Honda Jazz : Mini MPV Berbulu Hatchback

Diterbitkan Pada Oleh Ivan Hermawan untuk Honda Jazz di Oto

Silahkan Anda bertanya dengan keras, kenapa kami membuka pemaparan pengujian Honda Jazz dan malah menyebutnya dengan Mini MPV. Karena kamipun sudah mempunyai jawaban yang komprehensif untuk membuat Anda yang membutuhkan pendalaman lebih tentang Honda Jazz bisa memahami esensi sebenarnya dari model ini.


Dari portofolio Honda, Jazz memang ditahbiskan sebagai sebuah Hatchback. DNA hatchback yang memiliki komposisi sedan dengan buritan yang terpangkas adalah sebuah identitas yang tak dapat dipungkiri. MPV sebenarnya justru ada pada model Mobilio, dan Freed. Paling tidak, dua model itulah yang menjadi tokoh representatif Honda sebagai Multi Purpose Vehicle di Indonesia dengan daya angkut penumpang yang paling tinggi daripada model lainnya.


Di Tanah Air, Honda memang tak bisa disebut mempunyai portofolio yang sangat banyak. Lini Double Cabin, mereka tak memiliki, model kendaraan SUV dengan kapasitas 7 penumpang pun, tak ada di daftar niaga PT Honda Prospect Motor. Pun dengan kendaraan LCGC 7-seater, meski beberapa pabrikan (Datsun , Toyota, Daihatsu) sudah mulai menjajakannya, pabrikan berlogo H ini belum juga mengisi ceruk pasar tersebut.


Jazz baru 2016


Namun, bukan berarti Honda tak serius. Ekspansi jaringan terus-menerus dilakukan sebagai bagian dari penetrasi penjualan Honda ke berbagai daerah. Dari siaran pers Honda, hingga saat ini merek tersebut telah memiliki 130 dealer resmi dan 35 sub dealer 3S yang juga melayani penjualan dan purna jual Honda, sehingga secara total Honda telah memiliki 165 dealer dan sub dealer 3S di seluruh Indonesia.


Tak hanya itu, kualitas dan komposisi model yang mereka tawarkan serta paket penawaran harganya juga membuat model yang saat ini dijual, sangat fleksibel untuk pasar. Misalnya saja, lewat model Honda Brio, mereka berhasil membangun tiga model sekaligus, city car (Brio), LCGC (Brio Satya) dan Low MPV (Mobilio). Nah, yang unik, fleksibilitas ini justru tertangkap oleh kami ketika menguji Honda Jazz.


Jazz Tipe RS CVT yang kami uji adalah varian tertinggi yang bisa Anda tebus dengan harga Rp 263 juta (OTR Jakarta). Di atasnya ada satu lagi varian special edition dan masih ada varian di bawahnya dengan harga mulai Rp 228 juta.


Desain


Jazz terbaru


Tak ada yang memungkiri jika status Jazz adalah sebuah hatchback. Seperti kami sebut di atas, persyaratan dasar sebuah hatchback terdefinisi secara lengkap pada sosok mobil yang sudah beredar di Indonesia lebih dari satu dekade ini. Komposisi bodi yang kompak, DNA hatchback yang memiliki komposisi sedan dengan buritan yang terpangkas merupakan format standar hatchback. Desain inipun dipahami masyarakat sebagai kendaraan perkotaan.


Dibangun di atas platform baru, Honda Indonesia menelurkan kembali Jazz bukan sebagai mobil kompak dengan berbagai fitur sebagai andalannya. Mereka menemukan satu strategi tepat guna yang memang sangat mudah menyentuh nurani khalayak: Komposisi, dan kepraktisan.


Sebenarnya sudah sejak satu generasi sebelumnya Jazz memiliki dua kekuatan ini. Hanya saja kala itu persaingan masih belum seramai saat ini. Ketika para kompetitor mulai menunjukkan tajinya masing-masing, Honda pun menguatkan lagi kekuatan utama Jazz.


Jazz RS


Salah satu variabel penting yang perlu disajikan dalam menarik perhatian masyarakat di segmen hatchback adalah desain. Maklum saja, pencari kendaraan jenis ini bukanlah pria maskulin penggemar off road yang membutuhkan desain mobil yang tak peduli akan kedinamisan desain, mayoritas penggemarnya adalah mereka yang berjiwa muda dan membutuhkan moda perkotaan. Desain yang paling tepat adalah desain yang dinamis, enak dilihat dari berbagai sisi, dan modern tentunya.


Tengok dari depan, maka Anda disajikan tampang yang segar dari Honda Jazz. Desain yang lebih timeless dan representatif dengan desain seluruh model Honda, bahkan dengan kendaraan roda dua Honda membuat sektor ini ia tampak menarik. Kesan gambot yang sebelumnya tersirat jelas pada tampang Jazz lantaran dimensinya pun berhasil diredam dengan menyipitkan lensa lampunya.


Dari sisi, guratan yang sangat berkarakter membentuk garis bahu yang membentang hingga buritan dan menjadikan bentuk tersendiri pada bodinya. Mungkin bagian buritannya terkesan konvensional dan tak sekeren kompetitornya, dengan papasan bokong yang sangat tegak, tapi ini demi keunggulannya di parameter lain. Kepraktisan.


Jazz paling baru


Secara keseluruhan, menyebutnya sebagai sebuah sedan yang terpangkas buntutnya menjadi sebuah hatchback, Jazz lebih layak menyandang deskripsi sebuah MPV 7-seater yang kehilangan buntutnya. Tak percaya, tengoklah sisi sampingnya.


Ada kaca ketiga di belakang pintu belakang yang seolah menjadi ruang pandang bangku baris ketiga, padahal kaca ini tak berguna apapun. Di bagian dalam ia tak bisa memberikan visibilitas bagi penumpang belakang, toh visibilitas dari seonggok kaca tersebut sangat kecil. Ini hanya nampak sebuah pemanis desain untuk membuat bodinya nampak sangat besar, bak sebuah MPV.


Bagian wajah juga dihiasi oleh lampu LED vertikal yang tampak seperti DRL (daytime running light) namun bukan. Itu adalah LED yang berfungsi sebagai lampu kecil. Proses aktifasinya tidak otomatis seperti lampu DRL, namun mengikuti perintah lampu kecil. Cukup aneh, namun sebaiknya jangan difungsikan sebagai lampu yang menyala di siang hari karena layaknya lampu kecil, ini akan menyalakan lampu interior, dan buritan.


dashboard jazz baru


Di bagian interior, Jazz mengadopsi layout yang masih mengedepankan rasa keasyikan pada seluruh penumpang. Tatanan dasbor sebagai panggung utama yang akan selalu dilihat oleh seluruh penumpang, dibuat semenarik mungkin, aksen bertumpuk, kombinasi material soft pad, plastik keras dan panel piano black memang menjadikan siapapun tak mudah bosan berada di kabinnya.


Driver oriented? Layaknya mobil sports atau hanya mementingkan ego pengemudi? Tidak. Interior Jazz layaknya sebuah MPV yang mementingkan visibilitas sempurna bagi semua penumpang terhadap dasbor dan headunit besar di depannya.


Fitur


Lampu Jazz


Di sektor ini, upaya Honda meningkatkan jumlah fitur Jazz nampak sudah cukup optimal baik di luar maupun di dalam kabin. Kami tak menyebutnya maksimal, lantaran pabrikan lain masih sanggup memberi lebih banyak fitur dengan harga yang tak jauh lebih mahal.


Pada Jazz, Anda disuguhi teknologi tercanggih untuk pencahayaan di kelasnya. Lampu utama sudah berbasis LED (light emitting diode) yakni sistem lampu hemat energi yang berbasis dioda. Lampu inipun sudah dilengkapi dengan auto levelling yang bisa menyesuaikan ketinggian sorot lampu saat berada di medan yang variatif. Meski belum dilengkapi dengan pencahayaan otomatis, namun LED sudah terbilang canggih.


head unit jazz 2016


Di bagian kabin, salah satu fitur unggulan Jazz yang tak dimiliki kompetitornya adalah headunit super besar dengan ukuran 8 inci. ya 8 inci, artinya lebih besar 2-3 inci dari rata-rata ukuran headunit mobil-mobil di Indonesia. Headunit ini merupakan salah satu pembaruan yang dimiliki oleh Honda Jazz 2016 yang diperkenalkan kembali di ajang Indonesian International Motor Show (IIMS) 2016, April lalu.


Tak sekadar besar, namun desain unik pada headunit dengan layar mengambang (floating design) sedikit membuatnya unik. Meski bagi kami terlihat kurang estetis karena layar nampak seperti peranti aftermarket yang tak terintegrasi namun ini adalah salah satu cara yang harus ditempuh demi menyajikan layar besar.


Skema headunit mengambang seperti ini juga harus dijaga oleh Anda jika memiliki keluarga dengan beranggotakan anak kecil, pasalnya bentuknya yang memungkinkan untuk dipegang-pegang sangat memancing keingintahuan untuk membelokkanya ke berbagai arah. Padahal ia hanya bisa bergerak naik turun untuk menyematkan CD/DVD ke dalam peranti.


Meski demikian, fitur yang diusungnya boleh disanjung. Koneksi bluetooth, touch screen, phone mirroring via HDMI dan bluetooth, dan pemutar berbagai peranti. Sayangnya, meski konektivitasnya lumayan, belum ada GPS terintegrasi di headunit ini.


Cruise control Jazz 2016


Salah satu fitur yang juga hanya bisa Anda nikmati di Jazz adalah Cruise Control. Ya, dengan harga mobil yang hanya RP 263 Juta (OTR Jakarta) tak sering bisa Anda dapatkan fitur pengatur kecepatan konstan ini di kendaraan. Aktifasinya pun bisa dilakukan lewat kemudi yang intuitif, khas Honda. Demi keselamatan, fitur ini hanya bisa aktif di atas 40 km/jam.


Fitur lain yang juga cukup mengasyikkan adalah paddle shift. Meski bertransmisi CVT, hadirnya paddle shift bisa membuat rasa pengendaraan lebih sporti. Tak lupa ada pula fitur engine start/stop via tombol yang meningkatkan rasa mewah.


Performa dan Pengendalian


Jazz baru


Sebelum beranjak ke pembahasan pengendaraan, Anda perlu merasakan keuntungan membawa sebuah Honda Jazz. Besarnya rancang bangun Jazz membuat Honda bisa menyajikan ruang pandang terbaik untuk semua penumpang utamanya pengemudi. Bahkan demi mempertahankan desain Jazz dengan pilar A yang tebal, mereka memilih menyajikan kaca tambahan di sisi depan mobil di bawah pilar A. Adanya kaca ini membuat visibilitas pengemudi meningkat tanpa harus mengurangi estetika desain Jazz.


Efek pembesaran bodinya akan sangat terasa oleh pengemudi. Saat membawanya, Anda tak akan merasakan membawa mobil kompak seperti Mazda2, namun seperti melenggangkan sebuah MPV minus buntut. Buat yang tak masalah dengan dimensi, hal ini bukanlah problema, namun sebuah keuntungan.


Jazz baru 2016



Sebab ketika dikendarai, sangat terasa Anda sedang membawa mobil berbodi bongsor. Meski demikian, semua itu tentu tak disertai dengan body roll. Anda bisa percaya diri membesutnya di tikungan tajam dengan kecepatan menengah. Namun begitu memasuki jalan sempit, silahkan rasakan lebarnya Jazz dengan dimensi 1.694 mm.


Tapi kenyamanan berkendara Jazz memang ditingkatkan. Suspensinya begitu sigap meredam benturan dari jalan yang tak rata. Pun dengan putaran roda kemudi. Pada generasi ini Jazz sudah dilengkapi dengan Electric Power Steering (EPS) yang mengandalkan motor elektrik sebagai penyalur gerakan kemudi dari setir ke roda.


Meski terasa tak komunikatif, namun bagi Anda yang membutuhkan kemudahan menggerakkan kemudi saat parkir, ini adalah nilai plus. Apalagi di kaki-kaki tersemat roda dengan velg alloy berdesain baru dengan lingkar 16 inci. Roda ini dibalut ban 185/55. Ban yang cukup lebar tersebut memberikan traksi yang baik bagi pengendaraan.


mesin Jazz


Di balik kapnya, terdapat mesin SOHC dengan kapasitas 1.5 liter. Mesin yang sempat diledek sebagai mesin kuno karena hanya menggunakan sebuah camshaft ini, menjanjikan efisiensi dan performa tenaga yang baik. Bahkan tenaga 120 dk yang diproduksinya adalah yang terbesar di kelasnya. Dipadankan dengan sistem pengaturan klep variabel yang cerdas i-VTEC, maka menjaga efisiensi sekaligus mendapatkan performa bukanlah hal mustahil.


Parameter lain yang bisa diapresiasi adalah kembalinya transmisi CVT sebagai penyalur tenaga berskema otomatis. Keberanian Honda ini tentu bukan tanpa alasan, mereka berhasil meracik CVT dengan embel-embel Earth Dreams Technology yang menyajikan penyaluran tenaga penuh performa tanpa perlu mereduksi kenyamanan dengan adanya perpindahan gigi.


Alhasil, Anda bisa melenggangkan Jazz dengan putaran mesin yang relatif konstan. Artinya? Efisiensi mudah dijaga. Silahkan coba sendiri, meluncur dengan cara memijak gas secara konstan. Pertahankan putaran mesin di level 1.500 RPM, maka kecepatan akan terus naik hingga 60 km/jam tanpa terjadinya perubahan putaran mesin. Efek ini tentu berimbas pada keasyikkan berkendara karena tak perlu tereduksi oleh hentakkan, meski bagi sebagian orang hilangnya suara menghentak perpindahan gigi dan berganti raungan mesin terus menerus adalah hal yang aneh.


Karena bisa dikendarai dengan konstan, artinya tak sulit menjaga efisiensinya. Menciptakan figur konsumsi bahan bakar di level 12 km/liter saat berada di tengah kota bukan hal yang sulit untuk siapapun. Tapi ini dengan bobot yang diangkut hanya sekitar 150 kg. jika Anda menambah penumpang lebih banyak tentu hasilnya akan berbeda.


Di moda luar kota, melengganglah dengan kecepatan konstan dan aplikasikanlah Cruise control, maka efisiensi bisa dipandu dengan baik. Mencipta angka efisiensi di kisaran 17,5 km/liter juga mudah tercipta lantaran putaran mesinnya di level 100 km/jam hanya 1.900 RPM.


Adanya paddle shift di balik lingkar kemudi juga bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan efek perpindahan gigi. Sayangnya Jazz hanya memiliki manipulasi perpindahan gigi sebanyak 6 tingkat percepatan. Berbeda dengan HR-V yang mencapai 7-percepatan.


Kenyamanan dan Kepraktisan


Bagasi Jazz 2016


Di parameter ini, kami berani menyebut bahwa Jazz adalah hatchback yang mampu menghadirkan sisi kenyamanan dan kepraktisan terbaik di kelasnya.


Pertama segi kenyamanan. Ia adalah sebuah hatchback, yang sejatinya memiliki keterbatasan ruang di kabin. Namun tidak, Honda memilih menghadirkan kabin yang lapang bak MPV 5-seater. Dengan ruang yang lapang tersebut, Anda akan memiliki keleluasaan untuk mengatur konfigurasi tempat duduk. Kualitas ini membuatnya tak berlebihan disebut sebagai Mini MPV, dengan pemangkasan bangku baris ketiga.


Misalnya saja jika Anda ingin membawa barang yang tinggi, sebut saja dispenser air. Saking tingginya objek ini tak akan bisa diletakkan berdiri di bagasi, maka ada opsi untuk menaruhnya di bangku baris kedua. Dengan cara melipat bangku baris kedua yang disebut Ultra Seat, tercipta ruang dengan ketinggian optimal. Hal ini dimungkinkan karena Honda telah memindahkan posisi tangki bensin yang biasanya ada di bawah bangku penumpang belakang. Sehingga bisa diciptakan ruang lebih karenanya.


jok praktis Honda


Keleluasaan untuk duduk, juga dapat terasa di bangku penumpang belakang. Revisi besar-besaran bisa disajikan. Hal ini lantaran dipanjangkannya rentang wheelbase dari semula 2.500 mm menjadi 2.530 mm. 30 mm pada wheelbase sangatlah berarti karena seluruh rancang bangun mobil bisa disesuaikan dengan leluasa. Dimensi pun membesar di berbagai sudut, bahkan tingginya pun bertambah. Jadi, ruang kepala pun terasa lapang di semua sisi.


Kenyamanan juga ditopang oleh bangku dengan ketebalan busa yang sangat baik. Tak hanya tebal, bagi penumpang dan pengemudi di depan, sandaran punggung dibuat sangat besar untuk menopang seluruh tubuh agar tak mudah lelah.


Kapabilitas MPV juga tercermin dari luasnya bagasi yang dimiliki Jazz. Dalam kondisi standar, ia memiliki daya angkut hingga 363 liter, masih kurang? Silahkan bermain dengan jok Jazz karena mudah disesuaikan agar mobil bisa mengangkut beragam barang. Ini adalah satu lagi alasan kami menyebutnya Mini MPV.


Sedikit catatan kami temukan dalam sektor kepraktisan. Ruang-ruang saku penyimpanannya tak ada yang cukup besar. Misalnya saja konsol tengah di antara penumpang depan, meski cukup dalam, namun lebarnya tak terlalu besar. Saku lainnya pun demikianr.


Kesimpulan



Membutuhkan sebuah hatchback yang teramat kompak dengan segudang fitur, maka bukanlah sosok Jazz yang Anda butuhkan. Pengendaraan yang impresif dan intuitif, pun silahkan melirik model lain.


Namun jika Anda membutuhkan kendaraan perkotaan dengan akomodasi tingkat tinggi dan fleksibilitas kepraktisan dalam format mobil bertampang khas, maka Jazz bisa menjadi pilihan.


Didukung jaringan afterlsales yang luas dan harga jual kembali yang cenderung tinggi, mengapa tidak sekalian ‘berinvestasi’ dengan salah satu pemain lama hatchback di Indonesia, Jazz.

Iklan

Similar Cars

Road Test Paling Populer