Produsen Lokal Jawab Tudingan Baterai Kendaraan Listrik Tidak Ramah Lingkungan

Produsen Lokal Jawab Tudingan Baterai Kendaraan Listrik Tidak Ramah Lingkungan

 

KEY TAKEAWAYS

  • Proses daur ulang baterai kendaraan listrik nantinya bakal mengambil kembali logam-logam berguna, seperti kobalt, aluminium, mangan, dan lithium

    Pengelolaan limbah baterai kendaraan listrik seharusnya bisa lebih baik daripada pengelolaan limbah aki yang menyebabkan masyarakat terkontaminasi zat-zat berbahaya
  • Presiden Joko Widodo sudah menerbitkan Peraturan Presiden. Tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan pada 2019. Beleid itu mengatur soal pemberian insentif kepada para produsen yang meniagakan dan memproduksi kendaraan listrik.

    Agar akselerasi penggunaan kendaraan listrik makin cepat, pemerintah juga mengubah aturan tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) sebesar 0 persen yang bisa menekan harga jual dari mobil listrik. Masih banyak lagi insentif yang diberikan seperti bebas masuk kawasan ganjil genap, bebas Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), hingga bebas Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

    Aturan itu lantas memicu animo dari berbagai merek kendaraan, mereka kini berlomba-lomba memperkenalkan sampai menjual kendaraan listrik ke publik. Di sisi lain pameran otomotif khusus kendaraan listrik juga mulai hadir, ini menandakan jika era elektrifikasi kian diserap pasar.

    Penggunaan mobil listrik diklaim berbagai pihak mampu menghilangkan ketergantungan bangsa ini terhadap bahan bakar fosil. Di lain hal, mobil atau motor listrik murni juga diklaim bisa mengendalikan dan mencegah pencemaran udara.

    Berbagai hal positif dari penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai sudah terendus oleh konsumen. Tapi di sisi lain ada isu soal baterai yang tak ramah lingkungan. Untuk diketahui, umumnya baterai mobil atau motor listrik terbuat dari elemen logam tanah jarang (rare earth element), seperti di antaranya lithium, nikel, kobalt, dan grafit.

    Guna mendapatkan elemen logam tanah bagi keperluan pembuatan baterai kendaraan listrik dibutuhkan yang namanya proses penambangan. Dan aktivitas penambangan yang tak sesuai aturan adalah aktivitas yang memicu pencemaran dan kerusakan lingkungan.

    Maka dari itu pemerintah memberi instruksi pada perusahaan pelat merah yang tergabung dalam PT Industri Baterai Indonesia (IBC), PT PLN, PT Pertamina, dan Mining and Industry Indonesia untuk mengendalikan industri baterai kendaraan bermotor secara benar dari hulu sampai hilir.

    Serupa baterai pada perangkat elektronik lainnya, baterai kendaraan listrik juga punya batas usia (battery health) pemakaian. Jika sudah rusak atau melewati batas pakai, mau tak mau baterai harus diganti dengan yang baru. Bila tak ditangani dengan baik, limbahnya bisa mencemari lingkungan.

    Pemerintah dalam peta jalan (roadmap) percepatan kendaraan listrik sebetulnya merancang bisnis baterai kendaraan tak cuma soal produk jadi saja tapi juga pengelolaan limbahnya. Dalam hal ini PT Nasional Hijau Lestari (NHK) ditunjuk dan akan menggarap proses daur ulang limbah baterai yang direncanakan rampung 4-5 tahun ke depan. Proses daur ulang baterai kendaraan listrik nantinya bakal mengambil kembali logam-logam berguna, seperti kobalt, aluminium, mangan, dan lithium.

    Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) Ahmad Syafrudin berharap pengelolaan limbah baterai kendaraan listrik bisa lebih baik daripada pengelolaan limbah aki yang menyebabkan masyarakat terkontaminasi zat-zat berbahaya.

    "Konteks baterai kendaraan listrik, baterainya itu kan mengandung logam. Logamnya sangat bernilai tinggi, jadi sebenarnya tidak akan susah sepanjang pemerintah tegas," kata Ahmad dikutip dari salah satu media arus utama.

    Kontaminasi dari limbah aki bekas mengakibatkan anak-anak di sekitar peleburan daur ulang aki bekas terlahir cacat, down syndrome, autis, hipertensi, dan berbagai penyakit berat lainnya. Kasus pengelolaan aki bekas yang berantakan itu disebabkan distribusi aki bekas mengalir ke tangan mafia. Mereka diduga mengatur aki bekas ke pelebur-pelebur ilegal, lalu akhirnya menghasilkan timah batangan yang kemudian disetor kepada pabrik-pabrik aki.

    Baca Juga: ABC Jual Baterai Lithium Produksi Lokal untuk Kendaraan Listrik, Harga Mulai Rp60 Ribu

    baterai mobil listrik EV

     

    ABC Bantah Isu Limbah Baterai Lithium Berbahaya

    Menyoal limbah baterai yang disebut berbahaya bagi lingkungan dan masyarakat, Direktur Pemasaran PT Intercallin (ABC), Hermawan Wijaya buka suara. Menurut dia baterai kendaraan listrik bukan masuk kategori limbah B3 (berbahaya) dan materialnya berbeda dengan aki.

    Menurutnya, pemahaman di masyarakat soal baterai lithium disamakan dengan aki yang mana masuk kategori B3. Dia menjelaskan tidak semua baterai berbahaya, termasuk lithium yang jadi komponen utama dari kendaraan listrik.

    "Sebelum adanya lithium, orang hanya kenal kalau baterai itu berbasis timah hitam (PB) atau lead acid, di mobil motor biasa disebutnya aki dan ini masuk kategori B3. Untuk kendaraan listrik bukan B3, karena kalau kita buka dalamnya berisi tembaga, aluminium, mangan, nikel, ferrous, atau besi, ini semua bukan B3 tapi metal. Dan dari beberapa material ini kita pakai di rumah tangga, contoh pagar dari besi, stainless, alumunium, ada kabel listrik dan kita buang ke tempat sampah. Artinya bukan B3 dan tidak berbahaya," kata Hermawan kepada OTO.com di pameran PEVS, beberapa waktu lalu.

    Lebih jauh dijelaskan, ABC selaku produsen lokal baterai lithium mengupayakan agar umur dari komponen ini punya waktu yang lama sekitar 5 atau 10 tahun. Setelah lepas dari tenggat waktu tersebut, baterai yang berkurang performanya masih bisa digunakan untuk keperluan yang lain.

    "Ini sudah jauh lebih baik untuk lingkungan, dan masih memungkinkan second use. Karena kendaraan listrik begitu sudah mencapai 1 jarak tempuh yang tidak enak buat si pengguna maunya kan ganti, padahal baterainya masih memiliki kapasitas yang masih besar mungkin 70/80 persen," ungkapanya.

    "Kapasitas yang besar ini masih bisa dipakai, kita bongkar, sortir, dan susun lagi untuk menjadi bentuk pack baterai yang lain mungkin bukan selalu untuk kendaraan. Jadi dipakai kembali, bisa 5 tahun lagi artinya bisa 10 tahun atau lebih. Material dari baterai ini tidak akan mengganggu bumi selama waktu tersebut," tambah dia.

    Saat ini perusahan untuk mendaur ulang baterai kendaraan listrik sedang dibangun di Indonesia. Menurut Hermawan, industri baterai lithium dan kendaraan listrik di Tanah Air baru dimulai setidaknya 10 atau 15 tahun lagi proses daur ulang dibutuhkan.

    "Walaupun sudah mencapai umur pakai yang kedua, di situlah kita daur ulang. Di Indonesia sedang dibangun fasilitasnya. Hari ini kita tidak perlu mempermasalahkan ada atau tidaknya fasilitas daur ulang, karena belum cukup waktu untuk itu. Dan bila nanti ada, baterai lithium bukan masuk kategori B3 atau berbahaya untuk lingkungan," pungkasnya.

    Yang jelas kita harapkan upaya mengganti kendaraan berbahan bakar fosil dengan kendaran listrik yang lebih ramah lingkungan perlu terus digeber. Namun yang harus digaris bawahi di sini adalah upaya konkrit dan inovatif untuk menekan hal-hal yang mungkin saja masih memberi peluang terjadinya pencemaran dan kerusakan lingkungan. (KIT/ODI)

     

    Baca Juga: Jalin Kemitraan dengan Periklindo, Garuda Indonesia Beri Diskon Khusus Untuk Logistik Kendaraan Listrik

    Bangkit Jaya Putra

    Bangkit Jaya Putra

    Pria yang akrab dipanggil dengan Bangkit. Ia sangat gemar mengendari motor. Passion nya di jurnalisme, khususnya otomotif juga sangat kuat.

    Baca Bio Penuh

    Jual mobil anda dengan harga terbaik

    Pembeli asli yang terverifikasi Pembeli asli yang terverifikasi
    Listing gratis Listing gratis
    Daftarkan mobil Anda

    GIIAS 2025

    Tren & Pembaruan Terbaru

    Anda mungkin juga tertarik

    • Berita
    • Artikel feature

    Mobil Pilihan

    • Yang Akan Datang
    • MG 3 hev
      MG 3
      Rp 203,04 Juta Perkiraan Harga Jakarta Selatan
      Perkiraan Diluncurkan TBA Kabari Saya Saat Diluncurkan
    • Mitsubishi Xpander Hybrid hev
      Mitsubishi Xpander Hybrid
      Rp 405,5 Juta Perkiraan Harga Jakarta Selatan
      Perkiraan Diluncurkan TBA Kabari Saya Saat Diluncurkan
    • BYD Atto 4 ev
      BYD Atto 4
      Rp 464,33 Juta Perkiraan Harga Jakarta Selatan
      Perkiraan Diluncurkan TBA Kabari Saya Saat Diluncurkan
    • Neta U ev
      Neta U
      Rp 463,76 Juta Perkiraan Harga Jakarta Selatan
      Perkiraan Diluncurkan TBA Kabari Saya Saat Diluncurkan
    • CHERY TIGGO 4 PRO
      CHERY TIGGO 4 PRO
      Rp 457,02 Juta Perkiraan Harga Jakarta Selatan
      Perkiraan Diluncurkan TBA Kabari Saya Saat Diluncurkan

    Video Mobil Terbaru di Oto

    Oto
    • TEST JETOUR T2 DI 2 ALAM BERBEDA
      TEST JETOUR T2 DI 2 ALAM BERBEDA
      07 Jan, 2026 .
    • COBAIN CHERY J6T PAKAI OBSTACKLE JALUR OFFROAD, BEGINI SENSASINYA!
      COBAIN CHERY J6T PAKAI OBSTACKLE JALUR OFFROAD, BEGINI SENSASINYA!
      30 Dec, 2025 .
    • FIRST DRIVE HONDA PRELUDE: DEFINISI SPORTSCAR RAMAH PAKAI
      FIRST DRIVE HONDA PRELUDE: DEFINISI SPORTSCAR RAMAH PAKAI
      30 Dec, 2025 .
    •  Veloz Hybrid EV Lintas Nusa (Eps 3): Menantang Batas, Sisir Jalur Magis Banyuwangi ke Gunung Bromo
      Veloz Hybrid EV Lintas Nusa (Eps 3): Menantang Batas, Sisir Jalur Magis Banyuwangi ke Gunung Bromo
      22 Dec, 2025 .
    • NEW TOYOTA VELOZ HYBRID: CEK KELENGKAPAN SEMUA VARIAN
      NEW TOYOTA VELOZ HYBRID: CEK KELENGKAPAN SEMUA VARIAN
      10 Dec, 2025 .
    • TEST DRIVE TOYOTA VELOZ HYBRID, BAWA STANDAR BARU MOBIL KELUARGA
      TEST DRIVE TOYOTA VELOZ HYBRID, BAWA STANDAR BARU MOBIL KELUARGA
      10 Dec, 2025 .
    • TEKNOLOGI HYBRID MILIK TOYOTA YANG BIKIN BERKENDARA MAKIN ASIK DAN MENYENANGKAN
      TEKNOLOGI HYBRID MILIK TOYOTA YANG BIKIN BERKENDARA MAKIN ASIK DAN MENYENANGKAN
      18 Nov, 2025 .
    • ALASAN MENGAPA MITSUBISHI DESTINATOR JADI PILIHAN TEPAT BUAT KELUARGA
      ALASAN MENGAPA MITSUBISHI DESTINATOR JADI PILIHAN TEPAT BUAT KELUARGA
      18 Nov, 2025 .
    • COBA LANGSUNG OMODA 9, SUV KAYAK GINI PANTAS DIJUAL BERAPA?
      COBA LANGSUNG OMODA 9, SUV KAYAK GINI PANTAS DIJUAL BERAPA?
      18 Nov, 2025 .
    • LIHAT MOBIL LISTRIK & KENDARAAN MASA DEPAN HONDA DI JAPAN MOBILITY SHOW 2025
      LIHAT MOBIL LISTRIK & KENDARAAN MASA DEPAN HONDA DI JAPAN MOBILITY SHOW 2025
      18 Nov, 2025 .
    Tonton Video Mobil

    Artikel Mobil dari Carvaganza

    • Mengenal Fasilitas 3 Pabrik Toyota Indonesia, Basis Produksi Model Ekspor Global
      Mengenal Fasilitas 3 Pabrik Toyota Indonesia, Basis Produksi Model Ekspor Global
      Muhammad Hafid, 09 Jan, 2026
    • Lihat Mazda6e Langsung di Singapore Motorshow 2026, Evolusi Sedan Mewah Menjadi EV
      Lihat Mazda6e Langsung di Singapore Motorshow 2026, Evolusi Sedan Mewah Menjadi EV
      Anindiyo Pradhono, 09 Jan, 2026
    • Hino 600 Series Buktikan Ketangguhan Ikut Reli Dakar 2026
      Hino 600 Series Buktikan Ketangguhan Ikut Reli Dakar 2026
      Muhammad Hafid, 09 Jan, 2026
    • Ford Resmikan Dealer Baru di Bekasi, Fokus Servis dan Suku Cadang Resmi
      Ford Resmikan Dealer Baru di Bekasi, Fokus Servis dan Suku Cadang Resmi
      Zenuar Yoga, 09 Jan, 2026
    • Begini Strategi Toyota Indonesia Menjaga Ekspor Stabil dan Efisien
      Begini Strategi Toyota Indonesia Menjaga Ekspor Stabil dan Efisien
      Muhammad Hafid, 08 Jan, 2026

    Artikel Mobil dari Zigwheels

    • Motovaganza
    • Tips
    • Review
    • Artikel Feature
    • Hyundai Creta Alpha 2026 Dijual Rp455 Juta, Selengkap Apa?
      Hyundai Creta Alpha 2026 Dijual Rp455 Juta, Selengkap Apa?
      Anjar Leksana, 09 Jan, 2026
    • 4 Mobil yang Penjualannya Tamat di Indonesia pada 2025
      4 Mobil yang Penjualannya Tamat di Indonesia pada 2025
      Anjar Leksana, 07 Jan, 2026
    • Kisah Ajaib "Azul", VW Kombi yang Berdiri Tegak di Tengah Reruntuhan Kebakaran Los Angeles
      Kisah Ajaib "Azul", VW Kombi yang Berdiri Tegak di Tengah Reruntuhan Kebakaran Los Angeles
      Setyo Adi, 05 Jan, 2026
    • Bugatti Solitaire Siapkan Mahakarya Kedua: Veyron Reborn, Hypercar One-Off Edisi Spesial 20 Tahun Veyron
      Bugatti Solitaire Siapkan Mahakarya Kedua: Veyron Reborn, Hypercar One-Off Edisi Spesial 20 Tahun Veyron
      Muhammad Hafid, 05 Jan, 2026
    • Ekspedisi Lintas Nusa: Menemukan Harmoni Alam dan Teknologi Bersama Toyota Veloz Hybrid EV di Panggung Jawa Timur
      Ekspedisi Lintas Nusa: Menemukan Harmoni Alam dan Teknologi Bersama Toyota Veloz Hybrid EV di Panggung Jawa Timur
      Zenuar Istanto, 05 Jan, 2026
    • Perlunya Pengecekan Ban Mobil Sebelum Perjalanan Jauh dan saat Musim Hujan
      Perlunya Pengecekan Ban Mobil Sebelum Perjalanan Jauh dan saat Musim Hujan
      Anjar Leksana, 29 Des, 2025
    • Pahami Konsekuensi dan Kesiapan Sebelum Beralih ke Mobil Listrik
      Pahami Konsekuensi dan Kesiapan Sebelum Beralih ke Mobil Listrik
      Setyo Adi, 12 Agu, 2025
    • Termasuk Komponen Vital, Pentingnya Merawat Ban Serep
      Termasuk Komponen Vital, Pentingnya Merawat Ban Serep
      Setyo Adi, 04 Des, 2024
    • Menyiasati Terjebak Macet Horor Berjam-jam
      Menyiasati Terjebak Macet Horor Berjam-jam
      Setyo Adi, 20 Sep, 2024
    • Supaya Hemat Baterai, Terapkan Cara Mengendarai Mobil Listrik Seperti Ini
      Supaya Hemat Baterai, Terapkan Cara Mengendarai Mobil Listrik Seperti Ini
      Anjar Leksana, 06 Sep, 2024
    • Test Drive Mitsubishi Destinator: SUV 7-Seater Turbo yang Sangat Menjanjikan
      Test Drive Mitsubishi Destinator: SUV 7-Seater Turbo yang Sangat Menjanjikan
      Setyo Adi, 01 Sep, 2025
    • First Drive Jaecoo J7 AWD di Medan Offroad: Tangguh Tanpa Modifikasi
      First Drive Jaecoo J7 AWD di Medan Offroad: Tangguh Tanpa Modifikasi
      Muhammad Hafid, 29 Agu, 2025
    • First Drive Jaecoo J7 SHS: Efisiensi Tinggi dan Fitur ADAS Lengkap
      First Drive Jaecoo J7 SHS: Efisiensi Tinggi dan Fitur ADAS Lengkap
      Muhammad Hafid, 29 Agu, 2025
    • First Drive Xpeng G6: Siap Tantang Kelas Premium
      First Drive Xpeng G6: Siap Tantang Kelas Premium
      Setyo Adi, 24 Jun, 2025
    • Test Drive New BYD Seal: Geber di Mandalika, Jajal Suspensi DiSus-C
      Test Drive New BYD Seal: Geber di Mandalika, Jajal Suspensi DiSus-C
      Alvando Noya, 13 Jun, 2025
    • Harga Beda Tipis, Beli Toyota Kijang Innova Reborn 2.4 Diesel atau Zenix 2.0 G CVT?
      Harga Beda Tipis, Beli Toyota Kijang Innova Reborn 2.4 Diesel atau Zenix 2.0 G CVT?
      Anjar Leksana, 02 Jan, 2026
    • 5 SUV Besar Lawan Jaecoo J8 SHS Ardis di Indonesia
      5 SUV Besar Lawan Jaecoo J8 SHS Ardis di Indonesia
      Anjar Leksana, 16 Okt, 2025
    • Nissan R35 GT-R Resmi Pensiun, Warisan 18 Tahun dan Dedikasi Sang “Godfather of GT-R”
      Nissan R35 GT-R Resmi Pensiun, Warisan 18 Tahun dan Dedikasi Sang “Godfather of GT-R”
      Setyo Adi, 08 Sep, 2025
    • Pilihan Mobil Listrik Terbaru Pasca GIIAS 2025
      Pilihan Mobil Listrik Terbaru Pasca GIIAS 2025
      Anjar Leksana, 04 Agu, 2025
    • GIIAS 2025, Jadi Panggung Elektrifikasi Mobil Hybrid dari Segala Segmen
      GIIAS 2025, Jadi Panggung Elektrifikasi Mobil Hybrid dari Segala Segmen
      Setyo Adi, 04 Agu, 2025

    Bandingkan

    You can add 3 variants maximum*