Nissan Motor Indonesia Bersiap Sambut Produk Baru Tahun Depan

Nissan Motor Indonesia Bersiap Sambut Produk Baru Tahun Depan
Gambar
Review Pengguna

Jakarta: PT Nissan Motor Indonesia (NMI) punya boss baru. Dan dibawah kepemipinannya, akan ada banyak perubahan. Setidaknya itulah yang dikatakan oleh Antonio Zara, President Director NMI yang mulai bertugas pada 1 April lalu.

Penjualan Nissan di Indonesia belakangan ini memang tampak kurang memuaskan jika dibanding pabrikan Jepang lainnya. Kami memperkirakan kurangnya penyegaran pada line-up utama seperti Nissan Grand Livina, menjadi penyebab menurunnya performa penjualan tersebut. Hal tersebut rupanya tidak ditampik juga oleh Antonio Zara yang akrab disapa Toti ini.

Untuk itu, ia bersama timnya merubah strategi dengan tidak akan mendatangkan Nissan model baru (all-new) untuk tahun 2016 ini. “Tahun ini kami ingin mempersiapkan segala sesuatunya, untuk menyongsong produk-produk baru yang datang mulai tahun 2017 nanti.” Itu adalah satu misi NMI. Namun Toti sepertinya punya misi yang lebih besar lagi.

Tahun 2018, Nissan harus bisa mencapai 8 persen market share kendaraan roda empat di Indonesia, dan Datsun harus mencapai 20 persen. Hal ini tentunya perlu persiapan yang mendalam mulai dari timnya sendiri, porto follio produk, hingga brand activation yang tepat. Toti yang asli orang Filipina ini kemudian menjabarkan kepada kami beberapa rencana yang akan dilakukan oleh ia dan timnya.

Sosok March terbaru lebih agresif

“Pertama adalah memperluas segment dengan mendatangkan produk-produk yang lebih ‘exciting’,” kata pria kelahiran 15 September 1966 ini. Ia tidak menjelaskan apa saja produk yang exciting itu, tapi di benak Carbay sudah ada Grand Livina generasi terbaru, dan hatchback yang fotonya sudah beredar, All-new Nissan March/Micra. Pernyataan itu bisa juga NMI akan menghentikan penjualan mobil-mobilnya yang memang tidak mampu berbicara banyak di pasaran.

Hal kedua? “Kami akan memasuki segment baru,” tegasnya. Ini agak membingungkan karena Nissan, dengan tiga mereknya, memiliki segmen yang berbeda-beda. Infiniti di kelas premium, Nissan yang lebih bersifat masal, dan Datsun di LCGC. Namun hal ketiga yang ia katakan adalah “Kami juga akan membawa NISMO ke Indonesia.” Disitu kami berkesimpulan, bisa jadi Nissan akan memberikan varian NISMO untuk semua produknya, atau masuk di segmen sports car yang jujur saja kecil.

Selain itu, ia juga bercita-cita untuk bisa mengekspor produk Nissan yang dibuat di Dawuan, Purwakarta, Jawa Barat. “Pasar Indonesia memang besar. Tapi dalam hal produksi mobil. Kita kalah oleh Thailand (yang ekspor mobilnya lebih banyak). Itu yang harus kita kalahkan,” tegasnya. “Tapi untuk mencapai itu, Nissan di Indonesia juga harus stabil dulu di pasar domestik.”

Jujur, Toti memberikan tanda tanya besar akan strategi Nissan di Indonesia. Namun melihat prestasinya selama memimpin Nissan Filipina, dimana pangsa pasar Nissan di Negeri itu naik 65 persen selama satu tahun dipimpinnya, kami tidak keberatan untuk menunggu.

Baca Juga: Nissan-Datsun tidak ada model baru tahun ini

Jelajahi Nissan Grand Livina

Nissan Grand Livina Rp 220,7 - Rp 275,85 Juta Cicilan : Rp 5,04 Juta