• Wishlist

Mengenal Lincah, Skutik Listrik Lokal Pendamping Gesits

Mengenal Lincah, Skutik Listrik Lokal Pendamping Gesits

Pernah dengar motor listrik bermerek Lincah? Wajar jika belum. Lincah memang tidak begitu gencar melakukan pemasaran. Ia diciptakan oleh sebuah pabrik kecil di dalam negeri. Ya, motor ini memuat banyak komponen lokal. Otomatis, layak menjadi pendamping Gesits pada segmentasi roda dua ramah lingkungan.



Walaupun hampir tidak terdengar, sebetulnya mereka sudah dikenalkan lebih dulu. Bahkan sebelum motor hasil rempukan BUMN ini (Gesits) resmi dijual. Sayangnya, hingga kini, belum ada informasi pasti mengenai harganya. Usut punya usut, mereka melego tak lebih dari Rp 20 juta.


Mengacu pada data spesifikasi yang dilansir dari laman Liputan6, secara teknis, Lincah tidak lebih baik dari pesaingnya. Membopong baterai berukuran lebih kecil, sehingga menciptakan output standar saja. Sumbernya dari dua buah baterai, yang masing-masing berdaya 1kWh. Jadi, bisa digunakan satu persatu saat dibutuhkan.


Mengisi baterai hingga penuh, dibutuhkan waktu tiga hingga empat jam. Catatan waktu yang terbilang lama ketimbang Gesits, mengingat kapasitas tampung dayanya lebih kecil. Urusan kecepatan maksimal, iapun hanya sanggup menyentuh angka 70kpj. Tapi sebetulnya cukup kalau untuk penggunaan dalam kota.


Bicara desain, rasanya konsep ini sudah terlalu kuno. Ketinggalan zaman, bahkan saat dibandingkan ECGO-2, si motor listrik murah sekalipun. Shield depan membentuk paruh yang begitu tajam ke bawah. Di situ tertera lampu senja dan sein vertikal dengan mika superpanjang. Kalau headlightnya, membentuk aksen V mirip kepunyaan Honda Karisma di masa lalu. Sementara dari belakang, proporsi motor lebih enak dilihat ketimbang fascianya.



Sejumlah komponen bodi, pun memiliki aksen nyeleneh. Coba intip bagian dek. Pijakannya dilabur merah, termasuk pelek depannya. Menjadi kontras dengan sapuan kelir biru muda di seluruh panel bodi. Plus garpu di depan ikut disemprot cat merah. Rasanya bukan selera semua orang.


Urusan teknis kaki-kaki, tak banyak yang bisa kami dapat. Secara kasat mata, fork teleskopik menopang di depan. Lantas suspensi ganda menempel di belakang. Jarang-jarang skuter kecil seperti ini diberikan dual shock. Mestinya pengendalian motor dan kualitas redamannya cukup baik. Soal konstruksi utama, diperkirakan ia mengusung model underbone layaknya skuter konvensional. Di bawah itu semua, Lincah memiliki roda yang lucu. Bisa jadi ukurannya sekitar 10 inci, serta profil mendonat alias gambot. Berkat itu parasnya sedikit terlihat layaknya motor Eropa.


Ya, secara keseluruhan, Lincah mungkin belum sempurna. Namun perlu diapresiasi, sebuah perusahaan skala kecil, mau berpartisipasi menyiapkan kendaraan ramah lingkungan. Dengan sedikit polesan lagi, mungkin Lincah bisa sepantar dengan produk yang sudah ada. Toh mengenai fungsi laju, sudah bisa beroperasi dengan baik. (Hlm/Van)


Sumber: Liputan6 , Otosia


Baca Juga: Jakarta Siap Jadi Tuan Rumah Balap Mobil Listrik