• Wishlist

Pabrik Honda di Filipina Tutup, Pengaruhi Indonesia?

Pabrik Honda di Filipina Tutup, Pengaruhi Indonesia?

Pabrik Honda di Filipina ditutup Maret mendatang. Kabar mengejutkan itu diumumkan Presiden Honda Cars Philippines, Inc. (HCPI), Noriyuki Takakura lewat rekaman video. Hal ini pun tak diduga, bahkan bagi para karyawanannya.


Dinukil dari situs Inquirer (26/02), para karyawan pada Sabtu lalu dipanggil untuk menghadiri pertemuan setelah jam kerja. Mereka mengira pabrikan akan menjelaskan terkait penjualan dan strategi ke depan. Namun, pada kenyataannya mereka menyaksikan pengumuman terkait penutupan.


Honda BR-V


Berlokasi di Santa Rosa, Laguna, fasilitas produksi itu diandalkan untuk membuat dua model, BR-V dan City. Penghentian sendiri bukan tanpa alasan, HCPI mengungkap, langkah itu diambil untuk mengoptimasi utilisasi jaringan Honda di Asia dan Oceania. Sehingga dapat tercapai harga yang kompetitif dan kualitas produk optimal bagi pelanggan di Filipina. Ya, walau pabriknya ditutup, HCPI memastikan penjualan dan layanan purnajual tetap berjalan seperti biasa. Artinya, mereka akan mendatangkan produknya secara impor.


Selama dua tahun berturut-turut, volume penjualan Honda di negara itu memang mengalami penurunan. Sebenarnya kondisi ini tak hanya dialami Honda, tapi juga seluruh produsen otomotif di sana. Lantaran adanya tekanan dari cukai tinggi. Regulasi ini diberlakukan sejak 2018, akibat kenaikan harga kebutuhan dan layanan dasar. Tujuannya untuk mendorong konsumen untuk menaruh prioritas pada kebutuhan utama, ketimbang membeli kendaraan baru.


Baca Juga: Suzuki XL7 Sudah Resmi Meluncur, Honda BR-V Tetap Sabar


Akibat penutupan ini, juru bicara perusahaan Louie Soriano mengungkapkan, 387 karyawan terdampak. Tak hanya pekerjanya, HPCI juga menjabarkan vendor yang berkaitan dengan produksi turut terkena. Jumlahnya sekitar 60 penyuplai suku cadang dan material. Honda Filipina sendiri tahun lalu mampu menghasilkan 600 unit per bulan. Total berarti sekitar 8 ribu unit selama 2019. Produk utama yang diproduksi pabrik yang beroperasi dari 1992 ini hanya BR-V dan City.


Menanggapi situasi ini, PT Honda Prospect Motor (HPM), pemegang merek Honda di Indonesia, mengembalikan sepenuhnya kepada prinsipal. Yulian Karfili, PR & Digital Manager HPM mengatakan, hal ini sepenuhnya merupakan kebijakan Honda secara global, berdasarkan pertimbangan pasar dan efisiensi produksi di negara terkait.


Honda City


Kemungkinan penambahan unit ekspor ke Filipina juga belum bisa dipastikan HPM. Saat ini, memang telah mengirim produk ke sana, yakni Brio dan beberapa komponen untuk BR-V, serta City. "Hal ini belum dapat dipastikan karena masih perlu dibahas lebih lanjut oleh manajemen Honda di region Asia Oceania," tambah pria yang akrab disapa Arfi ini.


Ini bukan menjadi yang terakhir bagi Honda. Kabarnya, pabrikan berlambang H itu juga menutup pabriknya di barat daya Inggris pada 2022. Kemungkinan 3.500 pekerjanya bakal kehilangan kerja. Walau dihentikan nantinya, Honda masih mempertahankan markas utama untuk Eropa. (Hfd/Tom)


Sumber: Inquirer


Baca Juga: Desain Honda City Hatchback Terkuak, Bakal Jadi Jazz Baru di Indonesia?