First Drive Mitsubishi Outlander PHEV (Part - 1): Sensasi SUV Bertenaga Listrik

First Drive Mitsubishi Outlander PHEV (Part - 1): Sensasi SUV Bertenaga Listrik
Gambar
Review Pengguna

Dalam event Ayo Gas Terus Media Adventure yang digelar PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) beberapa waktu lalu, kami dapat kesempatan menjajal Outlander PHEV. Ya, nama yang tidak asing sebagai SUV ini hadir dengan sensasi kendara mobil listrik, tanpa kekhawatiran mengisi energinya.


Lombok, jadi lokasi kami menguji Mitsubishi Outlander PHEV. Salah satu pulau terbesar di Provinsi Nusa Tenggara Barat ini jadi wilayah yang tak dinyana, sangat representatif untuk mengulik beragam fiturnya. Outlander PHEV merupakan satu dari empat model yang disediakan Mitsubishi. Lainnya ada Eclipse Cross, generasi baru Triton dan Xpander Cross.


Model Mitsubishi Outlander PHEV


Perjalanan kami dimulai dari kawasan Praya, hanya beberapa kilometer dari Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid.


Ketangguhan SUV


Sebelumnya, kami ingin sedikit mengulas definisi SUV. Ketika menyebut nama SUV (Sport Utility Vehicle) atau Jip, sebuah mobil haruslah memiliki daya jelajah yang lebih. Outlander PHEV punya itu. Ia punya skema gerak empat roda yang tangguh. Kemampuan ini dimungkinkan karena adanya dua buah motor pada masing-masing sumbu roda.


Pada roda depan tercangkok mesin 2.359 cc 4-silinder bensin kode 4B12 bertenaga 126 hp. Mesin ini jadi penyumbang tenaga untuk baterai dan roda depan. Tak cuma itu, ada motor listrik kode S61 bertenaga 80 hp. Demikian pula roda belakangnya, ada motor yang bisa menyuplai tenaga hingga 93 hp. Kombinasi sumber-sumber tenaga ini diatur dengan cermat oleh sistem S-AWC (Super All Wheel Control).


Mitsubishi Outlander PHEV dibekali sistem gerak empat roda


Menjelajahi rute menuju Kuta, Mandalika, kemampuan S-AWC ini kami gali. Keempat rodanya sukses memberikan traksi yang optimal. Saat bermanuver, empat roda dengan lihai menggenggam aspal demi menjaga kestabilan saat menikung. Begitupun saat menanjak, tenaga yang mengalir di tiap roda ampuh mengatasi medan yang curam. Padahal, kami tak memainkan Driving Mode-nya.


Baca Juga: First Drive Kia Seltos EXP: Rangsangan Turbo dan Transmisi Kopling Ganda


Ya, ada empat mode sistem S-AWC yang bisa dipilih; Snow, Sport, Normal dan Lock. Nyatanya, untuk wilayah Lombok yang kebanyakan masih aspal dan sedikit bebatuan, mode normal saja sudah cukup. Kecuali Anda bermain lumpur, atau melintasi sungai dangkal, pilihan lain bisa diandalkan.


Ketangguhannya juga didukung oleh proporsi jangkung khas SUV dengan ground clearance 190 mm juga roda 18 inci. Meski bertubuh besar, namun kendalinya tetap mumpuni berkat distribusi tenaga di keempat sudut roda.


Kenyamanan Mobil Listrik


Dari mengendarai Mitsubishi Outlander PHEV, ada satu hal unik kami temukan. Sensasi kendara mobil ini merupakan cerminan mengendarai mobil listrik. Lantaran, roda lebih banyak menyerap tenaga dari motor ketimbang mengandalkan mesin.


Mode berkendara pada Outlander PHEV


Ya, inilah prinsip unik sistem hybrid pada Outlander PHEV. Jika kendaran lain merupakan mobil mesin bensin yang dipandu motor elektrik, ia tak demikian. Outlander adalah mobil listrik yang motornya didukung oleh mesin pembakaran bensin konvensional.


Karenanya jangan heran jika mesin 2,4 liternya punya tenaga yang relatif kecil. Hanya 126 hp. Sekelas mesin-mesin 1,5-liter! Unit pengolah bahan bakar ini memang tugas utamanya menjadi penyuplai daya bagi baterai maupun motor listrik.


Jangan kaget juga jika menemukan Outlander PHEV tidak punya girboks konvensional. Tak ada mekanisme gigi bersusun yang bertugas mentransmisikan daya. Hanya ada kopel (transaxle) berisi satu gigi diferensial yang mengonversi daya dari mesin dan motor depan. Ya, skema tanpa girboks ini memang jamak digunakan oleh mobil bertenaga listrik. Pengaturan tenaga pada motor yang sangat bervariasi jadi keunggulan utama.


konvoy Mitsubishi Outlander PHEV


Alhasil, penyaluran tenaga ke roda Outlander PHEV pun bisa terjadi ekstrasingkat. Gerakannya pun jadi sangat lincah. Perintah pada pedal gas terkomunikasikan secara instan menjadi pergerakan berkat motor listrik. Anda juga perlu pahami fungsi tuas di belakang setir (paddle shift). Tuas ini bukanlah bertugas menaik-turunkan gigi. Meski mirip, ia berfungsi untuk mengatur berat dari pengereman regeneratif dalam enam level.


Kenyamanannya pun terjaga berkat sistem elektrifikasi ini. Lantaran tak ada hentakan dari girboks, maka perjalanan jadi sangat nyaman. Selain tentunya, suara bising mesin yang alpa saat bergerak dengan mengandalkan hanya motor listrik. (Van/Tom)


Baca Juga: First Drive Mobil Listrik Mitsubishi i-Miev: Sesuai Estimasi

Jelajahi Mitsubishi Outlander PHEV

Bandingkan & Rekomendasi

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store