Proses Panjang Perakitan Toyota Sienta

Proses Panjang Perakitan Toyota Sienta

Acara roll-out Toyota Sienta di pabrik Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) siang tadi membuat kami tersadar. Betapa sulitnya menentukan produk apa yang akan dijual. Selain investasi, untung dan rugi, produsen mobil juga harus punya visi yang jauh kedepan. Kalaupun meleset, paling tidak mereka tidak ‘rugi-rugi amat’.

Kenapa kami angkat topik ini? Karena Toyota mencontohkan, dan barangkali juga berlaku untuk semua produsen mobil, mereka harus punya visi yang jauh ke depan. All New Toyota Sienta baru menginjak dua generasi, dimana generasi pertama yang tidak hadir di Indonesia, diproduksi sejak 2003 hingga tahun 2015 lalu. Nah, Sienta yang baru ini, sudah direncanakan untuk dijual dan diproduksi di Indonesia tahun 2011 lalu.

Toyota Sienta Resmi Bergulir Dari Pabrik TMMIN

Itu artinya, Toyota mulai memasuki tahapan redesign Sienta tahun 2011, atau mungkin sebelumnya, dan sudah merencanakan pasar mana yang akan dimasuki. Lebih jauh lagi, dimana tempat yang secara modal paling efektif, kalau mereka mau meluaskan pasar MPV mungil berkapasitas tujuh penumpang ini.

Indonesia, yang saat itu sedang booming Honda Freed, pesaing langsung Sienta, dan menjadi basis produksi Freed di luar Jepang, langsung menjadi target. Insinyur Toyota di Indonesia dan Jepang langsung berembuk untuk menentukan kemungkinan Sienta dibuat di Karawang. Saat itu kami yakin mereka belum terpikirkan siapa saja yang menjadi suplier komponen, atau mungkin belum tahu apakah TMMIN bisa merakitnya atau tidak.

Namun beberapa kali sebuah mobil berbentuk kotak, dengan kamuflase hitam hilir mudik di jalanan Indonesia, beberapa lama setelah Freed dipasarkan. Beberapa media sempat menulis, itulah Toyota Avanza generasi berikutnya, namun desainnya yang terlalu bergeser jauh, membuat pengamat otomotif sangsi. Hingga diumukan bahwa Sienta akan resmi masuk ke Indonesia, mobil tersebut masih misteri besar di kalangan pecinta otomotif Tanah Air.

Kerjasama Karawang-Sendai

Sienta Dirakit oleh TMMIN

Namun ditunjuknya TMMIN sebagai pembuat Sienta di luar Jepang bukan proses yang mudah. Tahun 2011 itu adalah dimana para perencana TMMIN dan Toyota Astra Motor (TAM) sebagai APM berdiskusi soal apa rencana mereka di masa yang akan datang. Indonesia yang gandrung MPV membuat jenis ini berada di urutan teratas. Di Jepang, proses redesign Sienta juga sudah mendesak, karena MPV berbasis Yaris ini sudah mulai menua, dan hanya mengalami polesan yang bersifat kosmetis.

Kesepakatan antara Toyota Indonesia dan Toyota Motor East Japan (TMEJ) yang berpusat di Sendai, Jepang, akhirnya ditanda tangani, dan inilah untuk pertama kalinya Toyota Indonesia bekerjasama dengan salah satu cabang Toyota, yang merakit Sienta itu. Kesulitan berikutnya adalah, TMEJ boleh saja mendesain dan merakit Sienta. Namun Indonesia punya pasar dengan kriteria yang berbeda dengan Jepang. Karena itu, perjuangan tahap kedua adalah menyesuaikan spesifikasi yang tepat untuk Sienta Indonesia.

Sienta jalani uji mendalam

Menurut rilis yang kami terima, salah satu contoh yang mengakomodir kebutuhan pasar Indonesia adalah ground clearance yang lebih tinggi 25 mm. Dan Anda pasti paham kenapa. Selain itu, Sienta berbalut kamuflase tadi juga diuji dengan sadis. Contohnya adalah melewati genangan air setinggi 30 cm, yang mensimulasikan banjir. Hasilnya? Tim engineer Toyota Indonesia harus mendesain ulang karet seal di beberapa titik, supaya air tidak mengganggu mobil.

Selesai? Tentu saja belum. Tahun 2011 itu juga TMMIN mengirimkan secara bertahap 170 tenaga handalnya, untuk ikut proses desain dan merakit Sienta di pabrik Sendai. Selain merakit, mereka juga harus memberikan masukan kepada tim desain mengenai kendala yang dihadapi, untuk Sienta yang akan dipasarkan di Jepang sendiri. Sementara itu, para suplier mulai mengirimkan contoh produk mereka ke Sendai untuk dipasangkan di Sienta, dan kemudian memastikan bahwa semuanya bekerja sebagai mana mestinya. 80 Persen Lokal

Komponen Sienta lokal

Sementara itu, TMMIN memulai investasi untuk pembuatan calon back bone mereka ini. Toyota mengucurkan tidak kurang dari Rp 2,5 trilyun untuk melengkapi pabriknya dengan perlengkapan pendukung perakitan Sienta. Dengan modal itu, mereka bisa mentargetkan untuk membuat 4.000 unit sebulan, dengan sekitar 500 unit untuk pasar ekspor.

Lebih dari itu, menurut rilis TMMIN, Sienta yang terdiri dari 2.800 komponen di dalam tubuhnya, kini memiliki 80 persen komponen yang dibuat di Indonesia, melalui 139 penyedia yang tersebar mulai dari Karawang hingga suplier di Jogjakarta dan Surabaya. Mesin 2NR-FE yang digunakan adalah salah satu mesin baru, yang juga dibuat di Karawang (TMMIN Plant 3). Tidak hanya untuk Sienta, tapi pabrik ini juga melayani pasar ekspor untuk pabrik Toyota di berbagai negara.

Sienta Ditargetkan dibuat 4.000 Unit per bulan

Kenapa 'kok' tanggung hanya 80 persen yang berhasil dibuat lokal? Sepertinya ada beberapa faktor yang mempengaruhi terutama dari segi material. Saleh Husin, Menteri Perindustrian Republik Indonesia juga agak menyayangkan kenapa tidak bisa menambah produk lokal lagi. Secara spesifik beliau bahkan meminta agar Toyota bisa merakit transmisi CVT di Karawang, yang langsung disambut senyuman oleh jajaran manajemen Toyota Motor Corporation Jepang, yang hadir di acara Roll Out Sienta.

Sebagai informasi, untuk Sienta, bagian seperti transmisi dan beberapa komponen bergerak seperti as roda, masih diimpor dari Filipina, ataupun Jepang. Hal ini berbeda dengan Avanza atau Innova yang komponen lokalnya mendekati 95 persen.

Kini, Sienta sudah mulai dijual. Pertanyaan kedua kemudian muncul. Sesulit apakah mobil ini diterima oleh pasar? Apakah kerja keras Toyota Indonesia akan terbayarkan? Hanya waktu yang akan menjawab. Namun pasar yang sedang jenuh dengan Freed, tapi memerlukan MPV seperti itu, seolah menjadi pembuka jalan. Paling tidak hingga Freed generasi kedua dihadirkan di Indonesia.

Baca Juga: Perebutan takhta city car Indonesia

Jelajahi Toyota Sienta

Toyota Sienta Rp 258,1 - Rp 294,4 Juta Cicilan : Rp 5,89 Juta

Bandingkan & Rekomendasi