Hero Electric Ultra Sport, Motor Listrik Blasteran Teknologi Jerman dan India

Hero Electric Ultra Sport, Motor Listrik Blasteran Teknologi Jerman dan India

Hero MotoCorp dikabarkan tengah mengembangkan kendaraan listrik. Model baru yang sedang dikerjakan bernama e-US atau Electric Ultra Sport. Jenis anyar itu dikembangkan di Hero Motocorp’s Technology Center in Germany (HTCG) Munich, Jerman, namun R&D tetap dilakukan di Jaipur, Rajasthan, India.

Pengembangan sepeda motor listrik telah menjadi kata kunci di semua departemen R&D di seluruh industri roda dua. Bisa dibilang, semua perusahaan sedang berada di tingkat kemajuan teknologi paling tinggi. Hero MotoCorp melihat peluang itu dan tidak ingin tertinggal dengan pabrikan lain. Sebagai pabrikan sepeda motor terkemuka dan menguasai pasar motor konvenisonal di India, mereka juga akhirnya tertarik menambahkan lini kuda besi niremisi ke jajaran produknya untuk masa depan.

Platform e-US nantinya menampilkan karakteristik sepeda motor listrik yang berorientasi pada kinerja, drivetrain berperforma tinggi, dan berteknologi canggih. Tentu dengan berbagai penyesuaian agar dapat diterima pasar, di India bahkan dunia. Model seperti itulah yang tampaknya diperhatikan oleh Hero. Mereka ingin membuktikan dirinya bisa menciptakan kuda besi niremisi dengan harga terjangkau.

Hero Ion Concept

Untuk menekan biaya, e-US bakal diproduksi di Jaipur. Namun semua komponen dipasok dari Eropa. Mereka ingin mengucapkan selamat tinggal pada citra "pabrikan murah" motor bensin. Dengan lini yang baru ini, tentu bisa memposisikan dirinya sebagai pemain utama di arena EV yang terus berkembang. Oleh karena itu, pihaknya harus berani ke tingkat premium, meskipun biayanya harus dijaga serendah mungkin agar tetap kompetitif.

Menurut berbagai sumber, Hero e-US bisa menjadi petarung jalanan yang edgy dengan tingkat kinerja yang setara dengan sepeda motor seperempat liter konvensional. Atau bahkan bisa menawarkan tingkat kinerja yang lebih tinggi untuk menyamai Ultroviolette F77 garapan Ultraviolette Automotive bersama TVS Motors Company.

Sejak mereka mengungkapkan konsep desain iON pada 2014 berbahan bakar hidrogen, banyak yang terkesima dengan kemajuan teknologi Hero MotoCorp. Jika Hero mencapai tujuannya, tentu banyak perusahaan besar yang tertarik, apalagi dengan harga jual kompetitif. Dan diharapkan segmen baru ini dipamerkan di ajang pameran otomotif dunia.

Ion Concept

Pawan Munjal, Chairman dan Managing Director Hero MotoCorp mengatakan, semua sudah sesuai jadwal perusahaan masuk dalam segmen kendaraan roda dua listrik. "Perusahaan sedang mengerjakan berbagai program di segmen EV. Kami, di pusat R&D kami sendiri di Jaipur dan di Munich, sedang mengembangkan produk listrik. Kami sedang dalam perjalanan untuk meluncurkan produk listrik - tepat waktu - yang telah kami rencanakan sendiri. Kami mencari peluang dan ada kemungkinan untuk menghadirkan teknologi baru di segmen EV," kata Munjal.

Perusahaan yang berkantor pusat di Delhi, saat ini mengendalikan 40 persen pasar kendaraan roda dua India. Mereka merasa jauh lebih mudah untuk meluncurkan kendaraan roda dua listrik secara komersial dengan merek sendiri. Bisa dibilang, strategi yang sedang dijalankan di segmen ini bisa menjegal rival dekatnya, Bajaj Auto dan TVS Motor Company yang sudah mengirimkan skuter listrik kepada pelanggan.

Di lain sisi, Hero MotoCorp pimpinan Pawan Munjal tidak dapat menggunakan nama ‘Hero’ untuk kuda besi listriknya. Pasalnya Hero Electric, perusahaan yang dipimpin oleh sepupu Pawan, Naveen Munjal, memiliki hak eksklusif untuk memproduksi dan menjual sepeda motor ramah lingkungan dengan merek Hero. Hero Electric juga merupakan produsen kendaraan roda dua tanpa emisi terbesar di India dengan perkiraan pangsa pasar 45 persen. Mereka telah menjual lebih dari 50.000 unit di 2020, termasuk model seperti Photon LP dan Optima ER.

Hero Ion Concept

Untuk diketahui, Hero Electric dan Hero MotoCorp adalah dua perusahaan yang berbeda. Keduanya menjadi manufaktur dan penjualan kendaraan roda dua di India. Yang pertama hanya fokus pada kendaraan listrik, sedangkan yang kedua merupakan merek roda dua terbesar di India, dan belum pernah meluncurkan kendaraan listrik. (Bgx/Tom)

Sumber : Visordown, Ride Apart

Baca juga: Gandeng Mahasiswa, Konsorsium Empat Pabrikan Motor Jepang Mulai Uji Coba Baterai

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store