat ramah terhadap pengemudi pemula, atau wanita. Tuas parkir tak tersedia, digantikan tombol yang dapat dioperasikan satu jari saja. Risiko akselerasi tiba-tiba karena perhatian yang teralihkan bisa terhindar, berkat Ultrasonic Misacceleration Mitigation System (UMS). Sementara, parkir mundur dimudahkan adanya kamera belakang dan sensor, sehingga risiko menabrak terhindar. Sebaliknya, saat keluar dari parkiran dalam posisi mundur, dijaga Rear Cross Traffic Alert (RCTA) yang mendeteksi adanya kendaraan lewat. Kami pun merasakan semua itu.


Terakhir adalah perangkat yang dinamakan Hill Start Assist. Fitur standar yang memberikan waktu pengemudi untuk memindahkan kaki dari pedal rem ke akselerasi, saat berhenti di tanjakan. Bagi pengemudi pemula, ini adalah momen paling mengerikan.


Mesin dan Pengendaraan


Jantung mekanis Eclipse Cross diperkuat tipe 4B40 DOHC MIVEC (Mitsubishi Innovative Valve Timing Electronic). Berkubikasi 1,5-liter, Mitsubishi menambahkan turbocharger untuk meningkatkan efisiensi, sekaligus kinerja. Melihat data fakta, keluaran tenaganya mencapai 150 PS yang keluar di 5.500 rpm, dan torsi 250 Nm di rentang 2.000 hingga 3.500 rpm. Ini disandingkan sistem transmisi Continuously Variable Transmission 8-speed yang bisa diubah ke mode manual.


eclipse cross turbo engine


Berdasarkan pengujian saya, dapur pacu itu terasa sangat bertenaga. Jambakan ketika diajak berakselerasi luar biasa, apalagi saat pedal gas ditekan dalam-dalam sekaligus. Pengalaman berkendara seperti ini tentu menyenangkan. Memang ada persyaratan, sistem transmisi harus diarahkan ke mode manual agar bisa merasakan itu. CVT yang ditujukan memberikan pengalaman berkendara mulus seringkali menjadi kendala saat akselerasi awal. Mobil seperti membutuhkan waktu untuk akhirnya bisa memutar ban. Lain cerita ketika transmisi diarahkan ke manual. Akselerasinya lebih cepat. Bahkan saya bisa merasakan putaran atas mesin secara optimal, sehingga pengendaraan menjadi lebih liar. Turbo lag seolah disembunyikan dengan baik oleh transmisi CVT dalam mode ini.


Rasa percaya diri sungguh dihadirkan Eclipse Cross. Saya tidak merasa takut ketika bermanuver, terutama dalam kecepatan tinggi. Mobil tetap terasa stabil. Ini bisa dicapai karena ada bantuan Active Yaw Control (YAC). Secara otomatis ia mengontrol rem depan untuk menjaga arah mobil sehingga tak keluar jalur. Ini masih disokong Active Stability dan Traction Control, yang mengatur output mesin sesuai kebutuhan. Tak ketinggalan, fitur umum yang sudah pasti dan harus ada, Anti-locking Braking System (ABS), Electronic Brake Distribution (EBD) dan Brake Assist (BA). Ketiganya mengoptimalkan pengereman, khususnya saat menghadapi insiden tak diinginkan. Lantaran bisa mengantisipasi.


Review Mitsubshi Eclipse Cross


Simpulan


Eclipse Cross dapat menjadi pilihan menarik bagi konsumen yang menginginkan tunggangan unik nan berbeda. Performa dan fiturnya yang lengkap tak bisa diindahkan begitu saja. Walau memang, dari segi harga, ia masih terbilang tidak murah. Memaksa Mitsubishi menargetkannya kepada calon pembeli mapan yang berjiwa muda. (Hfd/Odi)


Baca Juga: Road Test Mitsubishi Eclipse Cross: SUV Kompak Mewah? (Part-1)

Jelajahi Mitsubishi Eclipse Cross

Bandingkan & Rekomendasi