Tol Jakarta-Cikampek Elevated II Dibuka 20 Desember, Kecepatan Dibatasi 60 Km/jam

Tol Jakarta-Cikampek Elevated II Dibuka 20 Desember, Kecepatan Dibatasi 60 Km/jam

Jalan tol Jakarta-Cikampek elevated II dibuka 20 Desember ini. Telat lima hari dari yang dijadwalkan, lantaran harus ada penyempurnaan di sejumlah area. Inilah jalan layang terpanjang di Indonesia. Membentang dari KM 9 hingga KM 48 dan tak punya gerbang keluar di tengah. Kecepatan mobil yang melintas dibatasi, agar mengurangi risiko kecelakaan.

“Standarnya, tol elevated ini sudah layak digunakan. Karena prediksi puncak arus mudik terjadi pada 20 Desember. Kami undur pembukaannya lima hari untuk lebih menyempurnakan lagi kondisi jalan layang agar lebih baik. Kemenhub juga sudah berkoordinasi dengan Kakorlantas Polri, untuk menerapkan penindakan hukum tilang elektronik di sini. Kami membatasi kecepatan maksimal 60 km/jam dan pengendara supaya hati-hati. Nantinya jajaran Kakorlantas Polri yang mengamati batas kecepatan dengan e-TLE,” terang Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan, seperti dinukil dari NTMC Polri (8/12).

Di sisi lain, Irjen Pol Istiono, Kakorlantas Polri mengatakan, pihaknya siap berkolaborasi dalam penindakan di tol yang baru. “Setelah peninjauan tadi, koordinasi dengan Menteri Perhubungan, jelas area ini polisi yang berperan dalam penegakan hukum, dengan e-TLE. Jadi memang sudah ada kerja sama Polri dengan instansi lain,” ujar Kakorlantas.

Nah, selain menerapkan tilang elektronik, Istiono juga menempatkan personel polisi lalu lintas di setiap putaran balik (U-Turn) dan 4 KM. “Anggota kami tempatkan di titik-titik itu. Kami siagakan di sana, memberikan peringatan pada pengguna jalan, soal batas kecepatan. Mengingatkan mereka untuk keselamatan dalam berkendara. Untuk rekayasa lalu lintas, kami juga sudah siap dengan beberapa langkah. Seperti pengalihan arus, contra flow sampai One Way. Namun itu semua bersifat situasional,” imbuhnya.

Fungsi dari jalan tol elevated II, diharapkan bisa memecah arus kepadatan kendaraan. Jalan ini ditujukan bagi pemudik yang ingin bergerak menuju Jakarta, Cirebon, Bandung dan Semarang. Sementara jalur bawah diperuntukkan bagi pengguna yang menuju Jakarta, Bekasi dan Cikarang. Jadi, pastikan tujuan Anda dan tetap patuhi rambu yang tersedia.

Untuk diketahui, jalan tol itu sudah menjalani serangkaian uji coba. Misalnya dengan menggunakan 16 truk pada 23 September 2019. Tiap kendaraan memiliki bobot 40 ton dan muatan hingga 640 ton. Dan diklaim aman untuk digunakan menjelang libur Natal serta akhir tahun. Di balik berdirinya jalan ini, ada konsorsium antara PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan PT Ranggi Sugiron Perkasa. Mereka mengucurkan dana 16,23 triliun yang kemudian dipercayakan ke PT Waskita Karya Tbk sebagai kontraktor. (Alx/Odi)

Sumber: NTMC Polri, Liputan6

Baca Juga: Lewat Stiker Pemantul Cahaya, 3M Ingin Tingkatkan Keamanan Berkendara

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store