jakarta-selatan
Bahasa en | id

Datsun Go Cross

Harga Datsun Go Cross

Varian (Harga OTR)  
1.2 L
7 Kursi, 67 hp, 1200 cc, Upcoming
Tanggal Peluncuran: Jul 13, 2017
   

Video Datsun Go Cross

Lihat video terbaru Datsun Go Cross untuk mengetahui interior, eksterior, performa, dan lainnya.

Gambar Datsun Go Cross

Warna Datsun Go Cross

  • Yellow

  • Yellow

Review Datsun Go Cross

Tinjauan

Sebuah pertaruhan besar bagi Nissan ketika menghidupkan kembali merek Datsun tiga tahun yang lalu. Strategi yang mereka terapkan, mudah saja terbaca. Tujuannya mengincar pasar negara berkembang dengan harapan memiliki tantangan lebih ringan. Walau pertumbuhan pasar terus berkembang ditandai terus bertambahnya jaringan dealer Datsun di seluruh dunia, bukan berarti brand ini sudah menancap kuat di segmen entry level. Justru masih banyak celah sempit yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.

Datsun berusaha menangkap potensi besar tersebut dengan cara menambah jajaran produk Datsun. Salah satunya merambah segmen crossover yang sedang booming beberapa tahun belakangan. Datsun sedang mempersiapkan GO Cross yang versi konsepnya diperkenalkan di Tokyo Motor Show 2015 lalu. Versi produksinya menggunakan platform CMF-A atau sama dengan basis Datsun GO Panca dan GO+ Panca. GO Cross concept merupakan misi Datsun dalam mengekspansi keluarga GO dan GO+ di pasar berkembang. Bedanya, kemungkinan tidak masuk dalam skema Low Cost Green Car (LCGC) seperti duo Datsun sebelumnya.

Sosok GO Panca hatchback mudah dikenali dalam desain GO Cross. Sah saja menganggap konsep ini sebagai versi jangkung dari LCGC itu. Banyak kesamaan desain, terutama mulai dari gril trapezoidal besar, garis bahu, fender besar dan bentuk buritan. Sepertinya, desain yang diperlihatkan konsep ini sudah sangat matang dan siap untuk produksi. Adanya tambahan lampu bulat di depan, malah terlihat seperti Nissan Juke, headlamp serupa GO hatchback saja sudah cukup serasi. Kesan agresif terpancar dari area fog lamp yang tersambung dengan spakbor gagah ala SUV dan bermuara hingga belakang dengan aksen silver. Spakbor besar berarti siap diisi ban berukuran juga besar, yang tentunya akan jauh lebih mahal dari ban kecil seperti di hatchback.

Interior juga tidak banyak berbeda dari GO dan GO+. Apakah material tergolong murahan tipikal mobil murah belum diketahui pasti?. Yang jelas, tuas transmisi berada di dasbor dengan ergonomic yang unik, dan rem tangan tetap model tarik seperti Toyota Kijang Super. Kelengkapannya tetap akan memadai seperti fitur power window, air conditioner, head unit dan airbag. Jika menilik GO Cross sebagai crossover yang bukan masuk kelas LCGC, seharusnya lebih banyak fitur dan kemewahan.

Kepastian kapan GOCross akan diproduksi belum ada. Jadi, informasi mengenai spesifikasi mesin, transmisi hingga harga masih terkunci rapat oleh pihak Datsun. Paling santer terdengar, karena GO Cross menggunakan GO hatchback sebagai basis, kemungkinan besar tetap menggunakan mesin bensin 3-silinder 1,2-liter. Mesin berkode HR12D yang sama dengan milik Nissan March ini menghasilkan tenaga 67 hp dan satu-satunya pilihan baru ada transmisi manual 5-kecepatan. Pilihan mesin sama tentu akan menjaga harga tetap rendah, tapi setidaknya berilah tawaran transmisi otomatis karena akan menarik konsumen di perkotaan lebih banyak.

  • Tinjauan
  • Interior
  • Eksterior
  • Suspensi Nyaman
  • Performa mesin

Pros

• Desainnya terlihat mewah dan jauh lebih menarik dari GO Panca

• Kemungkinan akan menjadi crossover termurah

• Ground Clearance tinggi cocok u

Cons

• Mesin masih sama dengan March dan GO Panca

• Belum ada kejelasan soal kehadirannya

Eksterior

Walaupun banyak kemiripan dengan GO dan GO+, desainer Datsun harus memastikan pembeli mobil ini tidaklah merasakan seperti membeli GO yang mengalami upgrade menjadi versi SUV saja. Apalagi kalau bukan masuk dalam segmen LCGC. Harus ada perbedaan yang cukup signifikan dengan kualitas material dan rakitan yang lebih baik lagi.

Tampilan luarnya tetaplah menarik jika dibandingkan Datsun lainnya. Wajahnya terlihat mengintimadasi dan terpancar aura ketangguhan sebuah SUV. Bahkan maskulinitasnya dapat diadu dengan SUV tulen semacam Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport.

Tetap menyandang karakter desain Datsun yang sudah mudah dikenali dari grille trapezoidalnya yang besar. Berbagai aksesoris penunjang tampilan SUV tampak serasi dengan desain GO Panca. Tidak berlebihan dan pas. Penggunaan pelek alloy berwarna hitam turut menambah kesan gagah tersebut. Diharapkan, bagian ini tidak disunat menjadi pelek dan ban kecil.

  • What we like

    Kesan SUV yang tangguh

  • What we dislike

    Hanya merubah tampilan GO dan GO+ Panca

Performa mesin

Selain di Indonesia, Datsun GO Cross juga akan dijual di India. Menurut rumor yang beredar, akan ada dua pilihan mesin untuk GO Cross versi India. Yaitu mesin bensin HR12DE 3-silinder 1,2-liter dan mesin diesel 4-silinder 1,5-liter dCi.

Mesin bensin tentu sudah dikenal akrab. Nah, mesin dieselnya sangatlah menarik. Karena merupakan pengembangan aliansi Renault-Nissan, dan juga digunakan oleh Renault Duster. Mesin ini merupakan perpaduan sempurna dengan bodi kompak milik GO Cross. Selain irit bahan bakar, performa tentu lebih baik dari mesin bensin berkat torsinya yang besar. Tapi besar kemungkinan pasar Indonesia belum bisa menerima mesin diesel ini. Pilihan bensin 1,2-liter masih yang paling masuk akal.

  • What we like

    Mesin HR12DE cukup untuk pemakian harian di perkotaan

  • What we dislike

    Getaran mesin 3-silinder

Pilih kota untuk memulai pencarian
Atau pilih dari daftar kota populer