Bukan Cuma Listrik Murni, Inchcape Sebut Hybrid dan Diesel Modern Masih Relevan
Transisi elektrifikasi di Indonesia tak melulu soal EV murni. Inchcape menilai hybrid dan diesel modern tetap punya peran penting dalam strategi dekarbonisasi nasional.
Perjalanan elektrifikasi di Indonesia memasuki babak baru yang lebih matang pasca gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026. Alih-alih hanya berfokus pada satu jenis teknologi, pasar otomotif nasional kini bergerak menuju fase dekarbonisasi yang lebih terstruktur melalui strategi diversifikasi teknologi atau multi-pathway.
KEY TAKEAWAYS
Apakah hybrid masih relevan di Indonesia tahun 2026?
Ya. Berdasarkan studi Inchcape, 36% responden Asia-Pasifik menilai hybrid sebagai solusi paling seimbang antara efisiensi biaya dan keberlanjutan.Mengapa diesel modern masih dipertahankan?
Karena Indonesia memiliki kondisi geografis luas dan kesiapan infrastruktur berbeda-beda, sehingga strategi multi-pathway dianggap lebih realistis.Langkah ini didukung oleh temuan terbaru dari studi global Drivers of Change yang dilakukan oleh Inchcape pada Februari 2025 di tujuh negara Asia-Pasifik. Hasil studi tersebut menunjukkan optimisme yang sangat kuat terhadap New Energy Vehicles (NEV). Di tingkat regional, 83% responden memandang positif kendaraan elektrifikasi. Namun, Indonesia mencatatkan angka yang lebih impresif, di mana 88% konsumen domestik memberikan sentimen positif, melampaui rata-rata regional.
Keputusan Rasional Berbasis Infrastruktur
Meski antusiasme tinggi, adopsi kendaraan listrik di Indonesia tetap menjadi keputusan yang rasional dan terukur. Faktor harga masih menjadi pertimbangan utama bagi 68% responden, diikuti oleh daya tahan baterai (40%) dan ketersediaan infrastruktur pengisian daya (34%). Hal ini menunjukkan bahwa konsumen Indonesia tidak hanya sekadar mengikuti tren, tetapi juga mempertimbangkan kesiapan ekosistem pendukung.
Foto: Inchcape“Survei ini menunjukkan bahwa konsumen Indonesia mendekati elektrifikasi secara deliberatif dan kontekstual. Tingkat sentimen positif sebesar 88% mencerminkan kepercayaan publik terhadap arah elektrifikasi. Pada saat yang sama, keputusan pembelian tetap mempertimbangkan keterjangkauan, akses infrastruktur, dan kebutuhan mobilitas sehari-hari,” ujar Bagus Susanto, Interim Managing Director Inchcape Indonesia.
Data kinerja pasar sepanjang 2025 memperkuat temuan ini. Pangsa pasar kendaraan listrik murni (Battery EV) tumbuh dari 5% menjadi 12%, sementara model hybrid dan plug-in hybrid terus menunjukkan grafik peningkatan yang konsisten.
Diversifikasi sebagai Kunci Transisi
Mengingat luasnya wilayah geografis Indonesia dengan tingkat kematangan infrastruktur yang beragam, strategi penyediaan berbagai opsi teknologi menjadi krusial. Secara regional, 36% responden menilai kendaraan hybrid sebagai solusi paling seimbang antara efisiensi biaya dan keberlanjutan untuk saat ini.
Foto: OTOBagus Susanto menekankan bahwa strategi Inchcape tidak terpaku pada satu jalur tunggal. “Strategi kami berfokus pada penyediaan berbagai opsi teknologi, bukan menetapkan satu jalur tunggal. Pendekatan terdiversifikasi memungkinkan elektrifikasi berkembang selaras dengan kesiapan infrastruktur dan preferensi konsumen,” jelas Bagus.
Implementasi nyata dari strategi ini terlihat di IIMS 2026, di mana Inchcape melalui GWM (Great Wall Motor) meluncurkan Tank 500 Diesel. Kehadiran SUV diesel premium ini melengkapi lini produk hybrid dan kendaraan listrik yang sudah ada, sekaligus merefleksikan filosofi global GWM: “All Scenarios, All Powertrains, All Users.”
Pertumbuhan Penjualan dan Keselarasan Ekosistem
Pendekatan diversifikasi terbukti efektif dalam menarik minat pasar. Sepanjang tahun 2025, Inchcape mencatatkan lonjakan penjualan yang signifikan, dengan pertumbuhan wholesales sebesar 105% (1.628 unit) dan retail sebesar 115% (1.449 unit). Menariknya, kontribusi volume penjualan datang dari berbagai jenis powertrain, mulai dari Ora 03 (24%), Tank 300 Diesel 4x4 (22%), hingga Tank 300 Hybrid (15%).
Foto: InchcapeMenuju target elektrifikasi nasional tahun 2030, Inchcape meyakini bahwa keberlanjutan pertumbuhan akan sangat bergantung pada kolaborasi ekosistem. “Elektrifikasi berkembang melalui keselarasan ekosistem. Produsen menghadirkan inovasi, pembuat kebijakan menyediakan kepastian regulasi dan insentif, distributor memperkuat kesiapan ritel dan layanan, dan konsumen pada akhirnya menentukan laju adopsi,” pungkas Bagus.
Pasca IIMS 2026, arah transformasi industri otomotif Indonesia semakin jelas: sebuah transisi yang adaptif dan seimbang, di mana kendaraan konvensional, hybrid, dan listrik murni berjalan berdampingan demi masa depan yang rendah karbon. (STA/TOM)
Baca juga:
Geely Catat 1.776 Pemesanan Unit dan 2.000 Sesi Test Drive di IIMS 2026
GAC Kantongi 2.095 SPK di IIMS 2026, AION UT Sumbang Hampir Setengah Penjualan
Jual mobil anda dengan harga terbaik
Pembeli asli yang terverifikasi
IIMS 2026
Tren & Pembaruan Terbaru
- Terbaru
- Populer
Anda mungkin juga tertarik
- Berita
- Artikel feature
Mobil Pilihan
- Terbaru
- Yang Akan Datang
- Populer
Video Mobil Terbaru di Oto
Artikel Mobil dari Carvaganza
Artikel Mobil dari Zigwheels
- Motovaganza
- Tips
- Review
- Artikel Feature