• Wishlist

Ini Lima Medium SUV Jepang Bekas Seharga Kia Seltos

Ini Lima Medium SUV Jepang Bekas Seharga Kia Seltos

Kia Seltos jadi pilihan menarik bila sedang ngidam SUV. Meski berukuran kompak, gayanya mencirikan ketangguhan orisinal nan berkelas. Belum lagi didukung puntiran kuat mesin turbo. Anda pun tidak perlu siapkan bujet Rp 400 juta lebih. Namun jangan dulu gegabah, ada opsi lain kalau berencana membeli ‘mobil tinggi’. Daftar SUV bekas ini mungkin sanggup memikat hati.


Toyota Fortuner sebelum ganti model


Toyota Fortuner 2015


Rentang Rp 295 - 355 juta dapat digunakan untuk menebus Toyota Fortuner 2015. Di pasar mobkas, banyak penjual menjajakan dari Rp 295 – 340 jutaan. Seluruh varian dijual variatif di rentang harga ini. Sebaiknya pilih TRD Sportivo. Selain pajak lebih murah (berpenggerak dua roda), desain sporty cukup membantu tampilan awet muda. Tak masalah juga kalau ingin 4x4, tipe G diesel 4x4 hampir setara Seltos EX+.


Edisi penutup TRD sendiri berbasis tipe G dengan rancangan nuansa sporty. Toyota meminimalisir elemen kromium di sekujur tubuh. Di tampilan luar, ditemukan perbedaan grille berbingkai tebal dengan dalaman hitam, serta ada penambahan bodikit. Kendati begitu, suasana kabin kurang lebih serupa tipe G biasa. Terdapat balutan fabric berbulu mendominasi ruang penumpang. Di samping itu, material kulit dan trim kayu menghiasi beberapa sudut. Khusus tipe V dibuat lebih mewah berkat penggunaan leather di kabin.


Baca Juga: Komparasi Small SUV Korea, Pilih Kia Seltos atau Hyundai Kona?


Urusan fitur masih terbilang lengkap untuk standar masa kini. Head unit sudah model touchscreen walau hanya disediakan konektivitas melalui USB, Aux, dan Bluetooth. Persis di bawah sistem infotainment, Kontrol AC telah mengenakan sistem otomatis. Dalam setir, yang hanya dapat diatur secara tilt, tersemat tombol pengaturan audio dan display MID. Tak ketinggalan peranti sensor untuk parkir serta sudut luar.


Jika mencari torsi besar, sila pilih unit bermesin diesel 2KD-FTV dengan sokongan Variable Nozzle Turbo (VNT). Ia unggul berkat momen puntir sebesar 343 Nm. Lantas bila ingin suara mesin halus, ada varian bensin 2.7 liter. Kendati torsi tak sebesar diesel, unit ini unggul di sektor tenaga (160 PS lawan 144 PS). Keduanya tersedia dalam pilihan transmisi otomatis atau manual.


Mitsubishi Pajero Sport bekas


Mitsubishi Pajero Sport 2015


Opsi medium SUV lain datang dari pabrikan berlogo tiga berlian, yakni Mitsubishi Pajero Sport. Mengacu harga Seltos, paling mungkin membeli unit keluaran 2015. Model di tahun berikutnya di luar bujet lantaran ada pergantian ke generasi teranyar. Harga pun masih kuat bertahan di angka Rp 400 jutaan. Tapi tak masalah juga, penutup generasi awal ini baru menyentuh usia 5 tahun dan Anda mendapat kasta tertinggi Dakar.


Varian atas ini diberikan kelengkapan komplet di masanya. Di sektor eksterior, pendar lampu memanfaatkan unit proyektor HID dibantu peranti Auto Levelling. Juga terdapat headlamp washer bak mobil Eropa. Perlengkapan ini dibungkus penampilan gagah : melalui bukaan sepatbor besar dan over fender tebal. Masuk kabin, pasti terasa pancaran aura premium. Mitsubishi mengutamakan penggunaan material leather untuk membungkus jok dan doortrim.


Soal fitur interior, tentu tak luput dari perhatian. Ada sistem navigasi terintegrasi di dalam perangkat multimedia layar lebar 2DIN. Agar menggugah saat berkendara di jalan raya, melekat paddle shift di balik setir. Meski begitu, kontrol AC cenderung terlihat kuno dan moderat tanpa tombol maupun penampang digital.


Potensi dapur pacu sudah pasti jauh melampaui Seltos. Bahkan mengungguli sang rival, Fortuner, yang saat itu sama-sama berada di pengujung usia. Unit pemacu diesel 2.5 liter 4D56 didorong turbo, menorehkan angka 178 PS dan 350 Nm di atas kertas. Khusus Dakar, hanya bersinergi bersama transmisi otomatis lima percepatan. Kalau untuk penggunaan dalam kota lebih baik pilih varian 4x2 saja sebab model 4x4 mepet di batas atas anggaran.


Generasi 4 CR-V kian canggih


Honda CR-V Prestige 2016


Tak jauh dari harga Seltos EX, Honda CR-V kelas teratas - Prestige 2.4 L - dapat dibawa pulang. Mau keluaran 2015 atau 2016 – keduanya masih satu spesies tanpa pembeda apapun. Secara umur tergolong aman, diyakini belum banyak komponen aus. Dan secara strata sosial ruas jalan kota besar, jelas lebih terpandang.


Bila dua opsi sebelum sarat akan gaya tangguh kuda pekerja keras, tidak dengan pilihan Honda satu ini. Rancangan elegan sedan diinterpretasikan jadi tubuh dan dimensi medium SUV. Hasilnya guratan melengkung mendominasi tanpa melunturkan aura macho. Sensasi sedan berkelas pun terasa kala memasuki ruang penumpang. Dasbor soft touch melengkapi pembungkusan leather di bangku dan doortrim.


Kelengkapan metropolitan berteknologi tinggi bisa jadi sanggup memukau Anda. Terdapat perhatian khusus terkait keselamatan. Diantaranya berupa Airbag enam titik dan Brake Override System. Agar menghindari selip kala menikung, atau kondisi lain, diminimalisir oleh sinergi antara EPS (Electronic Power Steering) dan VSA (Vehicle Stability Assist). Urusan kenyamanan kabin juga tak dilupakan. Ada multimedia touchscreen berikut smartphone mirroring, auto climate control, smart key with one push ignition, electric seat, dan lain-lain.


Baca Juga: Lima Generasi Selama Dua Dekade, Begini Evolusi Honda CR-V di Indonesia


Di balik bonnet tersemat jantung pacu bensin 2.4 liter. Ini merupakan opsi teratas sebelum generasi turbo melantai. Power maksimum mencapai angka 190 ps berikut momen puntir 222 Nm. Semua unit 2.4 ditawarkan dalam opsi girboks otomatis torque converter saja. Pun soal penyaluran daya tidak ada pilihan 4x4, cuma 4x2 berpenggerak roda depan.


Nissan X-Trail FRONT


Nissan X-Trail 2.5 CVT 2017


Ada CR-V ada X-Trail, begitulah kira-kira skenario kompetisi mereka. Di pasar mobkas, X-Trail tampak kurang diminati, tercermin dari harga pasaran Rp 290 – 330 jutaan. Lantas kalau hati tertuju pada X-Trail dan punya bujet Seltos, bisa digunakan untuk membeli kelas paling top 2.5 CVT. Sudah murah, dapat varian tertinggi pula.


Ia merupakan lahiran pertama dari generasi termutakhir. Jadi menyoal eksistensi di jalan, X-Trail bekas sekilas tampil up-to-date. Juga berlaku di sisi detail, ada penekanan kesan mewah melalui pendar LED headlamp berikut DRL. Masuk ke kabin, suasana kelas atas menyelaraskan rancangan luar. Ya, sama seperti trik pabrikan lain untuk melancarkan diferensiasi melalui material kulit.


Menyoal fitur kabin, jelas saja komplet mengingat ia bermain di area atas medium SUV. Terkait kenyamanan, ada pengaturan jok elektrik, climate control otomatis dual zone, dan sistem infotainment touchscreen 2DIN. Lalu tak ketinggalan usaha melindungi melalui Around View Monitor, Rear Parking Sensor. Cukup disayangkan lansiran awal ini hanya disokong dual Airbag.


Sokongan daya berasal dari unit empat silinder QR25DE 2.500 cc. Keluaran tenaga mencapai 171 ps dengan momen puntir maksimum 233,4 Nm. Jika membandingkan tenaga Seltos – meski bukan sebuah komparasi seimbang – X-Trail boleh merasa berjaya. Namun ternyata momen puntir tidak lebih unggul. Terkait girboks, Nissan tentu ingin menghadirkan karakter berbeda dengan menganut mekanisme CVT.


Mazda CX-5 2016


Mazda CX-5 Grand Touring 2016


Invasi SUV bekas Jepang sebagai alternatif belum berakhir. Ada satu pemain membawa identitas kemewahan ala Eropa, itulah esensi Mazda CX-5 Grand Touring. Strata teratas di keluarga SUV 5 seater Mazda ini menjadi model paling pas untuk dipinang. Untuk keluaran terakhir 2016 – sebelum serah terima jabatan dengan penerus – kurang lebih dilego dalam jangkauan harga Seltos EX (Rp 320 jutaan).


Lenggokan mungkin terlihat menua karena evolusi desain Mazda berkembang cukup pesat. Aplikasi Kodo Design belum sebersih dan se-menawan model terkini. Kendati begitu, aura menawan tetap terpancarkan dengan baik. Cerita sejalan mengalun ke dalam kabin. Jok kulit, material soft touch, dan trim metalik dipastikan sanggup menggugah di setiap sentuhan.


Jangan remehkan permainan teknologi, terutama terkait kontrol kendali dan safety. Mazda terkenal akan hal itu. i-Activesense membantu indera penglihatan mobil. Dukungan malam hari disokong Adaptive Front Lightning System, dan Adaptive LED Headlights. Pun tak ketinggalan eksploitasi sensor seperti Smart City Brake Support, Blind Spot Monitoring System, dan Rear Cross Traffic Alert System.


Potensi jantung cukup mumpuni di kelasnya. Ia merupakan salah satu yang terkuat, mencatatkan output 187 ps serta torsi 250 Nm. Mazda memberi tajuk Skyactiv-G, menciptakan identitas efisiensi, penuh tenaga, tanpa melupakan sisi lingkungan. Penyalur puntiran ke roda depan mengandalkan Skyactiv-Drive 6 percepatan. Diklaim perpindahan halus secepat DCT.


Simpulan


Kalau Berbicara fitur, sajian ini tentu sangat menarik. Ingin SUV tiga baris? Pilih saja Fortuner, Pajero Sport, X-Trail, atau CR-V. Mau sensasi berkelas dari sunroof? Hampir tiap penantang punya. Mesin sudah jelas bertenaga, apalagi mereka yang mengadopsi unit diesel. Soal harga pun bisa jadi setara dengan Seltos kasta terbawah.


Namun jelas ada kekurangan : sulit untuk mengetahui secara pasti track-record. Banyak hal bisa terjadi selama empat atau lima tahun, entah itu banjir, kecelakaan, atau sebatas kurang perawatan. Setidaknya Anda terpapar risiko. Selain itu, secara dimensi tak bisa dibilang kompak, mungkin sedikit merepotkan untuk komutasi harian. Jadi, disarankan pertimbangan mendalam antara membeli mobil baru atau bekas. (Krm/Tom)


Baca Juga: Kupas Tuntas Nissan Terra Varian Termahal