• Wishlist

GIIAS 2017 Siap Menyambut Mobil Pedesaan

GIIAS 2017 Siap Menyambut Mobil Pedesaan

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) siap menggelar GIIAS 2017 dan memaparkan banyak keunggulan teknologi kelas dunia. Melihat perkembangan pemain lokal di segmen mobil pedesaan, organisasi ini siap memberikan insentif, mendukung program pemerintah.


“Kami sudah duduk bersama pemerintah membahas ini. Kami tekankan bahwa kami siap mendukung program pemerintah,” tegas Yohannes Nangoi, Ketua Umum GAIKINDO, saat konferensi pers GIIAS (GAIKINDO Indonesia International Auto Show) 2017 di Jakarta Selatan, hari ini (7/2).


Posisi GAIKINDO, dijelaskan Nangoi, pasti sejalan dengan keinginan pemerintah Indonesia. “Kami diminta memberikan informasi teknologi atau membantu pengadaan supply chain untuk membantu pemerintah melaksanakan proyek tersebut,” jelas orang nomor satu di organisasi pabrikan otomotif Indonesia itu.


Persiapan GIIAS 2017


Nangoi pun menjanjikan bahwa pihaknya akan memberi beragam dukungan hingga menyediakan lahan untuk para pemain lokal ini tampil di ajang GIIAS. “Kan ada banyak pabrikan kecil seperti Komodo dan lainnya, tapi mereka belum siap, tapi kami siap menyambutnya. Kalau tahun ini mereka membutuhkan tempat yang lebih ekonomis, kami akan membicarakannya,” jelasnya.


Menurut Sang Ketua GAIKINDO, jika kerjasama seperti ini ditingkatkan, bukan mustahil anggotanya siap mempelajari dan mengembangkannya bersama-sama. “Kami ini asosiasi pemegang merek, jadi kalau ada merek yang mau bekerja sama, silakan saja,” tutup Nangoi.


010457000_1486105919-Mobil_pedesaan_3-ok


Seperti diketahui, pada awal tahun lalu Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Nasir, menyatakan produksi mobil angkut untuk masyarakat di pedesaan dimulai pada tahun ini. Rencananya kendaraan dengan kapasitas mesin di bawah 1.000 cc itu dibanderol dengan harga berkisar antara Rp 70 juta hingga Rp 80 juta per unit.



Pembuatan mobil pedesaan ini, menurut Nangoi, diartikan sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan masyarakat desa terhadap alat angkut yang laik jalan. ‎Dengan demikian, akan memudahkan aktivitas masyarakat di daerah dengan fungsinya sebagai alat angkut hasil pertanian dan perkebunan.


GEN_0104


FIN Komodo, merek yang disinggung Nangoi, adalah salah satu pabrikan anak bangsa yang mengembangkan kendaraannya untuk transportasi di perkebunan. Mobil berbentuk buggy dengan mesin kompak ini, memiliki mobilitas unggul di lahan offroad yang ada di perkebunan dan harga yang terjangkau ketimbang truk besar.


Kendaraan seperti FIN Komodo dan mobil program pemerintah ini, nantinya diharapkan bisa memudahkan masyarakat pedesaan untuk mendukung industri agraria Indonesia yang notabene masih membutuhkan moda transportasi yang bisa diandalkan secara ekonomi maupun agilitas.


Baca juga: GAIKINDO dorong pemerintah beri insentif untuk mobil hybrid


Sumber foto: Liputan6