Setelah Delica, Sekarang Mitsubishi Stop Distribusi Mirage

Setelah Delica, Sekarang Mitsubishi Stop Distribusi Mirage
Gambar
Review Pengguna

Mitsubishi Indonesia tengah panen penjualan Xpander. Namanya terus melambung, linear dengan penjualan unit. Namun rekor itu antitesis dengan kabar Mitsubishi Mirage. Hatchback mungil ini dihentikan distribusinya, paling tidak untuk saat ini. Meski pabrikan sempat membuat tampilan Mirage bersolek pada 2016, nyatanya jurus itu belum bisa menyelamatkan penjualan. Bahkan angkanya terus menukik tajam.

Setelah Delica, Sekarang Mitsubishi Stop Distribusi Mirage

Kabar perpisahan Mirage, diamini oleh Irwan Kuncoro, Director Marketing & Sales PT Mitsubishi Motor Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI). “Mirage memang sudah selesai. Kita sudah tidak distribusi baru lagi. Sudah tidak ada importasi lagi. Diler menjual dengan stok yang sudah ada. Angkanya ya relatif sangat sedikit sekali,” singkat Irwan, setelah membuka acara Mitsubishi Service Caravan beberapa waktu lalu. Penghentian impor Mirage jadi yang kedua tahun ini setelah sebelumnya MMKSI menyetop impor Delica.

Untuk diketahui, unit Mirage didatangkan dari Thailand. Trennya yang terus menurut, membuat MMKSI menghentikan impor sejak Juli 2018. Lihat saja data wholesales Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia). Selama semester pertama, yakni periode Januari-Juni 2018 Mirage hanya laku 259 unit. Padahal, periode sama 2017, Mirage terjual 1.076 unit. Sementara pada Januari hingga September 2018, Mirage hanya didistribusikan 450 unit saja.

Kalah Pasar

Di Indonesia, Mitsubishi Mirage memiliki dimensi kompak, layaknya mobil perkotaan (city car). Di bawah kap tersemat jantung mekanis bensin berkapasitas 1,2 liter. Nah kubikasi mesinya juga sama dengan beberapa hatchback LCGC. Di Indonesia, mobil ini tersedia dalam tiga pilihan varian, yakni GLX berbanderol Rp 173 juta, GLS Rp 185 juta dan Exceed Rp 197,5 juta.

Sementara mobil citycar skema LCGC menawarkan harga di bawah itu. Memang tak besentuhan langung dengan Mirage, segmentasinya. Namun harga dan dimensinya bersaing. Pergeseran market inilah yang membuat Mirage sulit ‘bernafas’. Ambil contoh LCGC lima penumpang dari Brio Satya. Harganya bahkan ditawarkan mulai dari Rp 139 juta, yang lebih murah.

Pada Oktober 2018 saja, total penjulan wholesales Honda Brio mencapai 6.703. Baiklah kita mencoba menggambarkan kondisi market. Pada Honda Brio saja, kalau dibedah, sebanyak 5.411 unit berasal dari varian Honda Brio Satya, yang merupakan produk Honda di segmen LCGC. Sisanya, sebanyak 1.292 unit unit berasal dari Honda Brio RS yang berada di segmen city car. Jadi memang ceruk pasar city car memang makin tergerus.

Sebagai perbandingan, Brio yang bermain di city car ditawarkan Rp 175 juta hingga Rp 190 juta. Mirip dengan harga Mirage. Namun beruntung, dengan penyegaran tampang dan interior, Brio masih mendapatkan tempat, di hati konsumen city car. Mungkin saja, jika Mirage punya desain atraktif, atau diproduksi dalam negeri, nasibnya tak sampai ke titik nadir. (Alx/Odi/Van)

Baca Juga: Mitsubishi Delica Stop Jualan

Jelajahi Mitsubishi Mirage

Mitsubishi Mirage Rp 173 - Rp 197,5 Juta Cicilan : Rp 3,95 Juta
      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store