Jajaran Mobil Gagal Unjuk Gigi di Geneva Motor Show 2020

Jajaran Mobil Gagal Unjuk Gigi di Geneva Motor Show 2020

Geneva Motor Show 2020 tak jadi digelar. Padahal pameran otomotif bertaraf internasional itu, menjadi ajang dunia untuk menampilkan inovasi terbarunya. Peserta pameran harus berbesar hati, lantaran pembatalan palagan karena dampak Virus Corona yang mengancam.

Walau begitu, beberapa pabrikan akhirnya memutuskan untuk mengenalkannya lewat caranya sendiri. Ada yang melalui metode livestreaming dan mengambil lokasi berbeda. Bagaimanapun, momen peluncuran yang sudah dijadwalkan harus tetap berjalan. Berikut detailnya seperti dinukil dari Motor1.

Bentley Bacalar

Bentley Mulliner Bacalar

Supercar teranyar Bentley ini punya tampilan unik. Bukan model konvertibel, Bacalar didesain gaya agresif tanpa memiliki atap. Ia merupakan model Continental GT Convertible yang dipermak dengan garis bodi berbeda sepenuhnya. Mengusung pelek masif 22-inci, tubuhnya dikelir three-tone eksklusif. Yang menarik, satu-satunya komponen yang mengambil dari Continental GT adalah gagang pintu.

Kemudian interior dibuat simpel dengan garis tegas dan permukaan datar. Namun, banyak tombol diselipkan untuk mengatur fitur tertanam, terutama di konsol tengah. Ini dipadukan dasbor yang terbuat dari kayu riverwood super langka. Usianya 5 ribu tahun. Berasal dari kayu mati yang ditemukan di berbagai area, seperti pinggir danau atau sungai di Fenlands, Anglia Timur, Inggris. Jantung mekanis mempercayakan W12 twin-turbo 6,0 liter, yang menghasilkan 659 PS dan torsi 904 Nm. Bacalar pun dapat melesat dari nol ke 100 kpj dalam 3,5 detik. Lantas berapa harganya? Prediksi £ 1,5 juta (Rp 28 miliar) dan cuma dibuat 12 unit.

Hyundai Prophecy Concept

hyundai prophecy

Mengadopsi desain 45 concept yang dikenalkan tahun lalu, Prophecy tampil lebih futuristik. Walau memang gayanya seolah mengambil dari Porsche 911 yang khas. Terlepas dari itu, berbagai teknologi terkini dengan gaya unik diimplementasikan. Contoh sektor penerangan pixel di headlamp, taillight dan spoiler. Penyematannya tentu akan meningkatkan efisiensi energi yang dipakai, mengingat ia kendaraan listrik sepenuhnya.

Tak terpasang kemudi konvensional karena sebuah kendaraan otonom. Pengaturan melalui sebuah joystick. Belum ada informasi lebih jelas, apakah mobil konsep ini bakal diwujudkan jadi model produksi. Namun, Hyundai tengah berupaya mewujudkan lampu pixel itu ke produk massal.

Koenigsegg Gemera

Koenigsegg Gemera Eksterior

Megacar Koenigsegg yang bertenaga luar biasa besar, mencapai 1.723 PS dan torsi 3.500 Nm. Ini berkat kombinasi mesin konvensional dengan motor elektrik. Jantung mekanis tergolong kecil, hanya tiga silinder kapasitas 2,0-liter. Ia diperkuat teknologi twin-turbocharged yang menghasilkan 608 PS. Perpaduan dapur pacunya mampu melesatkan Gemera dari posisi nol ke 100 kpj dalam 1,9 detik. Menariknya, dapat meminum biofuel reusable, sehingga sangat ramah lingkungan.

Tak hanya performa mesin, teknologi yang diterapkan juga lengkap. Terdapat pemanas dan cup holder yang mampu mendinginkan. Walau penggunanya bakal lebih fokus ke performa, tapi Koenigsegg tetap menyematkan perangkat hiburan di depan dan belakang, jumlah speakernya sampai 11 buah. Termasuk pengisi daya smartphone nirkabel. Pabrikan asal Swedia ini pun hanya membuat 350 unit Gemera.

Mansory Audi RS6 Avant

mansory audi RS6

Audi sudah menyiapkan tunggangan sporty yang mendapat sentuhan Mansory. Nama ini tak asing lagi di kalangan pecinta modifikasi. Perusahaan yang asalnya juga dari Jerman ini menguatkan tampilan Audi RS6 Avant menjadi lebih liar dan garang. Corak hitam jet disapukan ke seluruh tubuh, kemudian diberikan aksen berupa racing stripe. Begitu pula kaliper rem, pelek 22-inci dan sedikit di front lip.

Jantung mekanis turut kena otak-atik. Berspesifikasi twin-turbo 4,0 liter, RS6 Avant karya Mansory dibuat makin bertenaga. Kini dayanya mencapai 729 PS dengan torsi 1.000 Nm. Energi sebesar itu menghantarkan akselerasi dari nol ke 100 kpj dalam 3,2 detik.

Mercedes-AMG E53

mercedes E53 AMG

Lini E-Class kian lengkap dengan kehadiran E53 AMG. Dijadwalkan meluncur saat Geneva Motor Show, ia adalah model yang memiliki perpaduan seimbang antara kemewahan dan performa liar. Mempercayakan mesin sama seperti sebelumnya, enam silinder segaris 3,0-liter, mampu menyemburkan 434 PS dan torsi 520 Nm. Walau begitu, wujudnya dibikin makin atraktif dengan grille baru.

Perangkat di dalamnya mampu menunjang kenyamanan pengguna. Infotainment MBUX baru dengan layar sentuh utama 12,3-inci berpadu panel instrumen digital yang juga berukuran sama. Terdapat pula touchpad di konsol tengah untuk mengontrol head unit. Sehingga menambah kesan eksklusif dan canggih.

Morgan Plus Four

morgan plus four

All-new Plus Four, unit terbaru dari Morgan yang benar-benar baru. Mobil bergaya klasik ini dikatakan hanya mengambil 4 persen dari komponen model terdahulu, Plus Four. Ditujukan untuk dua penumpang, struktur aluminium memenuhi tubuhnya. Makin menarik, lantaran kini menggunakan mesin empat silinder yang ditunjang turbocharged untuk pertama kalinya. Dapur pacu 2,0-liter mampu menciptakan 258 PS dan 399 Nm. Ini dipasangkan ke sistem transmisi manual 6-speed atau otomatis 8-speed. Walau tak menyuguhkan performa bak supercar, tapi harganya mencapai Rp 1,1 miliaran.

Porsche 911 Turbo S

porsche 911 turbo

Unit 911 Turbo paling bertenaga akhirnya dihadirkan Porsche. Wujudnya mungkin tak bakal membuat orang tercengang. Seperti biasa Porsche menyelipkan gaya khas klasik. Seberapa bertenaga ia? Di balik kapnya terdapat mesin yang menghasilkan 648 PS. Terbesar dalam sejarah hidup 911. Klaimnya, sprint dari posisi nol ke 100 kpj dalam 2,6 detik. Urusan pengendalian, ada fitur active aero yang meningkatkan aerodinamika. Konsumen yang tertarik untuk memiliki akan dikenakan harga dasar $200 ribu atau Rp 2,8 miliar.

Renault Morphoz

renault morphoz

Renault rencananya memamerkan mobil konsep, Morphoz di Geneva Motor Show. Mobil berpenampilan super futuristik ini punya keunikan tersendiri. Teorinya, sebuah SUV bertenaga elektrik tapi bisa ditransformasi menjadi crossover coupe. Ya, secara teknis bisa memanjang 15 inci dalam hitungan detik. Sehingga biasa ada area tambahan untuk baterai ekstra. Ini tentu akan membantu pengguna dalam memenuhi kebutuhan sesuai kondisi. Ketika di tengah kota, dimensi yang lebih kecil memungkinkannya bermanuver dengan lincah karena kompak. Namun, saat membutuhkan ruang bagasi besar dan tambahan daya untuk perjalanan jauh, Morphoz bisa mengakomodir. (Hfd/Odi)

Sumber: Motor1

Baca Juga: Dampak COVID-19 Terhadap Pameran Otomotif Global

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store