Road Test Triumph Tiger 900 (Part-2) di Maroko: Menjawab Semua Pertanyaan

Gambar
Review Pengguna

Transmisi yang Asyik

Mesin baru Tiger 900 memang dirancang dengan mempertimbangkan emisi Euro 5. Tapi, kruk as berbentuk T dan firing order ganjil, sukses membuatnya punya kemampuan hantar tenaga yang baik. Torsinya serasa seperti anugerah saat jarak jauh. Rider akan bekerja lebih ringan ketika harus mengubah ritme berkendara di situasi-situasi tertentu.

Asyiknya, walaupun kapasitas mesin meningkat, efisiensinya tetap bisa diandalkan. Apalagi rasio gigi 5 dan 6 yang lebih tinggi 7 persen, membuatnya tak pernah kehabisan nafas. Ditambah tangkinya 20 liter, harusnya jarak tempuhnya lebih bisa diandalkan dari sebelumnya. Kami pernah menguji Tiger 800 dan jarak tempuh jadi sebuah kekurangan dibanding kompetitor, harusnya perbaikkan apapun akan jadi sebuah poin positif.

Triumph Tiger action

Memindahkan gigi dengan mudah juga jadi sebuah hal yang mengasyikkan saat jalan jauh. Mesin bahkan berada dalam putaran yang cukup rendah saat 120 kpj, cuma 4.700 rpm. Menariknya, walaupun rasio gigi lebih tinggi, akselerasi di setiap giginya justru diklaim lebih cepat dibanding sebelumnya.

Tuas kopling jadi lebih ringan karena assitst and slipper clutch, tak cuma itu, torsi kuat layaknya V-Twin yang galak di putaran bawah akan memudahkan Anda berkomuter harian. Bobot yang ringan dari sasis barunya membuat Tiger 900 lebih mudah dikendarai bahkan saat kecepatan rendah sekalipun. Ditambah jarak jok ke tanah cuma 810 mm, membuatnya tak repot ketika harus naik turun kaki saat berhenti.

Asyik Dipakai Touring

Sektor ergonomi, performa, fitur dan kegunaan semuanya sudah ditingkatkan, membuat Tiger 900 jadi motor yang jauh lebih baik untuk diajak jarak jauh. Kenyamanan misalnya, kini ia lebih ergonomis dengan jarak handlebar dengan rider yang lebih dekat 10 mm. Ini akan memberikan posisi duduk yang lebih tegak sekaligus rileks bagi pengendara bertubuh pendek seperti saya (170 cm) Busa joknya juga top, buktinya setelah beberapa hari, tak ada rasa sakit yang timbul di bokong maupun paha.

Baca Juga Part - 1 Pengujian Triumph Tiger 900 di Maroko

Triumph TIger tes

Suspensi baru menyajikan bantingan yang lebih empuk dan pengendaraan yang juga konsisten. Model GT dapat merek Marzocchi, sementara GT Pro dapat tipe dengan pengaturan shock belakang elektronik. Model ini memungkinkan Tiger 900 GT Pro bisa diatur kekerasan sok belakangnya sambil jalan. Bahkan, untuk membuatnya lebih mewah lagi, ada penghangat di grip dan jok pada tipe GT Pro. Jalan jauh saat hujan dan cuaca dingin, jadi bukan masalah.

Lebih Aman

Tiger 900 punya peranti kunci yang membuatnya lebih aman. Rem depan sekarang jadi 320 mm dari sebelumnya cuma 305 mm. Merek yang dipakai pun tak main-main, tipe flagship dari Brembo, yaitu Stylema dipilih sebagai standar. Efektivitas rem ini membuat Anda percaya diri bahkan jika harus mengujinya dengan mengarahkan motor ke tembok, Tiger rasanya pasti berhenti dan tak menabrak.

Lebih Seksi dan Rapi

Langsing dan singset, namun juga tangguh. Rasanya itu yang paling cocok untuk mendeskripsikan tampang Tiger 900. Fairing lampu, bahu radiator, semuanya terlihat lebih ringkas dan tidak boros. Efek warna metalik di panel dari depan sampai tangki, juga sedikit memberi sentuhan garang. Versi Rally bahkan pakai pelindung mesin sebagai standar. Beberapa penambah kecantikan adalah LED DRL bentuk sayap di lampu, yang juga tentunya LED.

Fitur Canggih, Tapi

Layar TFT 7 inci di tipe tertinggi tampil dengan visual yang terang dan tajam, bahkan dengan mode malam juga siang. Membuatnya lebih mudah dibaca dalam berbagai situasi. Namun, grafis dan layoutnya masih bisa dikembangkan lebih baik. Ada banyak informasi dijejalkan dalam satu layar dan panel RPM berupa grafis jadi tak berguna. Menyetel layar kustom ke digital, lumayan membantu di sektor ini. Juga, kontrol untuk layar ini yang berbentuk joystick berada terlalu dekat dengan tuas lampu sein, membuat saya acap kali salah menekan tombol. Hal-hal sederhana seperti ini jadi konsekuensi ringan bagi para pembelinya nanti.

Triumph Tiger LCD

Layar yang punya konektivitas bluetooth dan GoPro, jadi topping pemanis bagi semua fitur ini. Anda pun bisa memantau arah dari peranti navigasi sambil memantau kamera dari panel tersebut. Jangan takut kehabisan baterai, ada soket 12 inci di dasbor dan USB 5v di balik jok.

Lampu tambahan tersedia pada varian Pro, sementara lampu sein dan rem LED ditawarkan untuk beberapa negara saja.

Tanya Jawab Soal Triumph Tiger 900

Apakah Rider Bertubuh Kecil Bisa Nyaman?

Semua seri Tiger baru, dijual dengan jok yang bisa disetel ketinggiannya sebanyak 20 mm. model GT dengan jarak jok 810-830 akan lebih memudahkan bagi mereka yang bertubuh pendek. Saya punya tinggi 170 cm, dan masih mudah untuk naik turun kaki dari pedal. Lebih penting adalah bahwa motor ini lebih enteng dan mudah dikontrol berkat sasis barunya, sehingga tak sulit untuk memposisikannya. Akan sedikit berbeda ketika mengendarai tipe Rally yang punya jarak jok ke tanah 850-870 mm.

Layakkah Jadi Pengganti Bagi Pemilik Tiger 800?

Tiger 900 adalah sebuah pembaruan menyeluruh dan jadi lebih baik dari 800 dalam setiap aspeknya. Namun, kalau Anda masih menggunakannya di aspal dan beberapa jelajah ringan, tentu boleh saja terus pakai Tger 800. Nah, kalau suka touring jarak jauh, dan ingin menjelajah medan yang lebih dari sebelumnya, Generasi Baru Tiger tentu layak dipertimbangkan. Apalagi kalau Anda memang penggila lintas alam dan sebagian waktu dihabiskan di atas tanah, jangan ragu untuk membeli Tiger 900.

Apakah Mode Berkendara Tereset Saat Mematikan Motor?

Mode akan reset hanya jika Anda memilih mode di mana traction control dan ABS dimatikan. Misalnya ketika Anda memakai mode Off Road Pro, di mana semua fitur pemandu elektronik dipadamkan lalu motor dimatikan, maka akan tereset. Namun, jika memilih mematikan mesin motor saja (engine kill switch), mode terpilih akan tetap nyala. Jadi, ketika nantinya motor dinyalakan kembali, maka Anda bisa tetap melakukan perjalanan tanpa perlu mengatur kembali settingan mode-nya. Harus dipahami, mode off road dan off road Pro hanya bisa diakses untuk diaktifkan saat motor dalam kondisi diam.

Lebih Efisien?

Dengan kapasitas mesin lebih besar dan performa mengagumkan, sungguh mengejutkan jika klaim efisiensinya sama saja dengan Tiger 800, 19,8 kpl. Namun, dengan beberapa fitur tambahan juga gigi 5 dan 6 dengan rasio panjang, tak heran jika efisiensinya bisa sedemikian hemat. Peningkatan kapasitas tangki sebanyak 1 liter, membuat total bensin yang bisa diangkutnya mencapai 20 liter. Harusnya ia dapat menjelajah lebih dari 300 km dengan mudah tanpa perlu mengisi lagi. Pengembangan yang baik, namun belum cukup untuk menyaingi rivalnya

Varian Apa yang Layak Dibeli?

Triumph Tiger GT Pro

Sejak lama, ada pembagian jelas antar dua varian dalam portfolio Tiger. XR yang sekarang digantikan GT, adalah model yang lebih cenderung pada road bike. Rally, yang menggantikan varian XC sellau jadi opsi untuk model motor yang siap off road dan beradventure ria. Kali ini, dua varian ini datang dengan peran yang jauh lebih matang.

Tiger Rally adalah alat bagi Anda yang gemar menjelajah tanpa konstruksi jalan sekalipun. Varian GT lebih bersahabat di aspal, namun generasi ini punya kapabilitas yang siap diajak kerja keras di jalur off road. Bagi sebagian orang, mungkin GT akan jadi pilihan utama.

Namun kalau Anda memaksa beli tipe Rally, varian menengahnya sudah cukup. Quickshifter, lampu tambahan, jok nyaman juga konektivitas mungkin tak diperlukan bagi sebagian orang, dan ini membuat varian menengah lebih layak.

Bagaimana Tiger 900 Jika Dibandingkan dengan Kompetitor

Tiger sekarang akan berada di posisi seimbang untuk hadir sebagai pilihan motor adventure dan touring. Tak cuma itu, Tiger 900 tetap mempertahankan kualitas wahid khas motor premium sebagaimana Trumph dikenal. Perangkat bermerek dan canggih serta fitur konektivitasnya membuatnya jadi lebih menggiurkan. Dan ya, knalpot lansiran Arrow dengan suara dan performa yang lebih menjanjikan juga dijual sebagai aksesoris opsional. Wajar jika akhirnya kompetitor asal Jerman maupun Jepang khawatir, Tiger 900 memutarbalikkan kondisi pasar dengan kemampuan bisa segalanya. 

Reviewer: Kartikeya Singhee (Group Editorial Head Girnarsoft)

Alih Bahasa: Ivan Hermawan

Baca Juga: Mengulik Pesona Magis Honda ADV150 di Pulau Dewata

Jelajahi Triumph Tiger 900

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store