Untuk Pengadaan Komponen, GESITS Buka Pintu Ke 'Pemain' Lokal

Untuk Pengadaan Komponen, GESITS Buka Pintu Ke 'Pemain' Lokal

Motor listrik purwarupa hasil kolaborasi Garansindo Group dan ITS, kini, membuka 'pintu gerbang' kerjasama untuk pengadaan komponen GESITS ke para produsen skala kecil dan menengah dalam negeri. Aktifitas tersebut dikemas dalam perhelatan bertajuk 'GESITS Business Gathering 2016' di Surabaya yang berlangsung akhir bulan November 2016 lalu. Tercatat ada sebanyak 59 UKM, IKM dan Industri yang antusias untuk turut andil.

“Kegiatan ini membuktikan bahwa industri di Indonesia memiliki semangat serta kemampuan untuk mewujudkan perkembangan motor listrik GESITS, dimana sebagian besar UKM, IKM, Industri sangat tertarik dan merasa mampu untuk memproduksi komponen dan aksesoris yang berkualitas,” terang Harun Sjech selaku Chief Sales Officer Garasindo Group.

GESITS Gandeng Pemasok Komponen Lokal

Memang, di samping menawarkan kerjasama dalam fase pembuatan komponen primer GESITS, pada kesempatan ini juga disajikan kesempatan untuk pengadaan suku cadang bersifat komestik atau aksesoris sepeda motor listrik. Dengan begitu, status yang disandangnya sebagai motor buatan dalam negeri pun semakin terangkat.

Adapun dalam pertemuan ini dihadiri oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), PT WIKA, PT Indoprima Gemilang, kelompok Usaha Kecil Menengah (UKM) Ngingas Sidoarjo dan UKM Pasuruan.

“Kerja sama antara GESITS dan UKM, IKM, Industri menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kemampuan berkompetisi dan industri otomotif dengan teknologi masa depan serta misi dan visi untuk kemandirian ekonomi bangsa dan semangat pengurangan polusi,” imbuhnya.

Nah perihal komponen baterai yang menjadi sumber tenaga motor ini, GESITS memperoleh dukungan dari Universitas Negeri Sebelas Maret (USM) untuk mengembangkan baterai lithium dan Universitas Gajah Mada (UGM) yang berjibaku dalam proses recycle baterai.

Sebagai informasi, usai diperkenalkan dalam wujud prototipe bulan Mei kemarin, motor listrik ini juga telah sukses menyelesaikan pengujian jalan yang menempuh jarak 1.200 kilometer. Saat pengetesan yang berawal dari Jakarta ke pulau Dewata, matik berdaya 3 kW dan 5 kW ini melaju di berbagai kondisi jalan dan cuaca tanpa hambatan.

Menurut klaim, berkat pengenaan data teknikal di atas, motor bertransmisi otomatis ini bisa melibas 80 kilometer sampai 100 kilometer dalam satu kali pengisian baterai dan sanggup dibesut sampai kecepatan 100 kilometer per jam. Tentunya, angka-angka tadi tergolong kompetitif bila disandingkan bersama skuter berkubikasi 125 cc.

Baru-baru ini, tim GESITS juga sempat berdiskusi dengan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia untuk pengurusan sertifikasi dan perijinan sebelum memasuki fase produksi.

Baca Juga : KTM Bakal Punya Motor SuperSport Replika MotoGP