Mesin Skyactiv Mazda Mendapat Teknologi Deaktivasi Silinder

Mesin Skyactiv Mazda Mendapat Teknologi Deaktivasi Silinder
Gambar
Review Pengguna

Mazda CX-5 facelift belum lama beredar untuk pasar Indonesia. Tapi di pasar Amerika Serikat sana, sudah mengalami perubahan lagi untuk model 2018. Selain beberapa tambahan fitur, perubahan terbesar datang dari balik kap mesin crossover Mazda ini. Tak banyak tapi bakal signifikan. Mesin Skyactiv-G 4-silinder kapasitas 2,5-liter ketambahan teknologi Cylinder Deactivation atau penonaktifan silinder. Nantinya, teknologi ini menjadi standar untuk semua model Mazda.

 

Teknologi Skyactiv sendiri, sudah merupakan upaya efisiensi bahan bakar dari Mazda dengan mengoptimalkan mesin pembakaran konvensional. Caranya, merancang mesin agar mampu memiliki daya tahan terhadap kompresi sangat tinggi untuk ukuran mesin bensin. Rasio kompresi mesin sebesar 14,0:1 di pasar luar, tapi untuk di Indonesia diturunkan jadi 13,0:1. Sudah pasti membutuhkan bahan bakar dengan oktan tinggi. Hasilnya memang tergolong irit untuk ukuran mesin 2,0-liter ke atas.

Tampaknya Mazda belum puas soal efisiensi, maka ditambahkanlah teknologi penonaktifan silinder. Dari jumlah silinder hanya 4 buah, dimatikan 2 silinder saat sedang dalam kecepatan jelajah. Tujuannya, tak lain meningkatkan lagi efisiensi di kecepatan tinggi. Teknologi ini sudah umum dan juga dimiliki pabrikan lain. Tapi Mazda mengklaim merekalah satu-satunya pabrikan di Amerika Utara yang menerapkan deaktivasi silinder di mesin 4-silinder. Mazda6 terbaru yang segera meluncur juga memakai teknologi ini.

CX-5 di pasar AS memakai mesin Skyactiv -G 2,5-liter yang sama dengan di Indonesia. Tenaganya mencapai 187 hp dan torsi 251 Nm. Transmisi tetap Skyactiv-Drive otomatis 6-speed. Standar penggerak menuju roda depan, tapi ada opsi all-wheel drive (AWD) untuk pasar AS.

Teknologi Cylinder Deactivation bukan barang baru dan sudah banyak diterapkan banyak pabrikan. Biasanya, diterapkan di mesin dengan jumlah silinder 6 atau lebih. Saat sedang berjalan dalam kecepatan konstan, jumlah silinder banyak menjadi mubazir, hanya membuang-buang bahan bakar. Biasanya sistem menonaktifkan setengah dari total silinder. Contohnya 4-silinder jadi hanya 2-silinder yang aktif, atau V6 jadi hanya 3-silinder yang aktif. Jumlah debit bahan bakar yang disemprotkan pastinya lebih sedikit.

Di pasar lokal sendiri, teknologi ini sudah pernah ada. Honda pernah memperkenalkan Variable Cylinder Management (VCM) di Honda Accord V6 generasi kedelapan. Saat kecepatan cruising yang stabil, 3 silinder langsung nonaktif untuk menghemat bensin. Ketika butuh tenaga besar untuk akselerasi, seluruh 6 silinder langsung aktif bersamaan. Hasilnya, konsumsi BBM di jalan tol bisa seirit mesin 4-silinder.

Sumber: Motortrend

Baca Juga : Beda Fitur Toyota Rush dan Daihatsu Terios Baru

Jelajahi Mazda CX 5

Mazda CX 5 Rp 509,8 - Rp 589,8 Juta Cicilan : Rp 11,63 Juta

Bandingkan & Rekomendasi

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store