Mitsubishi Lancer Evolution : Evolusi Senjata Andalan

Mitsubishi Lancer Evolution : Evolusi Senjata Andalan

Sebelum membahas lebih lanjut soal Mitsubishi Lancer Evolution yang legendaris, izinkan kami untuk sedikit memberikan intro: Kenapa hari ini kami menulis yang tidak biasa? Pertama karena kami bosan dengan berita Toyota Calya/ Daihatsu Sigra, pembukaan dealer, atau angka penjualan mobil. Dan kedua ini weekend. Waktunya untuk sesuatu yang lebih santai. Senin besok kalau rasa bosan kami hilang, akan ada sebuah tulisan menarik soal LCGC 7-seater itu.

Nah,  kembali ke topik soal Mitsubishi Lancer Evolution. Tak banyak model mobil yang berhasil menyaingi kebesaran sebuah merek. Setiap merek berusaha mengembangkan produk dengan maksud membesarkan nama merek tersebut dan membuat beragam produk yang dihasilkan jenama itu, turut berhasil. Tak demikian bagi model ini, Lancer Evolution.

Ini bukanlah kegagalan, namun bagi kami lebih layak melihatnya sebagai keberhasilan sebuah model. Bahkan ketika akhirnya nama Mitsubishi terhempas ombak besar skandal efisiensi, kebesaran trah Lancer Evolution, tak tergoyahkan. Mengutip istilah yang digunakan Car and Driver, lewat Lancer Evolution, Mitsubishi sudah membuat sebuah senjata.

Tapi senjata ini akhirnya dilucuti. Senjata terkuat Mitsubishi dalam menggemborkan mereknya lewat dunia balap, akhirnya ditanggalkan. Mereka memilih untuk mengembangkan kendaraan SUV, Crossover, dan mobil perkotaan. Maret 2016 lalu, simbol terakhir dari Lancer Evolution diluncurkan. Ini adalah model terakhir yang menutup lembaran sejarah Lancer Evolution dengan halaman yang sangat menarik. Begini kisahnya.

Galant VR-4 – 1987

Masyarakat umum mungkin mengenal Lancer Evolution merupakan pengembangan murni dari Lancer menjadi sosok yang lebih brutal, lebih sporty. Namun bukan hanya itu. Di balik Mitsubishi Lancer Evolution turut berkontribusi juga sedan sport series mereka, Galant VR-4. Ya, dari balik kap mesin Galant inilah, mesin 4G63T. Mesin buas ini adalah peluru dari senjata Lancer.

Karenanya, evolusi Lancer Evolution tak akan bisa terjadi jika tak ada pencangkokkan jantung Galant. Mesin 4-silinder 16 valve DOHC dengan turbocharged ini bukan mesin biasa. Konstruksinya unik, ia menggunakan material blok mesin yang lebih kuat untuk menjaga performa pembakaran. Alhasil tenaga mencapai 195 dk bisa diproduksi pada saat itu (Galant VR-4). Mesin inipun tak digunakan dalam satu seri Lancer Evolution saja. Hingga Evo IX pun, 4G63T tetap digunakan namun dengan ubahan-ubahan sesuai dengan perkembangan teknologi.

Evolution I (CD9A) – 1992

Evolution I hanya untuk pasar Jepang

Di tahun ini, ada ajang Rally dunia yang membuat kompetisi antar pabrikan memanas. Kompetisi inipun turut terjadi pada seri mobil produksi massal karena keberhasilan sebuah model di ajang balap, akan berimbas baik pada brand image produk mereka. Mitsubishi tak bisa memasukkan Galant di rally karena dinilai terlalu besar. Alhasil bodi Lancer sedan yang menggunakan mesin dan penggerak Galant VR-4 pun diracik sebagai Lancer Evolution.

Mesin 4G64T dari VR-4 digunakan, dimodifikasi dan tenaganya dinaikkan menjadi 247 PS dengan torsi 309 Nm. Varian top of the line dari Lancer Evolution adalah GSR, sementara varian hemat bobotnya RS dengan melucuti power window, ABS dan beberapa fitur lain yang membuat GSR lebih mewah. Hanya 5.000 unit Evo I yang diproduksi pada batch pertama di tahun 1992-1993 dan semuanya diracik dengan setir kanan karena hanya dijual untuk pasar Jepang saja.

Evolution II (CE9A) – 1994

Evo II berubah total

Belajar banyak setelah proyek Lancer Evolution pertama, Mitsubishi pun langsung meracik kembali Evo dengan mengubah konstruksi rangkanya. Penyesuaian dilakukan besar-besaran dengan memanjangkan wheelbase, melebarkan trek roda, suspensi yang lebih baik, dan penggunaan material-material yang lebih ringan. Alhasil handling Evo II pun lebih tajam. Sektor mesin juga dituning ulang. Mesinnya mampu menyemburkan tenaga lebih besar 4 dk menjadi 256 dk.

Desainnya juga disepuh sedikit, dengan pemberian aksen muskular di beberapa sektor eksterior. Tampilannya dalam kondisi standar pun menjadi kian sporti dan banyak yang menyebutnya sebagai versi penyempurnaan dari Evo II.

Evolution III (CE9A) - 1995

EVO III platform sama, beda turbo

Puas dengan hasil yang dicapai pada Evo II, insinyur Mitsubishi pun mulai turun tangan lebih serius untuk memaksimalkan performa Lancer Evolution. Alhasil Evolution III pun dibangun dengan basis yang sama persis hanya saja disempurnakan pada perangkat-perangkat penunjang performa. Misalnya saja mesin yang dinaikkan tenaganya hingga 273 dk . hasil ini dicapai dengan cara mengganti turbo dengan TD05H-16G dan menaikkan kompresinya silinder mesinnya.

Demi mendapatkan asupan udara yang baik untuk mesin yang sangat panas tersebut, desainer pun harus bekerja berdampingan dengan para insinyur hanya untuk membentuk bumper dan moncong depan Evolution III. Coba lihat bagian hidung bumper yang lebih maju dari grill dan lampu. Desain ini disengaja demi mendapatkan asupan udara yang baik bagi mesin dan intercooler. Sedangkan airdam besar dirancang sebagai penjebak udara untuk mendinginkan rem. Mobil ini menjadi sangat terkenal karena berhasil membawa Tommi Makinen ke tangga juara rally dunia pada 1996.

Evolution IV (CN9A) - 1996

EVO IV punya basis baru

Pada generasi ini, Mitsubishi yang makin serius berkiprah di ajang rally kian menerapkan banyak ilmu dari dunia tersebut ke Evolution IV. Seiring dengan penggunaan basis baru berkode CN9A, Lancer Evolution pun memiliki bodi yang lebih besar dan memungkinkan untuk menggunakan desain yang lebih ekstrem. Tengok saja foglamp yang digunakannya, teramat besar dan menimbulkan kesan bahwa ini adalah mobil rally sejati, hanya tak terbalut stiker sponsor saja.

Mesin hanya dituning ulang untuk menaikkan sedikit tenaga menjadi 280 dk. Menurut beberapa penggunanya, mesin ini memiliki kinerja turbo yang lebih optimal lantaran sistemnya yang sudah menganut twinscroll turbo.

Namun, ada sistem baru yang digunakan untuk meningkatkan handlingnya yakni Active Yaw Control System. Peranti ini menggunakan active rear differential untuk mendukung kerjanya dalam menjaga kestabilan kendaraan saat bermanuver di kecepatan tinggi memanfaatkan sistem All Wheel Drive.

Secara pribadi, saya sebagai penggemar otomotif merasa bahwa inilah model Evolution dengan desain paling menarik dan tak kalah keren dengan Nissan Skyline GT-R R32 yang juga fenomenal di masanya.

Evolution V (CP9A) - 1998

EVO V penyempurnaan sebelumnya

Di generasi ganjil ini, Evo IV pun disempurnakan dengan tujuan meningkatkan torsi dari mesin 4G63T. Ruang bakar mesin Evo V pun dirombak cukup banyak, misalnya saja dengan menaikkan diameter silinder hingga 0,3 mm, serta memberikan injektor yang lebih kencang dengan debit 560 cc.

Boost turbo juga kabarnya ditingkatkan agar mampu mencapai torsi lebih besar, pada putaran mesin yang lebih rendah. Alhasil torsi 373 pada 3,000 rpm berhasil diraih dari sebelumnya hanya 330 Nm dan baru tercapai pada putaran 4.000 rpm.

Sedangkan di sektor kaki-kaki, pelebaran wheel track juga dilakukan untuk mendapatkan handling yang lebih tajam. Nah, untuk membuatnya lebih baik secara aerodinamika, rear spoiler besarnya bisa disetel. Fitur ini adalah salah satu fitur terkenal dari Evolution V.

Evolution VI (CP9A) - 1999

EVO VI penjuaannya signifikan

Evolution VI tak jauh berbeda dibanding pendahulunya. Dibanding generasi baru, ia lebih layak disebut anak emas. Pasalnya tanpa perubahan signifikan, penjualannya meningkat. Ini berkat makin terkenalnya Evo Series. Reputasinya mulai menuai panen di penjuru dunia. Bahkan di Jerman dan Inggris, ia dijual dengan nama khusus, Carisma GT.

Khusus di generasi ini, Evo ditawarkan dengan varian baru, yakni RS2 dan RS Sprint, serta Tommi Makinen edition. Varian yang paling diincar di seluruh dunia adalah RS, yang sudah menggunakan oelek titanium aluminide. Sedangkan varian RS2 menjadi varian pertama Lancer Evolution menggunakan teknologi rem ABS.

Evolution VII (CT9A) - 2001

Perubahan bentuk total

Dari generasi ini, terjadi perubahan desain yang signifikan pada Lancer Evolution, namun tak ke arah yang bagus bagi pamornya sebagai mobil yang sporti. Pasalnya basis yang digunakan untuk pengembangan pun adalah Lancer Cedia yang desain dasarnya tak terlalu sporti, bahkan lebih cocok dibilang mewah karena bodinya yang lebih besar.

Mesin yang digunakan tetap sama dengan Evolution generasi sebelumnya. Tak ada perubahan maupun sedikitpun peningkatan. Hanya saja karena ada perubahan struktur, maka sektor pengendalian pun diracik ulang. Active Yaw Control dioptimalkan, rem ABS yang lebih sigap dengan EBD juga disematkan. Oh ya, peranti dasar remnya adalah Brembo.

Evolution VIII (CT9A) – 2003

EVO VIII penyempurnaan pada handling

Merasa handling generasi sebelumnya tak sempurna, kali ini pada Lancer Evolutin VIII, Super Active Yaw Control digunakan. Pasar Amerika Utara juga sudah mulai disentuh secara resmi pada generasi ini, sayangnya fitur canggih di atas tak disematkan. Perkenalan Evo VIII dilakukan pada ajang Los Angeles Auto Show, Januari 2003.

Transmisi baru dengan rasio yang lebih rapat dan percepatan yang mencapai 6-speed juga digunakan. Namun lagi-lagi, untuk pasar amerika, girboks baru ini tak diberikan demi menyesuaikan harga. Namun, ada satu peranti penting yang juga membuat komponen mobil ini diburu, yakni jok Recaro di kabinnya. Pasalnya jok ini dinilai banyak kalangan berhasil memberikan driving position yang sempurna saat berada di balik kemudi Evo VIII.

Evolution IX (CT9A-CT9W) – 2005

EVO IX tidak hanya berbentuk sedan

Ada satu fakta unik dari Evolution generasi ini. Lancer Evolution IX merupakan kali pertama sedan sport ini dilansir dalam format bodi estate atau wagon. Tak banyak model jenis ini yang dijual saat itu. Hanya 2.500 unit yang diproduksi dan semuanya hanya untuk pasar domestik jepang.

varian lain EVO IX

Bobotnya jauh lebih besar dari Evo IX sedan, bahkan fitur pengatur kestabilan, Active Yaw Control pun tak disematkan pada versi Estate Lancer Evolution. Saat itu pun model ini tak begitu laku seperti model sedannya, namun belakangan justru diburu pada fanatik.

Pada sektor mesin, baru pada generasi ini teknologi katup variabel MIVEC khas Mitsubishi, diterapkan. Itupun baru digunakan belakangan setelah Evo IX beredar setahun yakni pada 2006.

Evolution X (CZ4A) - 2007

EVO X mengutamakan efisiensi

Mitsubishi tak merencanakan dari awal untuk mengakhiri model Lancer Evolution pada generasi ini di tahun 2007. Namun, seiring tuntutan jaman, di mana mobil yang lebih irit dan muat banyak penumpang, serta berdaya jelajah tinggi kian tinggi, maka sedan sport pun kian ditinggalkan.

Evo X pun dirancang seolah hanya untuk melengkapi portofolio sedan Mitsubishi. Orientasinya pun sudah sangat populer, alih-alih meneruskan trah rally seperti pendahulu Lancer Evolution. Misalnya saja mesin 4G63T yang sudah digunakan sejak 1991, akhirnya dilepas berganti dengan mesin GEMA 4B11T.

Bobotnya pun sudah tak berorientasi pada sisi sport. Alhasil tanpa diet, ia memiliki berat kosong hingga 1.600 kg. pun dengan mesinnya, meski berganti total, kenaikkan tenaganya tak signifikan. Tak seimbang dengan kenaikkan bobotnya. Tenaganya hanya naik menjadi 303 dk, dari sebelumnya 291. Namun kekecewaan para fanatik Lancer Evolution terbayar dengan diluncurkannya Lancer Evolution X Final Edition pada 2015 yang lebih keren, dan sekaligus menutup lembaran sejarah Lancer Evolution.

EVO X edisi penutup sang legenda

Baca Juga: Mereka pernah jaya di Negeri ini

Sumber:  autoevolution, car and driver Foto : netcarshow, newspress UK, autoevolution

Ivan Hermawan

Ivan Hermawan

Pria yang gemar wisata kuliner ini memulai profesinya sebagai jurnalis otomotif di Auto Bild Indonesia. Ratusan kendaraan sudah ia jajal, dari roda dua, roda empat, roda enam, kendaraan tempur bahkan truk trailer dengan belasan roda pernah ia uji.

Baca Bio Penuh

Jual mobil anda dengan harga terbaik

Pembeli asli yang terverifikasi Pembeli asli yang terverifikasi
Listing gratis Listing gratis
Daftarkan mobil Anda

IIMS 2026

Tren & Pembaruan Terbaru

Anda mungkin juga tertarik

  • Berita
  • Artikel feature

Mobil Pilihan

  • Yang Akan Datang
  • BYD Atto 4 ev
    BYD Atto 4
    Harga menyusul
    Perkiraan Diluncurkan TBA Kabari Saya Saat Diluncurkan
  • BYD Denza B5
    BYD Denza B5
    Harga menyusul
    Perkiraan Diluncurkan TBA Kabari Saya Saat Diluncurkan
  • Geely Star Wish ev
    Geely Star Wish
    Harga menyusul
    Perkiraan Diluncurkan TBA Kabari Saya Saat Diluncurkan
  • BYD Yangwang U8 phev
    BYD Yangwang U8
    Harga menyusul
    Perkiraan Diluncurkan TBA Kabari Saya Saat Diluncurkan
  • BYD Denza Z9 GT ev
    BYD Denza Z9 GT
    Harga menyusul
    Perkiraan Diluncurkan TBA Kabari Saya Saat Diluncurkan

Video Mobil Terbaru di Oto

Oto
  • TEST DRIVE NEW KIA CARENS 2026: MPV FAMILY YANG PROPER
    TEST DRIVE NEW KIA CARENS 2026: MPV FAMILY YANG PROPER
    03 Jun, 2026 .
  •  NYETIR DI JALANAN GUANGZHOU CHINA SAMBIL COBAIN AUTONOMOUS DRIVING XPENG VLA 2.0 . FULL DISETIRIN AI
    NYETIR DI JALANAN GUANGZHOU CHINA SAMBIL COBAIN AUTONOMOUS DRIVING XPENG VLA 2.0 . FULL DISETIRIN AI
    03 Jun, 2026 .
  • FIRST DRIVE BYD M6 DM PHEV: INI MUSUH SPBU DAN SPKLU!
    FIRST DRIVE BYD M6 DM PHEV: INI MUSUH SPBU DAN SPKLU!
    21 May, 2026 .
  • TEST DRIVE TOYOTA VELOZ HYBRID: LEBIH DARI SEKADAR IRIT
    TEST DRIVE TOYOTA VELOZ HYBRID: LEBIH DARI SEKADAR IRIT
    22 Apr, 2026 .
  • WULING EKSION: TEST JALAN SUV 7-SEATER FAMILY PHEV & EV, PILIH YANG MANA?
    WULING EKSION: TEST JALAN SUV 7-SEATER FAMILY PHEV & EV, PILIH YANG MANA?
    22 Apr, 2026 .
  •  ELECTRIA 2026: GEELY EX2, MOBIL LISTRIK RP200 JUTAAN PALING WORTH IT BUAT KENDARAAN TEMPUR HARIAN
    ELECTRIA 2026: GEELY EX2, MOBIL LISTRIK RP200 JUTAAN PALING WORTH IT BUAT KENDARAAN TEMPUR HARIAN
    10 Apr, 2026 .
  • PERJALANAN BYD MENJADI BAGIAN DARI TRANSFORMASI MOBILITAS DI INDONESIA
    PERJALANAN BYD MENJADI BAGIAN DARI TRANSFORMASI MOBILITAS DI INDONESIA
    01 Apr, 2026 .
  •  ELECTRIA 2026: UJI PERFORMA & FITUR WULING DARION PLUG-IN HYBRID BUAT MUDIK DARI JAKARTA KE SOLO
    ELECTRIA 2026: UJI PERFORMA & FITUR WULING DARION PLUG-IN HYBRID BUAT MUDIK DARI JAKARTA KE SOLO
    01 Apr, 2026 .
  •  ELECTRIA 2026: JAJAL PERFORMA DAN FITUR JAECOO J5 EV BUAT MUDIK LEWAT JALUR ALTERNATIF CIKAMURANG
    ELECTRIA 2026: JAJAL PERFORMA DAN FITUR JAECOO J5 EV BUAT MUDIK LEWAT JALUR ALTERNATIF CIKAMURANG
    24 Mar, 2026 .
  • LEPAS L8 PHEV: RESPONS INSTAN TAWARKAN KESTABILAN
    LEPAS L8 PHEV: RESPONS INSTAN TAWARKAN KESTABILAN
    24 Mar, 2026 .
Tonton Video Mobil

Artikel Mobil dari Carvaganza

  • DFSK Perkenalkan E5 Plus Untuk Pasar Indonesia
    DFSK Perkenalkan E5 Plus Untuk Pasar Indonesia
    Eka Zulkarnain H, 15 Jun, 2026
  • Begini Simulasi Chery Untuk Biaya Energi Mobil-Mobil Listriknya
    Begini Simulasi Chery Untuk Biaya Energi Mobil-Mobil Listriknya
    Anjar Leksana, 15 Jun, 2026
  • Yang Wajib Diketahui dari Mobil Hybrid Andalan Daihatsu, Rocky e-Smart Hybrid
    Yang Wajib Diketahui dari Mobil Hybrid Andalan Daihatsu, Rocky e-Smart Hybrid
    Eka Zulkarnain H, 14 Jun, 2026
  • Member Komunitas Mobil dan Motor Merapat Ke DKS Depok
    Member Komunitas Mobil dan Motor Merapat Ke DKS Depok
    Eka Zulkarnain H, 13 Jun, 2026
  • Resmi, Harga M6 DM-i Mulai Rp200 Jutaan!
    Resmi, Harga M6 DM-i Mulai Rp200 Jutaan!
    Anjar Leksana, 12 Jun, 2026

Artikel Mobil dari Zigwheels

  • Motovaganza
  • Tips
  • Review
  • Artikel Feature
  • GRMN Corolla Prototype Debut Global Hot Hatch Paling Ekstrem Garapan Gazoo Racing
    GRMN Corolla Prototype Debut Global Hot Hatch Paling Ekstrem Garapan Gazoo Racing
    Anjar Leksana, 09 Jun, 2026
  • Membedah Perbedaan Jetour T1 Gasoline vs i-DM PHEV
    Membedah Perbedaan Jetour T1 Gasoline vs i-DM PHEV
    Anindiyo Pradhono, 08 Jun, 2026
  • The New Audi Q5 Sportback Resmi Mengaspal di Indonesia
    The New Audi Q5 Sportback Resmi Mengaspal di Indonesia
    Anindiyo Pradhono, 08 Jun, 2026
  • Toyota Innova Crysta 2026 Meluncur, Wajah Makin Gahar dan Kabin Lebih Premium
    Toyota Innova Crysta 2026 Meluncur, Wajah Makin Gahar dan Kabin Lebih Premium
    Anjar Leksana, 05 Jun, 2026
  • Langkah Asuransi Astra untuk Terus Bertahan dan Berkembang di Zaman Penuh Tantangan
    Langkah Asuransi Astra untuk Terus Bertahan dan Berkembang di Zaman Penuh Tantangan
    Anjar Leksana, 04 Jun, 2026
  • Tips Pengecekan Rem Mobil dari Suzuki Sebelum Mudik Lebaran
    Tips Pengecekan Rem Mobil dari Suzuki Sebelum Mudik Lebaran
    Anjar Leksana, 10 Mar, 2026
  • Perlunya Pengecekan Ban Mobil Sebelum Perjalanan Jauh dan saat Musim Hujan
    Perlunya Pengecekan Ban Mobil Sebelum Perjalanan Jauh dan saat Musim Hujan
    Anjar Leksana, 29 Des, 2025
  • Pahami Konsekuensi dan Kesiapan Sebelum Beralih ke Mobil Listrik
    Pahami Konsekuensi dan Kesiapan Sebelum Beralih ke Mobil Listrik
    Setyo Adi, 12 Agu, 2025
  • Termasuk Komponen Vital, Pentingnya Merawat Ban Serep
    Termasuk Komponen Vital, Pentingnya Merawat Ban Serep
    Setyo Adi, 04 Des, 2024
  • Menyiasati Terjebak Macet Horor Berjam-jam
    Menyiasati Terjebak Macet Horor Berjam-jam
    Setyo Adi, 20 Sep, 2024
  • Test Drive Mitsubishi Destinator: SUV 7-Seater Turbo yang Sangat Menjanjikan
    Test Drive Mitsubishi Destinator: SUV 7-Seater Turbo yang Sangat Menjanjikan
    Setyo Adi, 01 Sep, 2025
  • First Drive Jaecoo J7 AWD di Medan Offroad: Tangguh Tanpa Modifikasi
    First Drive Jaecoo J7 AWD di Medan Offroad: Tangguh Tanpa Modifikasi
    Muhammad Hafid, 29 Agu, 2025
  • First Drive Jaecoo J7 SHS: Efisiensi Tinggi dan Fitur ADAS Lengkap
    First Drive Jaecoo J7 SHS: Efisiensi Tinggi dan Fitur ADAS Lengkap
    Muhammad Hafid, 29 Agu, 2025
  • First Drive Xpeng G6: Siap Tantang Kelas Premium
    First Drive Xpeng G6: Siap Tantang Kelas Premium
    Setyo Adi, 24 Jun, 2025
  • Test Drive New BYD Seal: Geber di Mandalika, Jajal Suspensi DiSus-C
    Test Drive New BYD Seal: Geber di Mandalika, Jajal Suspensi DiSus-C
    Alvando Noya, 13 Jun, 2025
  • Harga Beda Tipis, Beli Toyota Kijang Innova Reborn 2.4 Diesel atau Zenix 2.0 G CVT?
    Harga Beda Tipis, Beli Toyota Kijang Innova Reborn 2.4 Diesel atau Zenix 2.0 G CVT?
    Anjar Leksana, 02 Jan, 2026
  • 5 SUV Besar Lawan Jaecoo J8 SHS Ardis di Indonesia
    5 SUV Besar Lawan Jaecoo J8 SHS Ardis di Indonesia
    Anjar Leksana, 16 Okt, 2025
  • Nissan R35 GT-R Resmi Pensiun, Warisan 18 Tahun dan Dedikasi Sang “Godfather of GT-R”
    Nissan R35 GT-R Resmi Pensiun, Warisan 18 Tahun dan Dedikasi Sang “Godfather of GT-R”
    Setyo Adi, 08 Sep, 2025
  • Pilihan Mobil Listrik Terbaru Pasca GIIAS 2025
    Pilihan Mobil Listrik Terbaru Pasca GIIAS 2025
    Anjar Leksana, 04 Agu, 2025
  • GIIAS 2025, Jadi Panggung Elektrifikasi Mobil Hybrid dari Segala Segmen
    GIIAS 2025, Jadi Panggung Elektrifikasi Mobil Hybrid dari Segala Segmen
    Setyo Adi, 04 Agu, 2025

Bandingkan

You can add 3 variants maximum*