Infiniti QX50 2019, Mobil Pertama dengan Teknologi Kompresi Variabel

Infiniti QX50 2019, Mobil Pertama dengan Teknologi Kompresi Variabel

Ada bagian paling menarik yang dibawa Infiniti saat memperkenalkan QX50 di Los Auto Show 2017 lalu. Bukan karena Compact Utility Vehicle (CUV) ini memasuki generasi kedua, melainkan teknologi yang terkandung di dalamnya. Apalagi kalau bukan teknologi termutakhir berupa sistem rasio kompresi variable yang mereka beri nama VC-T (Variable Compression-Turbocharged). Setelah mulai serius mengkampanyekan teknologi ini sejak 2016 lalu, akhirnya realita masuk dalam pasar terjadi. Nissan QX50 2019, mobil massal pertama yang mengadopsinya.

Menarik mengulas kembali mesin ini, karena menjadi mesin internal combustion (pembakaran dalam) tercanggih yang pernah diciptakan. Infiniti melewati fase pengembangan selama 20 tahun. Sampai akhirnya bisa terwujud dalam mesin bensin konfigurasi 4-silinder plus turbocharger dan diproduksi massal. Sebenarnya, teknologi ini sudah ada sebelumnya. Peugeot dan Porsche sempat merancang dan mempatenkan desain mesin serupa. Namun tidak pernah sampai tahap produksi. Infiniti berhasil melangkah lebih jauh dari pabrikan lain menuju era teknologi mesin baru.

Rasio kompresi mesin merupakan DNA dasar pada mesin pembakaran dalam. Yaitu sebuah ukuran volume di ruang bakar, yang berada di antara saat piston bergerak paling bawah, hingga di posisi paling atas. Rasio kompresi tinggi selaras dengan efisiensi bahan bakar. Sementara rasio kompresi rendah mampu menghasilkan daya mesin bensin. Biasanya rasio yang diperhitungkan cenderung tetap tergantung peruntukan sebagai mobil kencang atau ekonomis. Dapat diubah tapi harus melalui modifikasi besar.

teknologi VC-T

Mobil sport bertenaga besar, contohnya Mercedes-AMG, memiliki rasio kompresi sekecil 8,6:1. Mazda Skyactiv yang mengutamakan efisiensi tinggi, rasionya 14:1. Infiniti ingin mengambil keuntungan dari dua rasio berbeda itu. Mesin VC-T memiliki rasio kompresi fluktuatif antara 8:1 dan 14:1. Output yang ingin dicapai, sekitar 27 persen lebih irit dibanding mesin V6 3,7-liter di QX50 terdahulu, tapi torsinya bisa lebih besar.

Sebagai perbandingan, mesin lawas V6 menghasilkan tenaga 325 hp pada 7.000 rpm dan torsi 362 Nm pada 5.200 rpm. Di QX50 2019, mesin KR20DDET 4-silinder 2,0-liter Turbo mampu menghimpun tenaga 268 hp pada 5.600 dan torsi 380 Nm 5.200 rpm. Torsi lumayan terdongkrak meski tenaga menurun. Tapi puncak daya bisa dicapai di putaran mesin lebih rendah. Dan satu lagi, mesin terbaru ini lebih ringan 60 kg daripada V6. Penyalur tenaga mengandalkan CVT yang sangat halus. QX50 ditawarkan dalam pilihan penggerak semua roda (AWD) dan roda depan (FWD).

Rasio berubah secara konstan saat dibutuhkan tenaga besar atau bila sedang ingin berkendara efisien. Saat menginjak pedal gas dalam-dalam untuk mengail tenaga besar, kompresi rendah dapat membuat kinerja turbocharger lebih efektif. Dan sebaliknya, rasio kompresi tinggi terbukti secara signifikan menekan konsumsi bahan bakar. Otak pengaturan terletak pada Engine Control Logic yang sangat rumit. Sistem ini mengoptimalkan rasio terbaik yang dibutuhkan mesin.

Chris Day, Senior Powertrain Performance Manager, meyakinkan sistem VT-C bekerja tanpa disadari. “Mekanikal perubahan rasio kompresi secara elektrik,” ujar Day dinukil dari Motorauthority. Sebuah motor listrik menggerakkan Variable Compression Actuator (VCA) yang mendapat input dari ECU untuk mengubah rasio kompresi. Jadi ada sistem mekanis di lengan piston untuk memindahkan ketinggian piston, sehingga tercipta rasio besar atau kecil. “VCA penyebab rasio kompresi berubah bagian elektrikalnya. Lengan yang bergerak tetap mekanikal,” tambah Day.

Secara fisik mesin VC-T hampir tak ada bedanya dengan mesin 2,0-liter turbo biasa. Lengan aktuator yang mengubah posisi piston, diposisikan di sisi blok mesin dan tidak memakan banyak tempat. Penempatan yang pintar dan kinerja mesin tetap halus, menjaga mesin tetap awet dan tahan lama. Menurut Day, pemilik tak perlu merisaukan kekuatan mesin ini, sama kuatnya dengan mesin turbo 4-silinder biasa. Bahkan pihak Infiniti berani mengklaim lebih tahan lama.

Pantas saja mesin baru ini langsung diganjar gelar mesin terbaik dan ramah lingkungan dari Automobile, Motor and Bicycle Association of Austria (ARBO) 2016 lalu, walau belum dilepas ke pasaran. Sebuah capaian baru pada perkembangan teknologi mesin pembakaran dalam. (Odi)

Baca Juga: Infiniti Q Inspiration Concept, Jawaban Untuk Persaingan Sedan Mahal 

Sumber: Motorauthority

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store