Mitsubishi Motors Merilis Outlander PHEV Black Edition 2020, Dibanderol Rp 528 juta

Mitsubishi Motors Merilis Outlander PHEV Black Edition 2020, Dibanderol Rp 528 juta
Gambar
Review Pengguna

Outlanter PHEV (plug-in hybrid EV) Black Edition diluncurkan di Jepang. Mitsubishi Motors membanderolnya 4.143.200 yen atau setara Rp 528 juta. SUV edisi khusus ini memiliki warna aksen hitam & putih pada interior juga eksterior. Tampilan tampak sporty dan terlihat lebih gahar. Dipandang secara fisik tampak mirip dengan model reguler. Hanya saja pelek pakai palang rapat, kisi-kisi serbagelap dan atap hitam alias dual tone bodi.

Di sana tersedia tiga warna tubuh twotone: Titanium Grey Metallic – Black Mica, Red Diamond – Black Mica dan White Pearl – Black Mica. Opsi ini menambah total empat warna berbeda. Lapisan gelap itu, kata Mitsubishi, menekankan nilai lebih. Lalu di bagian interior, head lining serta berbagai trim disatukan dalam balutan kelit hitam. Tujuannya menciptakan ruang berkendara kian elegan selayaknya edisi khusus.

Mitsubishi Outlander PHEV Black Edition

Lingkar kemudi berbalut kulit, pola jahitan merah kontras pada jok semi bucket. Rear combination seat, meter hood, tuas gear piano hitam, kemudian ornamen trim pintu bergaya karbon hitam. Tak ketinggalan lapisan aluminium digunakan di pedal akselerator dan rem untuk meningkatkan nuansa kabin. Itu semua bukan sekadar tampilan belaka. Tapi ada stabilitas lebih baik. Kenapa?

Baca juga: Opsi Mobil Bekas, Mitsubishi Xpander Ultimate atau Toyota Rush TRD AT 2018?

Ia turut diperkuat dengan peredam kejut berkinerja tinggi garapan Bilstein. Produsen aftermaket asal Jerman ini memang tersohor dalam meracik suspensi. Tongkat penopang antara bodi dan roda sengaja diadopsi, guna mewujudkan stabilitas maksimal dan kenyamanan berkendara semakin baik.

Spesifikasi

Untuk kapabilitas enjin sama dengan unit yang dijual di Indonesia seharga Rp 1,289 miliar. Sang PHEV punya kubikasi mesin bensin 2,4 liter plus dorongan dua motor listrik. Keunggulannya, Outlander PHEV punya tiga mode berkendara: EV Drive Mode, Hybrid Driving Mode dan Parallel Hybrid Mode.

Outlander PHEV Black Edition

Pada EV Drive, dinamo menggerakkan kendaraan menggunakan tenaga listrik murni tanpa pembakaran dan emisi CO2. Saat Anda mengaktifkan ini, berkendara lebih senyap. Lalu pada Hybrid Series Mode, menjadi perpaduan antara motor listrik dengan mesin bensin. Engine 2,4 liter siap menyuplai listrik jika baterai lemah. Dan memberi tambahan tenaga saat mobil butuh dorongan ekstra. Misal pada kecepatan tinggi, juga ketika menanjak.

Mode terakhir, Parallel Hybrid. Mesin bensin menjadi prioritas utama penggerak Outlander. Namun tetap diberi dorongan dari motor listrik saat kendaraan butuh ekstra tenaga. Mitsubishi mengatakan, unit bisa diisi ulang menggunakan tenaga listrik yang tersedia di rumah para pengguna. Bahkan siap menjadi generator, yang menjadi sumber tenaga, kala aliran listrik padam.

Outlander PHEV sudah dibekali sistem penggerak S-AWC (Super All Wheel Control). Konon membuat laju sang SUV gampang dikendalikan. Untuk fitur keamanannya sangat lengkap. Yang paling dasar, ia memakai struktur rangka Reinforced Impact Safety Evolution (RISE) dan Advanced Driver Assistant System (ADAS). Ditambah 7 airbags, Active Stability Control, Forward Collision Mitigation System dan Blind Spot Warning. (Alx/Tom)

Sumber: Mitsubishi Motors Japan

Baca juga: Berkenalan dengan Teknologi Katup Variabel MIVEC di Mobil Mitsubishi

Jelajahi Mitsubishi Outlander PHEV

Bandingkan & Rekomendasi

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store