Hyundai Kona Electric Siap Meluncur, Intip Spesifikasinya

Hyundai Kona Electric Siap Meluncur, Intip Spesifikasinya

Hyundai siap menggempur pasar Indonesia dengan mobil berteknologi tinggi. Model berenjin ramah lingkungan pun menjadi inovasi merek asal Korea Selatan untuk penetrasi. Sebelumnya pabrikan telah meluncurkan Ioniq Electric. Sempat menghebohkan, lantaran kedatangannya tak diduga-duga. Sementara model kedua yang memanfaatkan elektrifikasi adalah Kona.

Ya, Hyundai Motors Indonesia (HMID) memastikan bakal meluncurkannya. Hal ini diawali dengan pengenalan Kona Electric dan Ioniq Electric ke Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan. Mobil ditampilkan di area perkantoran kementerian pada 13 Agustus kemarin. Presiden Hyundai Motor Asia Pasific Headquarters, YoungTack Lee pun mengungkapkan, pihaknya melihat Indonesia merupakan salah satu pasar penting. Kehadiran kedua model pun menjadi bentuk komitmen brand dalam menyediakan solusi mobilitas pintar.

Hyundai Kona electric siap mendebut di Indonesia

“Ioniq Electric dan Kona Electric merupakan bagian dari banyak lini produk yang telah Hyundai persiapkan untuk Indonesia. Ini sejalan visi pemerintahan atas mobilitas masa depan. Kami mengharapkan lebih banyak kolaborasi yang terjadi di industri ini demi melayani tujuan yang sama,” terangnya.

Namun, tak disebutkan kapan pastinya Hyundai Kona berjantung setrum dijual di Tanah Air. Sebagai acuan, Ioniq Electric dilego Rp 569 juta off the road. Kemungkinan ada kenaikan, tapi tak jauh dari situ. Pasalnya di Amerika Serikat yang berkontribusi cukup besar, membanderol opsi dasarnya senilai US$ 37.190 atau Rp 551,7 jutaan. Lantas seperti apa spesifikasinya?

Secara dimensi beda tipis dengan versi peminum bensin. Panjangnya 4.180 mm, lebar 1.800 mm dan tinggi 1.555 mm. Hyundai menyetel jarak sumbu roda 2.600 mm dan berat kotornya 2.170 kg. Berdasarkan situs global, kaki-kaki diperkuat pelek alloy 17 inci berbalut karet bundar 215/55. Desainnya unik, berupa bilah lebar berdetail bintik.

Hyundai KONA Electric

Wujud unit elektrik punya pahatan sama. Walau tak segalak model pembakaran bahan bakar minyak. Wajah dihiasi grille model tertutup, persis Ioniq Electric. Ini memastikan kemampuan aerodinamis menjadi lebih optimal. Mengingat mobil tak memerlukan saluran pendinginan layaknya jantung mekanis konvensional. Di baliknya juga tersimpan colokan untuk pengisian daya. Lalu mata sipit bertindak sebagai daytime running light LED terpasang. Keduanya dihubungkan garnish mengilap dengan logo Hyundai di tengah. Berada di bawahnya terpasang penerangan utama dalam bingkai trapezoid bersama sein. Nuansa sporty pun terwujud berkat imbuhan lubang di samping bumper.

Sisi samping terpajang fender dan side skirt kontras bodi, menandakan model berkonsep crossover. Tampang belakang masih mengimplementasikan desain yang terbilang ‘nyeleneh’. Bokong besar dengan selipan stoplamp tipis, terbelah pintu bagasi. Dekat fender terdapat lagi lampu yang berfungsi sebagai indikator belok.

Dapur pacu tersedia dalam dua varian. Paling bertenaga dibekali motor ber-output 204 PS. Momen puntir instan tercipta sebesar 395 Nm. Dibutuhkan 7,6 detik baginya melesat dari posisi nol ke 100 kpj, dengan kecepatan puncak 167 kpj. Unit ini dibekali baterai 64 kWh yang diklaim punya daya jelajah 482 km.

Kona Electric interior

Varian bawahnya mengandalkan dinamo bertenaga 136 PS. Tapi torsinya sama. Melaju dari nol ke 100 kpj lebih lambat 2 detik, tepatnya 9,7 detik. Kecepatan tertinggi dapat menyentuh 155 kpj. Kemampuan tualangnya tentu lebih rendah, yakni 312 km. Lantaran baterai digunakan berkapasitas 39,2 kWh.

Menariknya, pengaturan transmisi tak mengandalkan tuas. Melainkan empat tombol membentuk tanda tambah, terdiri dari Park (P), Neutral (N), Drive (D) dan Reverse (R). Hal ini selain memudahkan, turut memberikan kesan lapang pada kabin. Tak hanya itu, rem tangan digantikan model elektronik.

Kapabilitas pengisian daya turut bervariasi. Tergantung jenis arus. Bila memanfaatkan fast charging arus searah (DC) 100 kW, dibutuhkan 54 menit untuk menimbun energi dari posisi nol ke 80%. Disediakan pula charger on-board 7,2 kW. Tapi butuh waktu lama, bertipe arus bolak-balik (AC), setidaknya 9 jam 35 menit. Fungsi praktis dan menguntungkan turut disajikan, seperti charging time reservation yang mengaktifkan sistem charging saat waktu off-peak. Pengguna juga dapat mengatur batas pengisian, sehingga menghemat biaya.

Ruang dalam mobil tampak futuristik dan minimalis. Terutama pada konsol tengah. Pusat hiburan didukung layar sentuh dengan dua ukuran (tergantung varian) 7 dan 8 inci. Pada sisi pengemudi disokong panel instrumen digital yang menampilkan berbagai informasi. Masih ditambah head-up display guna meningkatkan keseruan mengemudi. Fitur terkini dibenamkan, seperti wireless charging untuk smartphone, pengatur AC yang bisa diseting menyala pakai timer saat diisi daya baterainya. Termasuk jok berventilasi dan pemanas. Geser ke atas, terpajang sunroof yang memberikan aura premium. Soal kapasitas bagasi, Kona memiliki volume 332 liter. Masih dimaksimalkan dengan melipat bangku belakang.

Kona Electric safety

Fitur keselamatan pun lengkap tersaji. Pertama ada Forward Collision-avoidance Assist (FCA) yang bisa disetel dalam tiga tingkatan. Memanfaatkan sensor kamera, pengemudi bakal diingatkan secara visual dan suara. Bahkan mampu mengintervensi pengereman untuk mencegah tabrakan. Selanjutnya Blind Spot Collision Warning (BCW), Rear-Cross Traffic Collision Warning (RCCW) dan Lane Keeping Assist (LKA).

Perangkat standar yang banyak ditemukan pada mobil-mobil terkini, seperti High beam assist (HBA). Tak hanya itu, penerangan juga dibekali Low beam assist (LBA-S). Arah pencahayaan mengikuti pergerakan mobil saat bermanuver. Sehingga memberikan visibilitas lebih baik. Ada pula Driver attention warning (DAW) yang menganalisa langsung perilaku pengemudi berdasarkan input sudut kemudi, posisi mobil di jalur dan torsi setir. Bila ada indikasi kelelahan, sistem langsung memunculkan peringatan. Perangkat keamanan terakhir adalah Intelligent speed limit warning (ISLW). (Hfd/Tom)

Baca juga: Teknologi AC Anyar Hyundai Sanggup Menghadirkan Udara Lebih Berkualitas