jakarta-selatan
kali dibagikan

Kilas Balik Perjalanan Corolla dalam Menciptakan Identitas Toyota di Indonesia (Part-2)

  • 04 Okt, 2019
  • 2670 Kali Dilihat

Setelah generasi ‘All New’ berakhir, Toyota mengubah image sedan kompaknya. Di titik ini mereka mulai membubuhkan penamaan Altis. Ia diposisikan sebagai sedan yang lebih mewah. Inilah penanda era baru bagi Corolla yang dimulai dari 2001.


Model E130


Toyota Corolla Altis


Desain yang diterapkan begitu segar berkat penggunaan platform anyar. Sepertinya seluruh komponen dibuat benar-benar baru, tanpa ada keterkaitan dengan generasi sebelumnya. Profil tubuh kembali dibuat melengkung. Lampu depan mengadopsi multi reflector untuk mendongkrak kemewahannya. Mobil ini sempat mendapatkan facelift minor. Faceliftnya meliputi perubahan desain reflektor lampu (depan dan belakang) serta radiator grille.


Aura mewah tentu perlu didukung mesin besar. Setidaknya pakem inilah yang dipercaya kebanyakan pabrikan dunia saat itu. Toyota tidak lagi menyediakan mesin 1.300 cc ataupun 1.600 cc bagi Corolla. Jantung pacunya mengandalkan unit 1ZZ-FE berkubikasi 1.800 cc dan dilengkapi VVT-i.


Interiornya pun dirancang mewah. Paduan warna krem-kecoklatan tersebar di area kabin. Aksen kayu menghiasi beberapa titik sudut untuk ciptakan suasana berkelas. Fitur kabin mendapatkan panel AC digital serta Hi fi Audio Fujitsu Ten berikut CD Changer. Belum era-nya touchscreen ataupun fitur konektivitas, saat itu pemutar CD-lah yang sedang berjaya.


Model E140


Corolla Altis


Trah Altis dilanjutkan oleh kedatangan model E140. Bentuk tubuhnya cenderung kekar dan tegas. Desainnya lebih hidup berkat ciptaan visual tiga dimensi di moncongnya. Gayanya menjadi lebih sporty setelah Toyota lakukan facelift.


Saat resmi mengaspal untuk kali pertama pada 2008, Toyota membekali mesin 1.800 cc, memanfaatkan jantung milik E130. Setelah facelift mereka mengandalkan unit 2ZR-FE yang dilengkapi dual VVT-i. Nah, Toyota juga menawarkan opsi mesin yang lebih besar di generasi ini. Mungkin mereka berpikir masyarakat menginginkan mesin yang lebih besar. Pilihan itu jatuh ke Jantung 2.000 cc berkode 3ZR-FE.


Fitur ala mobil mewah pada masa-nya disematkan ke model ini. Diantaranya ada Smart Entry dan Smart Start. Fitur yang memudahkan untuk masuk ke kabin dan menjalankan mobil tanpa anak kunci. Head unitnya terintegrasi di dasbor sehingga memberikan kesan rapi. Semakin berkelas dengan fitur Automatic Climate Control serta panel digitalnya.


Model E170


Toyota Corolla Altis side


Versi ke-3 Altis meluncur dengan desain lebih ramping. Toyota memberikan tema Keen Look untuk E170 yang resmi meluncur di awal 2014 ini. Tema desain mengutamakan guratan tajam dan lebih berani. Perhatikan saja wajahnya, gaya lampu berdimensi lebar dan mengangkat di sisi terluar. Bagian buritannya tampil elegan, bak sedan Eropa.


Urusan motor penggerak, Toyota tidak menawarkan opsi lain, selain 2ZR-FE berkapasitas 1.800 cc. Varian 2.000 cc nya absen karena ternyata kurang diminati. Tampaknya konsumen merasa puas dengan keseimbangan efisiensi serta performa mesin 2ZR-FE, sehingga tidak melirik opsi yang lebih bertenaga.


Kelengkapan kabinnya sudah mulai ‘kekinian’. Sarana hiburan dioperasikan melalui Layar sentuh 6.95 inci TFT. Sistem infotainment ini bisa terkoneksi dengan internet serta suguhkan alat navigasi. Konektivitasnya saat itu baru berupa USB, AUX, dan iPod ready.


Penyegaran dilakukan pada 2017 walau tidak terlalu banyak berubah. Wajahnya kian manis dengan mata yang menyipit.


Model E210


Corolla Altis tipe V


Ini dia Altis yang lahir di era serbaefisien serta ramah lingkungan. Ialah generasi ke -12 dari seluruh keluarga Corolla. Basis pembangunannya berasal dari platform TNGA (Toyota New Global Architecture), yang juga digunakan oleh kendaraan hybrid Toyota. Pemanfaatan platform ini menjadikan model E210 menyandang titel Corolla pertama yang mengadopsi sistem hybrid.


Wujudnya kini mengikuti bahasa global Toyota yang futuristik. Parasnya mengutamakan bukaan kanal udara yang melebar dari bagian tengah ke bawah. Sisi terluar bumper dihiasi bingkai pemanis lampu kabut, berbentuk huruf C. Sorotan matanya tajam dengan rupa yang sipit nan eksotis.


Mesin lama, 2ZR-FE, masih diandalkan sebagai sumber tenaga model teranyar. Tapi kita juga kedatangan keluarga baru berteknologi hybrid, sebagai varian tertingginya. Menggunakan motor bakar konvensional 2ZR-FXE berkapasitas 1.800 cc. Secara output memang lebih kecil, hanya 94 hp, namun disandingkan dengan motor listrik bertenaga 72 hp.


Kabinnya serbahitam, mendefinisikan gaya elegan masa kini. Tidak seperti model lawas yang dipenuhi warna krem. AC otomatis dan layar sentuh sudah menjadi standarnya. Selain itu, fitur sarana hiburan ditingkatkan melalui konektivitas smartphone. Fitur-fitur ini memang membuat Corolla semakin naik kelas’, serta menyesuaikan selera konsumen masa kini.


Varian hybridnya dilengkapi peranti keselamatan paling lengkap. Termasuk rem otomatis, adaptive cruise control, lane keeping assist, dan auto beam. Membuktikan kini Altis tak hanya nyaman, namun disematkan teknologi canggih.


Itulah sejarah Corolla yang selalu hadir dengan konsisten selama 48 tahun. Dari masa ke masa terbukti selalu berevolusi menjadi sedan yang semakin nyaman tanpa melupakan reliabilitasnya. Tak hanya di Indonesia, nama ini juga membentuk identitas Toyota hingga terkenal di seluruh dunia. (Krm/Odi)


Baca Juga: Kilas Balik Perjalanan Corolla dalam Menciptakan Identitas Toyota di Indonesia (Part-1)

Harga dan Promo Varian Corolla Altis

  • G AT | Rp 477 Juta (OTR)
    DP (mulai dari) Rp 97 Juta
    Angsuran Rp 10 Juta
    Tenor 60 Months
    Lihat Promo
  • V AT | Rp 499 Juta (OTR)
    DP (mulai dari) Rp 101 Juta
    Angsuran Rp 11 Juta
    Tenor 60 Months
    Lihat Promo
  • Hybrid AT | Rp 577 Juta (OTR)
    DP (mulai dari) Rp 109 Juta
    Angsuran Rp 13 Juta
    Tenor 60 Months
    Lihat Promo

Video Toyota Corolla Altis

Lihat video terbaru Toyota Corolla Altis untuk mengetahui interior, eksterior, performa, dan lainnya.

Mobil Toyota Pilihan

  • Populer
  • Komparasi