First Drive: Citarasa K-Pop Khas Chevrolet Trax

First Drive: Citarasa K-Pop Khas Chevrolet Trax
Gambar
Review Pengguna

Jakarta: Adalah Nissan Juke. Compact SUV buatan merek asal Jepang, Nissan, yang pertama kali mengenalkan model SUV ini di Indonesia. Dengan dimensi kompak, dan jauh dari sesuatu SUV konvensional. Sosok ini diracik dalam desain yang bukan lagi kaku, bukan lagi dipenuhi dengan aura keras, tangguh, namun berganti aura yang lebih urban, lebih perkotaan, lebih mudah diterima siapapun yang tak ingin dikenal sebagai off roader ketika menungganginya.

Coupe-SUV Crossover bahkan jika boleh kami menyebutnya untuk mendeskripsikan sosok Juke. Tak lama, hadir Honda HR-V. Popularitas segmen inipun bertumbuh. Konsepnya sedikit mirip, ketangguhan khas SUV bukanlah jargon utamanya. Ia bukanlah pilihan alternatif bagi mereka yang terbatas budget memiliki CR-V. Namun HR-V adalah segala penyempurnaan Honda Jazz, dan City dengan ketangguhan bak SUV.

Tak lama HR-V menuai kesuksesan, datang lagi kompetitor dari pabrikan asal Amerika Serikat, Ford. Menggunakan basis hatchback Fiesta, mereka membangun SUV kompak bernama Ecosport. Sayang pamornya meredup seiring pernyataan pihak Agen Pemegang Merek (APM) Ford di Indonesia yang menyatakan menutup operasi mereka di tanah air.

Yang unik justru datang dari pabrikan lain asal Negeri Paman Sam, General Motors. Lewat merek mereka Chevrolet, sosok SUV kompak bernama Trax, diperkenalkan. Uniknya bukan hanya desain, namun mesin yang digunakan, fitur yang diusung, hingga konsepnya secara utuh seolah menunjukkan strategi berbeda dari merek berlambang dasi kupu-kupu ini.

Spesifikasi Trax

Desain Kami sepakat, jika Nissan Juke dan Honda HR-V menawarkan konsep desain yang senada, Coupe-SUV Crossover. Bentuk bodi khas Coupe dengan atap yang melandai pada desain paras yang khas sportscar dengan daya jelajah mirip SUV. Itulah konsep mereka. Tapi tak demikian dengan Trax.

Trax menawarkan desain yang menunjukkan dengan jelas ketangguhan sebuah SUV, namun dengan kapabilitas manuver di perkotaan berkat dimensinya yang kompak. Fascianya sangat khas SUV Chevrolet. Moncong yang pendek, posisi lampu yang tinggi dan tegak, tanpa imbuhan kesan futuristik sedikitpun. Seolah penegasan sikap dari Chevrolet bahwa mereka tetap ingin mengalirkan DNA-nya, dan tak mau ikut-ikutan dengan gaya pabrikan lain.

Prinsip ini bagi kami cukup unik. Pasalnya, di segmen ini, masyarakat Indonesia cukup memperhatikan aspek desain yang nyentrik, dan lebih urban. Ini mengingatkan kami akan musik pop asal Korea Selatan, yang kita kenal dengan K-Pop. Musik yang sangat segmentif ini ternyata berhasil menyihir setiap penggemarnya menjadi fanatik yang rela mengejar konser-konser artis K-Pop.

Trax yang dijual di Indonesia, juga berasal dari Korea Selatan. Entah apa hubungannya dengan musik K-Pop, namun rasanya ini adalah analogi yang tepat. Chevrolet selalu memiliki segmen tersendiri di industri otomotif Indonesia. Hal ini pun nampaknya berlaku bagi Trax. Desainnya yang seolah tak proporsional antara fascia yang sangar dan bodi yang sangat kompak, memberikan sesuatu yang berbeda dari SUV compact pada umumnya di Tanah Air.

Mesin

Satu-satunya dengan turbocharger

Ini adalah satu lagi aspek yang cukup unik dari Trax, unit pendongkrak dayanya. Di saat pabrikan lain bertahan dengan mesin yang digunakan secara multiplatform, Chevrolet memilih memasukkan mesin dengan komposisi yang, bisa dikatakan, tak ada bandingannya di Indonesia.

Pertama, adalah kapasitasnya. HR-V, Juke, dan Ecosport menggunakan mesin 1.5 L (atau HR-V yang memiliki varian mesin 1.8 liter). Teknologinya, hanyalah katup variabel, multiport injection, sebatas itu. Jadi jangan heran jika tawaran tenaganya berkisar 110-120 daya kuda. Tak demikian dengan Trax.

Seolah mengerti dengan kebutuhan kaum urban akan kendaraan yang irit, kapasitas lebih rendah pun digunakan. 1.4 liter, atau jika menggunakan kapasitas CC, hanya 1.364 cc. Tapi, output tenaganya, jauh di atas kompetitor yang bermesin 1.5 liter. Adalah 140 daya kuda!

Imbuhan 20 daya kuda dari pesaingnya berhasil diciptakan berkat aplikasi turbocharged. Ya, perangkat yang awam dikenal sebagai turbo ini memang merupakan pendongkrak daya yang biasa digunakan pabrikan untuk menaikkan daya tanpa menaikkan kapasitas mesin.

Tapi bukan itu saja, aspek torsinya pun sangat fantastis. Trax mampu mengalirkan torsi hingga 200 Nm, dan itu bisa diraih sejak putaran mesin rendah sekalipun, yakni 1.850 rpm. Ini merupakan karakter khas turbo, di mana torsinya akan meloncat sejak rpm rendah, dan bertahan hingga rpm menengah.

Imbasnya terhadap penggunaan? Tentu saja adalah stop and go yang lebih mudah. Pedal gas hanya perlu dipijak sedikit, mobil pun akan bergerak sesuai momentum. Hanya saja, sedikit kendala kami rasakan. Efek turbo yang spooling di putaran rendah, membuat tenaganya sedikit sulit diredam ketika harus berhenti berkali-kali di kemacetan. Andapun harus waspada memainkan rem agar mobil siap berhenti.

Tapi ketika Anda mengajaknya berakselerasi, maka, siap-siap saja meninggalkan semua mobil di belakang. Kami belum sempat mencatatnya secara spesifik melalui pengujian total, namun untuk mendapatkan kecepatan 100 km/jam, adalah hal yang mudah berkat mesin ini. Apalagi bobotnya hanya sekitar 1,3 ton, jadi bukan perkara sulit jika Anda ingin menggunakannya mencapai tujuan dalam waktu singkat di jalan bebas hambatan.

Catatan dari kami, kesan mengemudi sport dengan perpindahan gigi pada transmisi otomatiknya, bukanlah hal yang mengasyikkan. Ada fitur tiptronik 6-speed pemindah gigi yang bisa diakses dari tuas transmisi. Tapi ini hanya bisa dilakukan di mode M, jadi ketika berkendara di mode D, Anda harus menggeser tuas ke M, lalu menekan tombol di sisi kanan tuas. Perlu adaptasi bagi Anda yang terbiasa memindahkan gigi dengan hanya menggerakkan tuas naik-turun atau via paddle shift.

Kenyamanan

KEmudi lengkap

Pada momen test drive yang digelar beberapa waktu lalu, kami diajak General Motors Indonesia melintasi jalur Daendels dari Ciawi-Padalarang via puncak. Medan berliku dan jalur sedikit rusak, adalah menu spesialnya.

Posisi mengemudi yang tinggi, membuat impresi yang unik saat berada di balik kemudinya. Ekspetasi kami waktu memasuki mobil yang terlihat kompak dari luar, ternyata sirna begitu duduk. Pengaturan jok yang sangat luas berkat reclining, sliding dan ketinggian, serta kemudi yang bisa disetel tilt dan teleskopik, membuat siapapun pengemudinya, apapun bentuk badan atau ukurannya, bisa mendapatkan impresi yang nyaman dan visibilitas yang mantap.

Kemudinya sudah dipandu oleh perangkat Electronic Power Steering (EPS). Lakunya saat diajak bermanuver terbilang impresif karena sangat ‘nurut’ dengan arah kemudi yang diberikan. Bahkan radius putarnya pun terbilang sangat memuaskan, hanya 5,45 meter ruang yang dibutuhkan untuk membuat Trax berputar ke 180 derajat.

Karakter suspensinya yang bagi kami cukup unik. Di satu sisi, ia terasa andal meredam kejutan dengan sangat empuk saat melewati medan yang rusak. Namun di lain sisi, saat bermanuver di kecepatan tinggi, suspensinya juga stabil, sehingga efek bodyroll, tak muncul berlebih.

Namun, berada di balik kemudi Trax ternyata tak dibarengi dengan ruang kabin belakang yang impresif. Bagi penguji yang berbobot 100 kg dan tinggi 175 cm, ruang belakang bukanlah tempat paling nyaman.

Fitur

sunroof trax

Akan kami sebutkan secara singkat, daftar fitur yang kami temukan pada Chevrolet Trax 1.4 LTZ seharga Rp 291 juta (On the road Jabodetabek), unit yang kami uji selama sesi test drive. Sunroof, headunit layar sentuh 7 inci dengan koneksi MyLink, fitur SIRI, kamera parkir, hill start assist, hill descent control, stability control, auto headlamp, cruise control, pengatur ketinggian arah cahaya lampu depan, ruang penyimpanan yang banyak, 6 airbag dan yang tak dimiliki kebanyakan mobil lain di Indonesia Power Outlet 230 V, yang bisa mengecas langsung perangkat elektronik Anda seperti smartphone, laptop, tanpa perlu menggunakan adaptor apapun.

Mutimedia trax dengan Mylink

Fitur-fitur di atas, rata-rata tak dimiliki kompetitornya, atau harus menebus biaya yang lebih mahal agar Anda bisa menebus pesaing Trax dengan fitur tersebut. Berbagai fitur dan komposisi inipun seolah mengombinasikan Chevrolet Trax dengan citarasa yang khas. Compact SUV yang sedang populer, dengan citarasa global, asal Korea Selatan.

Baca Juga: Inilah keunggulan generasi terbaru Kia Sportage

Jelajahi Chevrolet Trax

Chevrolet Trax Rp 292,5 - Rp 318,5 Juta Cicilan : Rp 6,67 Juta

Bandingkan & Rekomendasi