Penjualan Motor di Agustus 2021 Naik 25 Persen, AISI Pede Target 4,3 Juta Terlampaui

Penjualan Motor di Agustus 2021 Naik 25 Persen, AISI Pede Target 4,3 Juta Terlampaui

Penjualan sepeda motor baru di Tanah Air kembali menunjukkan tren positif, per Agustus 2021 menurut data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) terkatrol hingga 25 persen dari bulan sebelumnya. Grafik yang terus meningkat membuat AISI yakin target tahun ini akan tercapai.

Dari data yang dikutip laman AISI, penjualan motor di Agustus tahun ini tercatat 470.065 unit, sementara di Juli hanya menorehkan angka 376.640 unit. Dengan kata lain ada peningkatan hampir 100 ribu unit. Pun jika membandingkan secara tahun, di Agustus 2021 penjualannya lebih baik dibandingkan Agustus tahun sebelumnya atau naik 48,2 persen.

Jika ditotal dari Januari sampai Agustus 2021, penjualan motor baru nasional sudah mencapai 3.296.793 unit. Ketua Bidang Komersial (AISI), Sigit Kumala mengatakan tren penjualan motor yang naik tak lepas dari pelonggaran PPKM yang dilakukan oleh pemerintah.

"Di Juli kita tahu ada PPKM yang ketat sehingga produksi motor di pabrik relatif terbatas, sama halnya juga dengan showroom. Nah sejak bulan Agustus pekan kedua untuk industri esensial boleh beroperasi dengan maksimal sampai 2 shift termasuk juga diler. Otomatis ada peningkatan penjualan," kata Sigit saat dihubungi OTO.com, Selasa (21/9).

motor penjualan

Sebelumnya Sigit pernah mengatakan jika penjualan di Agustus kembali turun, kemungkinan besar AISI akan merevisi target penjualan tahunan. Namun melihat progres dan situasi pandemi yang cukup terkendali pihaknya yakin target 4,3 sampai 4,6 juta bisa tercapai bahkan terlampaui.

"Tapi jika kita lihat sampai year to date Agustus 2021 penjualan sudah hampir menyentuh 3,3 juta. Untuk mencapai 4,6 juta paling tidak butuh 1,3 juta lagi dan tahun ini menyisakan 4 bulan kita harapkan i bisa 400 ribu per bulan agar bisa mendapat 4,9 juta," imbuhnya.

Namun biasanya pada bulan November sampai Desember akan terjadi drop penjualan. Alasannya karena banyak konsumen yang lebih menunggu untuk membeli motor di tahun berikutnya.

"Karena kebanyakan orang tidak mau beli dengan produksi tahun lama, mereka ingin dapat NIK baru. Tapi kami sangat optimis target 4,6 juta akan tercapai," jelasnya.

Baca juga: Operasi Patuh Jaya 2021 Resmi Berlaku Hari Ini, Catat Target Pelanggarannya

motor di jalan

Kembali normal di 6 jutaan unit per tahun

Sebelum pandemi COVID-19 hadir di Indonesia, penjualan motor baru nasional boleh dibilang sangat gemuk bahkan pernah tembus di angka 8 jutaan per tahun (2011). Kemudian di 2015 sampai 2019 tercatat di angka 5 sampai 6 jutaan. Nah barulah di 2020 saat corona menyerang penjualan turun drastis ke 3,6 jutaan.

Sigit mengatakan penjualan motor nasional bisa kembali normal ke angka 5 atau 6 jutaan jika di tahun depan pertumbuhan GDP (gross domestic product) naik setidaknya 5 persen. Kemudian diikuti dengan situasi pandemi yang mereda dan proses penyebaran vaksinasi yang cepat.

“Tapi ini prediksi saya saja, kami belum berbicara dengan para anggota AISI. Tapi kita semua berharap pandemi ini tidak bergejolak lagi agar ekonomi masyarakat bisa normal dan sektor industri juga demikian,” pungkasnya.

Selain itu, ia menjelaskan, salah satu kunci penjualan motor nasional bisa membaik adalah peran dari perusahaan pembiayaan (leasing). Sebab 70 persen penjualan roda dua didominasi dengan sistem kredit. Saat ini para perusahaan pembiayaan mulai membuka diri dan memberikan berbagai program menarik. (Kit/Raju)

Baca juga: Diler Premium Motoplex 4 Brand Hadir di Surabaya, Ini Fasilitasnya

GIIAS 2021

Anda mungkin juga tertarik

  • Yang Akan Datang

Video Motor Terbaru di Oto

Oto
Tonton Video Motor