• Wishlist

First Drive Mitsubishi Outlander PHEV (Part-3): Fleksibilitas Pengisian Listrik dan Multiguna

First Drive Mitsubishi Outlander PHEV (Part-3): Fleksibilitas Pengisian Listrik dan Multiguna

Menyebut nama Outlander, mungkin Anda akan menganalogikannya pada model SUV kompak gerak depan yang banyak beredar di jalan. Tak salah, karena model ini populasinya banyak. Namun itu adalah Outlander Sport, versi ringkas dari model yang kami uji kali ini. Nah, Outlander PHEV adalah SUV terbaru Mitsubishi yang sebelumnya diluncurkan saat GIIAS 2019.


Mitsubishi Outlander PHEV bukan mobil hybrid biasa yang sekadar menggabungkan mesin bensin dan motor listrik. Ia punya skema yang lebih canggih dan aplikasi multiguna. Bensin dan listrik bisa digunakan untuk mengisi dayanya. Bahan bakar bernilai oktan tentu kita bisa dapatkan di manapun. Namun faktanya, belum semudah itu untuk mengakses energi listrik bagi mobil.


sistem hybrid dan listrik Outlander PHEV


Fleksibilitas Energi


Lantas, apakah perlu khawatir dengan lokasi pengecasan? Dengan mobil ini, tidak. Pasalnya ada mesin berbahan bakar bensin yang bisa mengisi energi listrik ke baterai. Bahkan, dua unit Mitsubishi Outlander PHEV yang disiapkan MMKSI untuk perjalanan, tak pernah mengecas.


Sedari Jawa Timur, Bali hingga Nusa Tenggara Barat, mobil ini belum bertemu dengan stasiun pengisian lantaran jadwal media test drive yang sangat padat. Namun, keunggulan performa mobil listrik bisa terus dinikmati oleh setiap peserta. Hal ini bisa dimungkinkan karena ada mesin konvensional di tubuhnya.


Unit K12B 4-silinder 2,4 liternya terpasok tangki bensin dengan kapasitas 45 liter. Mesin inilah yang berfungsi memproduksi energi listrik untuk baterai 13,8 kWh-nya. Dalam perjalanan, Anda dapat memanfaatkan aneka fitur untuk memanen energi listrik hingga ke level 100 persen. Selama menguji pun, kami sangat jarang kehabisan energi.


Pengisian daya Outlander PHEV


Secara teknis, baterai 13,8 kWh ini tersusun atas 80 sell lithium yang diposisikan secara seri. Penempatannya pada bagian terbawah mobil. Tepatnya di lantai baris satu dan dua. Komunikasi dengan baterai, diatur oleh PHEV-ECU yang mengintegrasikan semua informasi dari pengendaraan dan memungkinkan pengisian dari mesin maupun roda.


Asyiknya, karena format PHEV (Plug In Hybrid Electric Vehicle), baterai mobil bisa diisi secara mandiri. Ada dua jenis soket yang disediakan, Type 1 (AC) yang bisa memenuhi baterai dengan listrik dalam tempo 4,5 jam. Soket lainnya adalah CHAdeMO (DC) Quick Charge. Model soket ini memungkinkan baterai terisi hingga level 80% dalam tempo 25 menit saja.


Baca Juga: First Drive Mitsubishi Outlander PHEV (Part - 1): Sensasi SUV Bertenaga Listrik


Pembeli bisa memanfaatkan dua jenis soket ini dalam pengendaraan sehari-hari. Soket AC Type 1 akan didapatkan bersamaan dengan instalasi wall charging saat pembelian unit. Baiknya, Anda pakai peranti ini saat memarkir kendaraan di rumah.


Nah, saat berkendara, Peranti CHAdeMO bisa dimanfaatkan. Alat ini terpasang di 15 diler dan Mall yang berlokasi di Jabodetabek dan Bali. Tentunya, Anda juga bisa menggunakan peranti charge milik PLN yang sudah tersebar di beberapa wilayah Indonesia.


Power outlet penyedia aliran listrik Outlander PHEV


Generator Berjalan


Mitsubishi punya misi mulia lewat Outlander PHEV. Mereka tak hanya menghadirkan mobil yang punya sensasi berkendara unik, namun juga fungsional terhadap lingkungan. Singkatnya, SUV ini bisa berfungsi sebagai generator berjalan.


Baterai 13,8 kWh yang terbenam di lantai, punya sistem output 1.500 watt. Ya, jumlah daya itu bisa disedot untuk beragam alat yang menggunakan listrik. Misal kulkas, TV, lampu, dispenser, dan lainnya. Klaim Mitsubishi, dari baterai dan bensin penuh dan digunakan maksimal 1.500 watt, Outlander PHEV bisa menyuplai listrik hingga 10 hari sebelum akhirnya kehabisan bahan bakar. Tentu jika Anda mengisi ulang bahan bakar, masa guna sebagai generator bisa diperpanjang.


Dalam event lalu, Mitsubishi pun menyontohkan penggunaan praktis. Layaknya lokasi kemping, Outlander PHEV dimanfaatkan untuk menyalakan lampu, monitor TV dan perangkat sound system saat makan malam di wilayah pantai Lombok.


Mitsubishi Outlander PHEV bisa jadi teman berkemah serbabisa


Presentasi tadi, merupakan contoh kecil dari misi besar mereka, Start Now Project. Inisiasi ini memungkinkan Outlander PHEV digunakan untuk berkontribusi langsung dengan kegiatan Palang Merah Indonesia yang tengah dicanangkan. SUV ini akan dimanfaatkan untuk menyuplai listrik bagi penjernih air. Aktivasi yang menyontoh pada aplikasi di Jepang, saat bencana gempa dan tsunami meluluhlantakkan wilayah tersebut. (Van/Tom)


Baca Juga: First Drive Mitsubishi Outlander PHEV (Part-2): Memaksimalkan Potensi Hybrid

Jelajahi Mitsubishi Outlander PHEV

Bandingkan & Rekomendasi

    • Overview
    • Tentang Kami
    • Kontak Kami
    • Others
    • Kebijakan Privasi
    • S&K
    • Dapatkan di Google Play
    • Tersedia di App Store