BMW i8 Terakhir Resmi Keluar dari Pabrik Mengenakan Baju Portimao Blue

BMW i8 Terakhir Resmi Keluar dari Pabrik Mengenakan Baju Portimao Blue
Gambar
Review Pengguna

Meski melenceng dari rencana awal, eksekusi suntik mati BMW i8 akhirnya terlaksana. Usai sudah perjalanan selama enam tahun, mengawali sub-brand BMW i sekaligus menjadi penggerak inovasi. Menciptakan kenangan, i8 terakhir keluar dari pabrik mengenakan baju spesial Portimao Blue.

Bukan sebuah kejutan bahwa perjalanan sportscar PHEV BMW selesai tahun ini tanpa penerus langsung. Ia sebenarnya diagendakan menutup pintu pabrik Leipzig, Jerman pada April lalu. Pandemi membuat operasional pabrik terhenti sehingga turut menunda perakitan i8 terakhir. Setelah kembali beroperasi, akhirnya i8 terakhir resmi keluar dengan gaya spesifik.

BMW i8 plug-in hybrid EV

Dilansir dari BMWBlog, total 18 unit edisi final disiapkan sesuai keinginan anggota BMW i8 Club. Nah, kemungkinan, paling spesial adalah model terakhir: Roadster dikelir Portimao Blue. Konon ialah satu-satunya i8 yang mengenakan baju demikian. Terlepas dari itu, i8 tetap terlihat futuristis mau dibalut warna apapun. Tak mengherankan bila orang awam mengira ia merupakan model masa depan, padahal sudah dirilis sejak 2014. Bahkan versi konsep, BMW Vision EfficientDynamics, dikenalkan pada 2009.

Baca Juga: BMW Tuntaskan Proses Homologasi iX3, Akan Meluncur Sesuai Rencana

Semua berkat rancangan eksentrik untuk menciptakan kesan hadir dari masa depan. Banyak kontur bertumpuk diterapkan di sekujur tubuh, ditambah pintu yang membuka ke atas. Apalagi kalau melihat ke belakang. Kesan buritan mengambang dari kelir hitam, berikut panel menyirip semakin menguatkan nuansa.

BMW i8 roadster

Ya, i8 bukanlah penyumbang kuantitas terbanyak –diproduksi 20.500 unit saja. Namun, ia merupakan pencetus inovasi bagi BMW masa kini. Ambil contoh Laserlights, i8 merupakan mobil produksi pertama menganut teknologi pencahayaan dari sinar laser. Sekarang? Bisa dilihat 3er G20 di Indonesia menganut perangkat ini sebagai standar. Selain itu, pengembangan struktur serat karbon dapat dinikmati edisi performa hingga sang flagship 7 series atau 8 series.

Juga dari sisi powertrain, i8 menjadi terobosan pada masanya. Sistem plug-in hybrid mengandalkan pemacu tiga silinder dibarengi satu motor listrik. Komposisi ini sanggup menghasilkan tenaga sebesar 357 hp dibarengi torsi berlimpah 570 Nm, didukung kemampuan berjalan dalam mode elektris. Tidak selesai sampai disitu, ia mendapatkan revisi output berikut peningkatan kapasitas baterai pada 2018. Di saat itu tenaga meningkat sampai 369 hp.

Lewat i8, para insinyur BMW mendapat semakin banyak keahlian terkait elektrifikasi. Hal ini memungkinkan percepatan rencana elektrifikasi. Satu per satu model hybrid bermunculan, pun BMW menargetkan minimal 25 model elektris di pertengahan dekade ini. Minimum 12 unit berupa hybrid sementara sisanya full-EV. Banyak pergerakan sub-brand BMW i bisa dinanti dalam waktu tak terlalu jauh, di antaranya peluncuran iX3, i4, sampai iNext. (Krm/Odi)

Sumber: BMWblog

Baca Juga: Alpina Hadirkan B5 dan D5 S, BMW 5-Series Versi Brutal asal Buchloe

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store