Segera Periksa 3 Bagian ini Jika Ingin Mobil Anda Selamat Usai Terendam Banjir

Segera Periksa 3 Bagian ini Jika Ingin Mobil Anda Selamat Usai Terendam Banjir

Musim hujan membat khawatir banyak orang termasuk pemilik kendaraan. Maklum curah hujan yang tinggi plus wilayah rumah Anda yang rendah tentunya berpotensi menimbulkan banjir. Mobil yang terendam banjir apalagi sampai masuk ke dalam kabin menjadi hal yang tidak diinginkan.

Tapi jika kondisi itu terjadi pada Anda, tentunya perlu dilakukan pemeriksaan menyeluruh agar kondisi kendaraan Anda kembali normal seperti semula. Lalu bagian-bagian mana saja yang perlu diperiksa dan membutuhkan perbaikan? Nah, berikut diantaranya:

Interior

Jika banjir cukup tinggi bukan tidak mungkin air akan masuk ke dalam kabin. Tentunya menyebalkan jika hal itu terjadi. Campuran air kotor dan lumpur berdampak buruk bagi mobil. Noda bahkan bau yang ditinggalkan tentu mengurangi sisi kenyamanan saat berkendara nantinya. Rujuk ke bengkel ahli interior detailing lantaran mereka punya peralatan khusus.

Segera mencuci dan mengeringkan seisi kabin. Ini hal pertama yang harus Anda lakukan. "Pengerjaan yang dilakukan standar, kami bongkar dulu joknya. Setelah dibongkar, kami keringkan bagian-bagian yang basah, termasuk juga membongkar karpet dasar. Semua dibersihkan dan dikeringkan lalu kami lakukan interior detailing,” kata Marketing Manager Autoglaze, Stephen Setyadi.

Selanjutnya, masuk tahapan interior detailing, seluruh permukaan interior diberikan penanganan secara khusus. Jika tidak segera dilakukan, apalagi setelah menggenang terlalu lama, flek bakal sulit diluruhkan. Jejak banjir ini menggangu secara visual. “Karena kemungkinan besar door trim atau bagian-bagian lain ada terkena noda, itu mesti dibersihkan secara khusus. Kalau tidak, apalagi kalau kena banjir cukup lama, biasanya noda menempel di door trim,” ungkapnya.

Tak hanya noda membandel, aroma kabin perlu dinetralisir dari sisa bau apek atau bahkan bau kotoran got. Obatnya adalah Ozone treatment. Ozone generator menyemburkan gas O3 demi menghilangkan bau. Langkah terakhir setelah dinetralisir yakni melakukan fogging. Diklaim ampuh untuk membunuh sisa bakteri sekaligus membunuh kuman, termasuk membuat kabin kembali wangi.

Baca juga: Ini 6 Fitur Penangkal Bahaya Saat Kala Musim Hujan

car interior

Komponen Elektrikal

Ini bagian pertama yang harus Anda perhatikan. Peran kelistrikan dan komponen komputer sangat krusial pada kinerja sebuah mobil. Nah, air adalah musuh utama mereka. Ini merupakan komponen pertama yang harus mendapat perhatian. Aep, pemilik bengkel sekaligus mekanik Aep BMW Specialist di kawasan Batununggal, Bandung, menerangkan bagian-bagian yang perlu dilihat. "Paling pertama di cek itu kelistrikan. Komponen seperti ECU, relay, sekring, dan konektor lain akan dilepas semua dan disemprot contact cleaner agar kering," katanya.

Dalam jangka panjang, hubungan antara konektor yang tidak kering malah menciptakan korosi. Problem kelistrikan pun menghantui di masa datang. Selain itu, memperparah keadaan ketika mobil dinyalakan dan peranti otak komputer atau relay masih dalam keadaan basah. "Bisa terjadi korsleting" ungkapnya.

Ia menyebutkan jika bagian-bagian ini dikeringkan dengan segera, probabilitas kerusakan unit kontrol dapat diminimalisir. Beruntung jika tidak perlu diganti lantaran harganya lumayan menguras dompet. Contoh untuk ECU BMW Seri 3 E90, dituturkan harga part bekas bisa lebih dari Rp 11 juta di pasaran. Namun, kalau akhirnya tidak berfungsi normal, mau tak mau harus diganti.

Kumpulan komponen berdaya listrik lain mungkin bukan sumber permasalahan utama setelah banjir. Alternator, motor starter, motor wiper, dan motor kaca bisa jadi macet seusai terendam. Umumnya cukup lakukan pengeringan dan kemudian Anda bakal menemukan mereka beroperasi seperti sedia kala.

Baca juga: Lakukan 5 Hal ini Agar Mobil Anda Tidak Mengalami Penuaan Dini

car engine

Komponen Mekanikal

Selanjutnya yang menjadi perhatian adalah bagian mekanis. Jika mobil tenggelam melebihi batas kap dapat dipastikan air masuk ruang bakar. Pertolongan pertama buka semua busi dan putar noken as dengan bantuan kunci pas agar air keluar.

Air juga dapat menerobos masuk area pelumasan. Paling mudah dideteksi melalui tingkat ketinggian oli pada dipstick. Pengecekan dilakukan pada oli mesin, transmisi, power steering, dan minyak rem. Pada dasarnya oli mengambang di atas air, berarti jika terlalu tinggi ada kemungkinan terjadi kontaminasi. Gejala lain adalah oli berwarna coklat susu. Langkah penyelesaian sekaligus tidakan preventif adalah melakukan penggantian filter dan pengeringan saluran. Lalu, dianjurkan untuk mengganti seluruh cairan mulai dari oli mesin hingga minyak rem. Setelah yakin bersih dan terangkai ulang, nyalakan mesin agar membantu proses pengeringan dalam silinder.

Aep mengatakan kemungkinan air masuk transmisi atau gardan justru lebih kecil. Lantaran pada umumnya mobil keluaran anyar memiliki sistem tertutup sehingga tidak mudah diterobos. Kendati begitu, transmisi dan gardan tak boleh luput dari inspeksi. Bila ditemukan air meresap masuk solusinya tak lain adalah menguras dan mengganti oli, berikut seal agar menjaga kekedapan rumah roda gigi.

Jangan lupakan soal sistem pengereman. Bekas banjir menciptakan karat di permukaan piringan rem atau drum. Rem tangan pun mungkin terkunci. Untuk masalah karat yang terbentuk di area roda seringkali dapat teratasi dengan menjalankan mobil. Perlu diingat untuk melakukan pengujian secara bertahap dan perlahan. Tak beda dengan manusia yang tengah menjalani masa penyembuhan. Butuh proses untuk sembuh total.

Tindakan Pencegahan

Kalau sudah yakin bersih pada kali pertama, lakukan pencucian ulang. Bawa ke tempat cuci hidrolik. Ini memastikan kolong mobil terbebas dari lumpur. Pastikan juga lubang air tidak tersumbat. Masalah karat pada struktur utama bisa membahayakan secara jangka panjang karena lama kelamaan struktur pembangun dapat kehilangan kekuatan. (Krm/Raju)

Baca juga: Tips Berkendara di Musim Hujan, Sediakan 3 Payung Ini

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store