Teknologi Mobil Modern Untuk Lingkungan Yang Lebih Baik

Teknologi Mobil Modern Untuk Lingkungan Yang Lebih Baik

Sejak 1974, lembaga internasional, Perserikatan Bangsa-Bangsa menetapkan 5 Juni sebagai World Environment Day (WED) atau Hari Lingkungan Sedunia. Sebuah hari penting untuk memperingati dan mengampanyekan kesadaran dalam sebuah aksi melindungi lingkungan.

Ironisnya, industri otomotif disebut sebagai garda yang cukup lemah meneriakkan kepedulian akan lingkungan. Asumsinya berdasar pada jumlah mobil yang sudah diciptakan dan diklaim sebagai perusak lingkungan, tapi benarkah?

Kami rasa hal ini sudah makin luruh. Lihat saja aksi para pabrikan yang mulai melakukan aksi kepeduliannya pada lingkungan bukan hanya dalam bentuk Corporate Social Responsibility (CSR) atau produk sekunder, namun pada produk jualan utama mereka, mobil.

Berikut kami rangkum untuk Anda, jenis-jenis mobil yang juga turut meneriakkan WED, lewat teknologinya.

Mobil Rendah Emisi

Kenal Suzuki Celerio? Yup, mobil bermesin bensin konvensional berkapasitas 1.0 liter ini ternyata menyandang mobil paling rendah emisi untuk kelas mesin bensin. Kami pun cukup takjub atas hasil yang dirilis nextgreencar, sebuah lembaga asal Inggris yang menetapkan Celerio sebagai yang terbaik dari 10 mobil dengan emisi terendah. Emisi yang rendah tentu berarti makin minimnya efek buruk pada lingkungan.

Celerio, mobil paling ramah lingkungan

Celerio adalah sebuah model city car global yang dirilis Suzuki. 2015 lalu, ia sudah hadir dan dijual di Indonesia dengan harga Rp 140 jutaan. Tapi spesifikasi dari Celerio yang dijual di Inggris tentu sedikit berbeda. Mesin 1.0 liternya sudah dilengkapi dengan teknologi DualJet, yakni injektor ganda yang dipasang berdampingan dan sangat dekat dengan ruang bakar. Tujuannya adalah untuk mempercepat proses vaporisasi dan penyuntikkan bahan bakar yang lebih efisien. Hasilnya? Mesin yang pembakarannya kian sempurna, lebih bertenaga, namun rendah emisi. Tingkat emisi CO2nya pun hanya 84 g/km (rata-rata mobil lain 130-140 g/km).

Mobil Paling Irit Bahan Bakar

Peugeot 208. Yup, hatchback asal pabrikan Perancis ini memang tak pernah jauh dari daftar mobil paling irit bahan bakar. Makin rendahnya konsumsi bahan bakar tentu akan mengurangi emisi, juga konsumsi dari material minyak yang akan menggerus ekosistem. Nah kali ini Nextgreencar merilisnya sebagai mobil paling hemat bahan bakar di bawah Toyota Mirai. Lho, kenapa Mirai kami acuhkan, tidak namun kami menggesernya. Sebab Mirai bukanlah mobil berbahan bakar bensin, karenanya kami masukkan ia ke kategori lain.

208 mobil paling irit

Di Indonesia, 208 yang dijual adalah varian performa tinggi, yakni 208 GTI. Mesin yang digunakan adalah EP6CDTX Turbo bertenaga 200 PS. Sedangkan unit mesin yang diklaim paling efisien oleh Nextgreencar adalah 1.2 liter 3-silinder puretech dengan produksi tenaga hanya 76 PS.

Mampu mencapai 63 MPG (Miles Per Galon) atau sekitar 26 km/liter dengan rute jelajah kombinasi. Beberapa fitur yang membantunya menjaga efisiensi adalah Auto Start/Stop dan turbocharger. Tak hanya itu, direct injection juga sudah diaplikasikan pada mesin yang bobotnya sudah direduksi drastis dengan material yang ringan. Bahkan mesin ini pernah didapuk penghargaan Engie of The Year 2014 di Inggris sana.

Mobil Listrik

Kami sengaja memasukkan variabel ini dalam artikel kami, soalnya, meski terdengar futuristik, namun memang benar adanya mobil tanpa mesin bakar konvensional, dan memanfaatkan motor elektrik saja, sudah dijual di Indonesia.

Tesla menyguhkan keunggulan mobil listrik

Emisi? Coret itu dari daftar, bahkan knalpot saja mobil ini tak punya. Wajar saja, soalnya Tesla Model S memanfaatkan motor listrik dengan sumber tenaga energi listrik yang dialirkan melalui metode Plug In. Sayang, infrastruktur di Tanah Air belum mendukung teknologi ini, karenanya pemilik pun cukup kebingungan untuk mengisi daya yang membutuhkan soket dengan output 10.000 watt.

Sedan empat pintu ini dijual oleh Importir umum, Prestige Motorcars, di bilangan Pluit, Jakarta Utara. Meski tak memiliki mesin konvensional, namun tenaganya hanya kurang 9 PS dari Lamborghini Aventador LP700-4. Yakni mencapai 691 PS. Prestige menjual mobil ini di kisaran harga Rp 1,8-2 milliar (off the road), atau sekitar harga Mercedes-Benz E-Class.

Mobil Hidrogen

Ingat Toyota Mirai? Sebuah mobil futuristik yang dibawa Toyota Indonesia di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2015 lalu? Mobil ini langsung menjadi pemuncak tangga mobil paling irit bahan bakar dan mobil paling rendah emisi. Yup, bahan bakar, sebab memang masih ada bahan yang perlu diolah di mobil ini, cukup berbeda dengan mobil listrik yang tak ada pengolahan bahan menjadi tenaga listrik. Mirai masih membutuhkan proses pengolahan hidrogen yang bernama elektrolisis.

Mirai menjadi mobil Hidrogen pertama

Reaksi kimia terjadi ketika hidrogen yang disuntikkan ke mobil bertemu dengan oksigen yang disarikan dari udara dari luar kendaraan. Toyota mengolah hidrogen dan oksigen menjadi daya listrik melalui alat bernama FC-Stack. Dari daya listrik yang dihasilkan FC-Stack, energy itu disimpan di baterai Lithium-ion untuk kemudian digunakan motor untuk menciptakan daya gerak. Output dari pengolahan hidrogen dan oksigen ini bukanlah asap karbon CO2 layaknya mobil konvensional, namun air. Jadi jangan heran jika ia kerap disebut mobil tanpa emisi, sama sekali, bahkan membuang zat yang berguna, yakni air (H20).

Mirai memang masih belum dijual di Indonesia, sebab belum ada fasilitas pengisian Hidrogen di tanah air, namun di Inggris sana, Mirai dijual dengan harga GBP 65.500 atau sekitar Rp 1,1 milliar. Sedan 4 pintu ini memiliki kapasitas angkut 5 penumpang dengan tingkat konsumsi bahan bakar (hidrogen) 42 km/liter.

Mobil Hybrid

Mobil jenis ini mungkin adalah teknologi hemat bahan bakar yang bisa Anda dapat dengan mudah. Pasalnya beberapa merek di Indonesia sudah menjualnya, bahkan sejak beberapa tahun lalu. Teknologi mesin hibrida merupakan teknik menggabungkan dua jenis mesin, umumnya bensin dengan motor listrik untuk mendapatkan kombinasi manfaat tanpa memerlukan fasilitas infrastruktur pendukung khusus seperti mobil listrik. Pasalnya mobil hibrida meski mempunyai motor listrik, namun energi listriknya tak didapat dari proses pengecasan plug-in, melainkan dari memanen energi kinetik yang dikonversi oleh generator menjadi energi listrik, dan disimpan dalam baterai.

Camry Hybrid juga dijual di Indonesia

Saat ini di Tanah Air, ada beberapa model mobil hibrida yang dijual masal, Toyota Camry Hybrid, Honda CR-Z, Toyota Prius, Lexus ES 300h, LS 600hL, dan Nissan All New X-Trail Hybrid. Konsumsinya? Bisa lebih irit sampai 50% dari versi mesin konvensionalnya. Bahkan, Toyota Camry Hybrid, yang sempat kami jajal, misalnya, bisa berjalan hanya mengandalkan motor listriknya saja ketika di kecepatan rendah. Pasti hemat bahan bakar, dan mengurangi drastis efek negatifnya pada lingkungan, bukan?

Baca Juga: 10 Teknologi Mobil Balap Yang Diaplikasikan Pada Mobil Harian

Sumber foto: WED2106.com, Newspress

Coronavirus

Anda mungkin juga tertarik

  • Yang Akan Datang

Video Mobil Terbaru di Oto

Oto
Tonton Video Mobil