• Wishlist

Mengenang Ayrton Senna, McLaren P1 GTR Disulap Bergaya Formula 1

Ayrton Senna, sosok spesial bagi McLaren. Khususnya di ajang balap jet darat Formula 1, Senna menyumbang 3 juara dunia bagi tim yang bermarkas di Woking, Inggris itu. Gelar pertama diraih pada 1988, yang merupakan musim perdana Senna gabung di McLaren. Disusul kemudian musim balap 1990 dan 1991. Tak ada yang meragukan era itu sebagai masa keemasaan sang pembalap asal Brasil. Kematiannya di sirkuit Imola pada 1994, membuat namanya kian melegenda.


Sebagai bentuk perayaan 30 tahun gelar pertama Ayrton Senna, McLaren menciptakan mobil spesial. McLaren Special Operations (MSO) mengemban tugas menghadirkan kembali memori McLaren MP4/4 yang dipakai Senna kala itu. Unit yang dijadikan obyek adalah P1 GTR.


Mobil ini bukan untuk dijual, melainkan hasil modifikasi milik salah satu kolektor P1 GTR. Sang pemilik menghabiskan tiga tahun mengerjakan proyek ini bersama McLaren. Hasilnya memang sangat istimewa. Benar-benar sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum Senna.



Corak McLaren MP4/4 dilaburkan ke P1 GTR. Berupa warna merah dan putih membentuk ciri khas Marlboro yang saat itu mensponsori tim McLaren. Tentunya tanpa tulisan Marlboro dan sponsor lainnya. Bagian sisi hanya ada tulisan Senna Driven to Perfection dan bendera Brasil. Angka 12 tertera di moncong sesuai nomor Senna saat mengendarai MP4/4 pada 1988. Uniknya, P1 GTR ini menjadi unit ke-12 juga, dari 58 unit yang cuma dibuat MSO.


Interiornya juga tersemat emblem Senna Drive to Perfection untuk membedakan dengan P1 GTR biasa. Nama Senna pun terpatri jelas di head rest jok balapnya. MonoCage berbahan serat karbon dituliskan quote Senna paling terkenal, ‘I’m not designed to finished 2nd or 3rd... I am designed to win.’


McLaren P1 GTR bukanlah mobil sembarangan. Ia adalah varian khusus sirkuit dari hypercar P1. Dibangun sangat terbatas untuk merayakan 20 tahun McLaren F1 memenangi Le Mans 24 Hours 1995 silam. Tampilannya saja sangat mengisyaratkan mobil balap tulen. Dengan paket aerodinamika ekstrem dan sayap superlebar. Pantas banderolnya mencapai $2,4 juta (Rp 34,8 miliar).


Pemiliknya tidak ingin mengubah corak warna saja. Spesifikasinya tidak dipublikasikan. Hanya disebut mendapat peningkatan tenaga. Standar P1 GTR saja sudah mampu menghasilkan daya 1.000 PS (986 hp) dari mesin V8 3,8-liter twin-turbo dan motor listrik (hybrid). Itu saja sudah lebih besar 84 PS (83 hp) dibanding McLaren P1 biasa. Belum lagi pengurangan bobot hingga 50 kg yang membuat rasio power-to-weight sebesar 697 PS (687 hp)/ton atau sama dengan 1,44 kg/hp. Tak ayal, akselerasi 0-100 km/jam secepat 2,8 detik dan kecepatan puncaknya 349 km/jam. Ketika menikung, gaya horizontal dihasilkan mencapai 1,54 g.


Bodi yang penuh paket aerodinamika didesain ulang. Splitter depan diperlebar dan mendapat tambahan sayap kecil baru. Aliran udara ke belakang diperlancar dengan kelopak dan sirip di samping. Bidang datar spoiler belakang juga diubah. Alhasil, downforce meningkat menjadi sekitar 800 kg dari sebelumnya 600 kg. (Odi/Van)


Sumber: Newspress


Baca Juga: Alasan Toyota Supra Pakai Mesin BMW