• Wishlist

Porsche Hentikan Penjualan SUV Disel Cayenne Akibat ‘Perangkat Curang’

Porsche Hentikan Penjualan SUV Disel Cayenne Akibat ‘Perangkat Curang’

JAKARTA: Skandal ‘Disel Bersih’ oleh Volkswagen nampaknya mempengaruhi beberapa anak perusahaannya juga. Kali ini, sorotan menghampiri mobil Porsche yang telah menerima pemberitahuan dari Agensi Perlindungan Lingkungan yang mengatakan bahwa mobil disel Porsche Cayenne juga menunjukkan masalah yang sama. Perusahaan terkenal asal Jerman tersebut awalnya telah menahan penjualan mobil ini sampai masalah tersebut terselesaikan. Pemberitahuan henti jual telah dikeluarkan oleh Porsche kepada diler-dilernya di Amerika yang menyebutkan bahwa SUV Disel Cayenne selama tahun 2014-2016 tidak boleh dijual sampai ada pemberitahuan selanjutnya.


Baca Juga: Penuntut Jerman Merazia Kantor Pusat Volkswagen Wolfsburg, Demi Mengamankan Bukti


Perusahaan mengeluarkan pernyataan resmi dengan mengatakan, “Kami akan bekerja secara intensif untuk menyelesaikan masalah ini sesegera mungkin. Pelanggan dapat lanjut menggunakan kendaraannya dengan normal”. Meskipun, perusahaan telah menghentkan penjualan saat ini namun mereka masih belum mengkonfirmasi apakah mobil disel Cayenne mereka dipasangi ‘Perangkat Curang’. Yang juga menjadi kabar adalah empat model Audi TDI 2016 dan mobil Touareg TDI 2014 juga disebut-sebut masuk dalam henti jual seperti halnya SUV Disel Cayenne, tapi perusahaan telah memutuskan untuk tetap menjual mobil-mobil tersebut.


porsche 1


Berkenaan dengan hal ini, raksasa asal Jerman Volkswagen AG telah mengidentifikasi 800.000 model yang terpasangi perangkat lunak tersebut dan yang bertanggungjawab atas kecurangan terhadap Agensi Perlindungan Lingkungan dengan menunjukkan level polusi yang telah dimanipulasi. Perusahaan merilis pernyataan yang menyatakan bahwa, “Selama tinjauan yang sedang berlangsung terhadap semua proses dan alur kerja dalam hubungannya dengan mesin disel, ditemukan bahwasanya level CO2 dan tentunya angka konsumsi bahan bakar untuk beberapa model di-set terlalu rendah selama proses sertifikasi CO2”. Berkaitan dengan solusi atas masalah ini, Matthias Müller – CEO VW Group berujar bahwa, “Dari sejak awal saya telah menekankan dengan keras untuk klarifikasi tanpa pandang bulu dan komprehensif dari kejadian ini. Kami tidak akan berhenti pada apapun dan siapapun. Ini merupakan proses yang pahit, tapi inilah satu-satunya alternatif yang kami miliki. Bagi kami, hal yang paling penting adalah kebenaran. Itulah dasar bagi penyusunan kembali yang fundamental yang diperlukan Volkswagen”.


Baca Juga: Volkswagen 'Skandal Diesel Bersih' – Ringkasan Cerita