Ragam Mobil Elektrifikasi Tersedia di Tanah Air (Part-2)

Ragam Mobil Elektrifikasi Tersedia di Tanah Air (Part-2)

Mobil elektrifikasi makin ramaikan pasar otomotif Tanah Air. Variannya banyak, dari harga di bawah satu miliar sampai lebih. Selain menyajikan perjalanan ramah lingkungan, beragam teknologi canggih siap menyambut pengguna. Sebelumnya pada bagian pertama, OTO menjabarkan lini dari Jepang. Kali ini model-modelnya berasal dari Eropa dan Amerika Serikat.

BMW i3s exterior

BMW i3s

i3s memiliki daya tarik tersendiri. Dengan panjang 4.006 mm, lebar 2.039 mm dan tinggi 1.570 mm, mobil besutan BMW tampak mungil. Bentuk dibuat boxy, agar penumpang di dalam tak kesempitan. Sekaligus mampu menampung banyak barang. Banderolnya memang tak murah, menyentuh Rp 1,309 miliar. Tapi diganjar spesifikasi mumpuni.

Teknologi penggerak roda mengandalkan satu motor elektrik. Menghasilkan 186 PS dan momen puntir 270 Nm. Suplai baterai berkapasitas kotor 42,2 kWh, BMW i3S diklaim dapat mengajak pengguna bertualang sejauh 325 km. Perform pun dapat diatur lewat mode berkendara : Sport dan Eco Pro. Ketika memilih Sport, mesin langsung mengeluarkan kinerja tertinggi. Menariknya komponen lain juga terpengaruh, seperti suspensi yang menurun 10 mm untuk meningkatkan kelincahan. Sementara Eco Pro menahan performa guna menghemat energi.

Desain modern berkonsep minimalis diterapkan. Uniknya BMW mengaplikasikan pintu belakang bergaya suicide, guna memudahkan akses. Pada wajah terdapat kidney grille, minus kisi-kisi. Ditemani penerangan LED menganut fungsi auto. Fitur otomtis seperti rain sensing wiper. Mengaktifkan penyapu kaca depan ketika mendeteksi adanya rintik hujan. Mobil sudah pakai keyless, termasuk start/stop button. Infotainment didukung head unit 10,25 inci, serta panel instrumen digital. BMW menyematkan tatanan tak rumit pada interior, dengan sedikit imbuhan elegan. Pengaturan AC berupa tombol dan kenop putar.

Fitur canggih lain membantu pengendalian sekaligus memastikan keselamatan. Ada Active Cruise Control yang memudahkan perjalanan jauh. Stabilitas disokong Automatic Stability Control (ASC), Dynamic Traction Control (DTC), Anti-lock Braking System (ABS) dan Electronic Brake Distribution (EBD). Parkir didukung Automated Parking Assist dan kamera belakang. Sedangkan perlindungan pasif terdapat dual front, side chest dan side curtain airbags.

Tesla Model 3

Tesla Model 3

Varian termurah Tesla ini dipatok mulai Rp 1 miliaran. Berwujud sedan fasctback, gaya futuristik diaplikasikan dengan siluet membulat di berbagai sisi dan tanpa detail rumit. Ukuran Model 3 terbilang kompak. Punya panjang 4.694 mm, lebar 2.088 mm dan tinggi 1.443 mm. Jarak sumbu roda diseting 2.875 mm. Bodi disuguhkan dalam lima pilihan kelir : Solid Black, Midnight Silver Metallic, Red Multi Coat, Deep Blue Metallic dan Pearl White Multi Coat. Untuk interiornya terdapat dua opsi Black & White dan All Black. Pelek pun disodorkan dalam dua opsi : 19 inci Sport dan 18 inci Aero. Atapnya mengaplikasikan kaca kuat, sehingga memberikan kesan lega dalam kabin.

Ada tiga tipe disuguhkan: Standar Range Plus, Long Range dan Performance. Pembedanya di tenaga motor elektrik dan jangkauan jelajah. Terbawah Standard Range dengan kemampuan tempuh 409 km (posisi baterai penuh hingga habis). Memanfaatkan motor tunggal di depan, outputnya 286 PS. Di atasnya terdapat Long Range berpenggerak seluruh roda. Mampu dikendarai hingga 560 km dengan keluaran daya dorong 417 PS. Terakhir Performance dengan kemampuan 531 km dan daya dorong 478 PS.

Perangkat tersemat beragam. Terutama dalam hal otonom. Seperti Autopilot, memungkinkan pengemudi tidak perlu menyentuh kontrol sama sekali. Sistem navigasinya dapat mengarahkan mobil keluar-masuk jalan bebas hambatan. Ini didukung Adaptive Cruise Control untuk memudahkan perjalanan tanpa campur tangan pengemudi. Lalu Autopark untuk manuver parkir sendiri. Serta Auto Lane Change, secara otomatis memindahkan mobil dari lajur.

Melewati jalan sempit atau parkir pun terjaga, berkat kamera 360 derajat. Di dalam kabin lebih minimalis lagi, seperti berada di dalam pesawat luar angkasa. Tak banyak pernak-pernik. Dasbor diisi head unit masif 15 inci, yang tak hanya berfungsi sebagai pemutar multimedia, tapi juga pengontrol fungsi kendaraan. Seperti pelipatan spion, pengaturan suhu sampai membuka pintu bagasi depan-belakang. Terhubung dengan 14 sepiker untuk mengeluarkan suara optimal di seluruh bagian kabin.

Model X

Tesla Model X

Berbanderol mulai Rp 3 miliaran, MPV Tesla memiliki nuansa sama dengan Model 3. Hanya saja ketambahan kursi baris belakang untuk dua orang. Total tujuh penumpang bisa ditampung oleh Model X. Bodinya terbilang besar dengan panjang 5.036 mm, lebar 2.271 mm dan tinggi 1.684 mm. Gaya coupe diterapkan, lewat implementasi atap landai di buritan. Menariknya, pintu bagian depan normal cara membukanya. Tapi belakang berupa Falcon Wing, versi modifikasi dari Gull Wing yang membuka dan melipat ke atas. Gagang pintu dibuat tersembunyi, memberikan efek mulus pada bodi samping. Lalu semua lampu terbenamkan berupa LED. Eksterior disempurnakan dua pilihan pelek 20 dan 22 inci.

Layaknya MPV yang mengutamakan kemampuan angkut, jok belakang dapat dilipat rata lantai. Guna memaksimalkan ruang. Bila masih kurang masih ada bagasi di depan. Terkait perangkat infotainment, lebih besar dari Model 3. Ukurannya 17 inci tertanam vertikal di tengah dasbor, tapi berkemampuan sama. Diperkuat sepiker sebanyak 17 berbahan neodymium magnet yang memastikan kejernihan suara. Tesla menyediakan wireless charging, USB port, lampu LED ambient, armrest dengan dua cup holder dan kemudi maupun kursi dengan pemanas.

Keselamatan penumpang dipastikan perlindungan pasif 12 kantung udara. Sistem yang memanfaatkan elektronik ada Lane Departure Avoidance, Emergency Lane Departure Avoidance, Blind Spot Collision Warning dan Automatic Emergency Braking. Sistem otonom terselip tak berbeda: Autopilot, Auto Lane Change, Autopark dan Active Cruise Control.

Jantung mekanis dan sumber daya ada dua pilihan, yang terbagi berdasarkan varian : Long Range Plus dan Performance. Yang berdaya jelajah terjauh adalah Long Range Plus dengan 564 km. Kompensasinya performa yang tak sekuat Performance. Dibutuhkan 4,4 detik untuk berakselerasi dari nol ke 96 kpj. Sementara versi paling bertenaga dapat melesat dalam 2,6 detik. Namun, jangkauannya tereduksi jadi 490 km. Memanfaatkan dua motor listrik, berarti menganut sistem penggerak all-wheel drive. Pengendaliannya turut ditopang suspensi udara adaptif. Urusan pengisian daya baterai, Model X bisa dihubungkan dengan fast charging tesla 250 kW. Cuma butuh 15 menit, mobil sudah bisa melaju sejauh 200 km.

Tesla Model S exterior

Tesla Model S

Untuk Model S dipatok mulai Rp 3 miliaran. Fantastis memang, tapi konsumen diganjar pengalaman berkendara menyenangkan. Bagaimana tidak, soal performa tentu menjadi perhatian untuk mobil listrik. Elektrifikasi Mode S mengandalkan dua motor, tak berbeda dengan Model X. Untuk opsi Performance dapat melesat dari nol ke 100 kpj dalam 2,4 detik. Jangkauan tualang tapi lebih mumpuni sampai 560 km (baterai penuh hingga habis). Sedangkan Long Range Plus lebih andal dibawa jalan jauh. Bisa 627 km. Namun, performa sedikit di bawah. Dari nol ke 100 kpj dibutuhkan 3,7 detik.

Eksterior mengoptimalkan aerodinamika, tapi tetap atraktif. Koefisien drag aerodinamika mencapai 0.23 Cd, diklaim sedan paling aerodinamis di kelas. Wajahnya tampak agresif dengan lampu LED sipit berpadu grille tipis tertutup bersudut tajam. Bumpernya terlihat kokoh dengan aksen meliuk di ujung. Hidung ini tidak dipakai untuk menempatkan mesin, malah dijadikan bagasi. Memaksimalkan upaya membawa barang. Ini masih dibantu ruang di belakang dengan bukaan bergaya liftback. Atapnya mengusung panoramic sunroof. Sementara sisinya dibuat mulus. Gagang pintu terbenam, dan akan mencuat ketika kunci didekatkan.

Rancang dalam tak kalah minimalis. Tak banyak tombol, lantaran sudah dipindahkan ke dalam layer control pusat 17 inci di tengah. Sama seperti produk Tesla lainnya. Keluaran suara ditopang sebelas sepiker dan subwoofer 8 inci. Tak puas, panel instrument digital juga terselip di belakang kemudi, memastikan informasi seputar kendaraan diketahui jelas. Menariknya, pengemudi bisa melihat navigasi dari situ, termasuk kondisi lalu lintasnya. Unit tercepat Tesla juga memperhatikan faktor keselamatan. Total delapan kantung udara yang melindungi dari berbagai sisi. Kestabilan pengendalian dijaga Electronic Stability dan Traction Control. Fitur otonom lain yang terdapat pada Model 3 dan X juga terpasang padanya. (Hfd/Tom)

Baca juga: Ragam Mobil Elektrifikasi Tersedia di Tanah Air (Part-1)

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store