Menuju Industri Otomotif 4.0, Penggunaan Robot di Indonesia Masih Kurang

Menuju Industri Otomotif 4.0, Penggunaan Robot di Indonesia Masih Kurang

Otomotif Indonesia melaju dengan arah industri 4.0. Titik dengan automasi proses atau memanfaatkan robot membantu dalam produksi. Ini menjadi penting. Lantaran banyak kelebihan yang bisa dihasilkan dari automasi pada proses produksi. Efektif dan efisien, jadi basis keunggulan yang bisa didapat dengan automasi memanfaatkan robot. Sedang Indonesia dinilai masih kurang banyak mengadopsi robot, khususnya pada industri otomotif.

Memang sejumlah manufaktur industri otomotif sudah mulai melangkahkan kaki pada automasi menggunakan robot. Namun masih belum jamak. Bahkan data tahun lalu yang dipaparkan Universal Robots, Indonesia masih tertinggal soal pemanfaatan robot dalam industri otomotif dibanding negara tetangga. Universal Robots sendiri, pemain robot skala global asal Denmark yang tertarik menawarkan produknya pada Indonesia.

stimulus kemenperin

Menurut UR, dibandingkan Singapura dan Thailand, Indonesia masih tertinggal soal automasi produksi. Singapura mencatatkan rasio 658 robot per 10 ribu karyawan. Sedang Malaysia dan Thailand berada di 40-50 robot per 10 ribu karyawan. Sementara skala global, masih kata UR, rasionya 85 robot per 10 ribu karyawan. Indonesia sendiri berada di level yang mirip dengan Filipina dan India, 3-4 robot per 10 ribu karyawan.

Paparan itu menggambarkan kurangnya jumlah robot yang digunakan. Padahal dalam skala industri 4.0, pemanfaatan robot kemudian jadi salah satu kunci mengoptimalkan produksi. 

Baca juga: Anggota Gaikindo Sepakat Ikuti PP73/2019, Keluarkan Produk Ramah Lingkungan

Industri Otomotif Indonesia Pengguna Robot

Seperti disebut di awal, sejumlah manufaktur sudah memanfaatkan robot dalam proses produksi. Menurut Kukuh Kumara, Sekjen Gaikindo, pabrikan otomotif di Indonesia sudah mengadopsi teknologi robot. Digunakan untuk pengelasan (welding), mengecat, pengerjaan bodi dan beragam aktivitas lain.

"Industri otomotif Indonesia makin kompetitif daya saingnya, karena sudah banyak menggunakan teknologi robot. Namun, memang proses adopsinya dilakukan secara bertahap. Karena tetap dihitung nilai keekonomiannya saat digunakan dalam satu tahapan produksi kendaraan," ujar Kukuh.

pabrik welding

Di antara sejumlah manufaktur otomotif, Astra Daihatsu Motor (ADM) yang punya pabrik pembuatan mobil di Sunter, Jakarta Utara dan Karawang, Jawa Barat. Pabrik Daihatsu di Sunter punya dua line produksi, sedang Karawang satu line. Masing-masing sudah didukung robot. Dengan produksi total gabungan 530 ribu unit per tahun. Per hari, pabrik Daihatsu bisa menelurkan 2.000-an unit.

Kemudian ada DFSK dengan pabriknya di Cikande, Serang, Banten. Sejak awal, membangun pabrik yang diklaim sudah berstandar industri 4.0 dan hampir 80 persen proses produksi merupakan automasi oleh robot.

Universal Robots

Dengan alasan Indonesia masih sangat menjanjikan untuk peningkatan automasi. Universal Robots kemudian jadi salah satu yang tertarik menawarkan produk robotnya untuk menyokong industri manufaktur, khususnya otomotif. Selain tingkat produksi bisa digenjot, penggunaan robot dalam manufaktur diyakini tak bakal mengganti atau mengurangi peran manusia (tenaga kerja). Dikatakan malah justru mendorong peningkatan kompetensi untuk kemudian lebih memahami penggunaan teknologi terkini pada industri.

Urban Robots UR3

Universal Robots sendiri membanggakan salah satu produk mereka yang termasuk kategori co-bot atau robot kolaboratif. Sesuai dengan sebutannya, robot kolaboratif bisa beroperasi bersamaan dengan orang (operator) tanpa perlu pemahaman yang rumit dari fungsi dan sistem robot itu sendiri. Selain itu, dimensinya diklaim ringkas dan bisa menghemat tempat.

Produk kreasi UR Disebut dengan UR3, berbentuk seperti lengan dengan enam sendi. Untuk memudahkan pengoperasian, UR menciptakan sebuah situs khusus bernama Universal Robots+ (UR+). Platform ini berfungsi menyediakan informasi cara mengoperasikan robot UR, tanpa panduan khusus seorang teknisi ahli mesin. Sebagai informasi, Universal Robots memiliki fasilitas produksi di Denmark. Sementara untuk fasilitas pengembangan dan riset (R&D) berada di Denmark dan Boston, Amerika Serikat. (Bgx/Tom)

Baca juga: Battery Electric Vehicle Mulai Berdatangan, Terburu-Buru Masuk Zaman Setrum?

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store