Ferrari Patenkan Mesin Turbo Elektrik, Bagaimana Cara Kerjanya?

Ferrari Patenkan Mesin Turbo Elektrik, Bagaimana Cara Kerjanya?

Tren mobil bermesin turbo meningkat drastis. Tak hanya mobil sport, kendaraan bermesin mungil sudah banyak yang didukung bantuan induksi turbo. Alasannya, karena downsizing atau meningkatkan efisiensi kendaraan dengan menurunkan kapasitas mesin pada generasi mobil terbaru.

Meningkatnya tren ini, tentu memberikan peluang bagi banyak produsen mobil di dunia untuk mengembangkan teknologi turbocharger menjadi lebih baik lagi. Belum lama ini, Ferrari menemukan formula jitu untuk mengeluarkan potensi terbaik dari turbocharger. Mereka berhasil menerapkan perkembangan teknologi mobil listrik untuk peranti tersebut.

Begini, turbocharger pada dasarnya adalah kompresor yang berputar di pipa saluran udara masuk (intake) untuk mengalirkan udara lebih banyak ke ruang mesin. Kompresor ini terhubung dengan turbin di pipa saluran udara pembuangan dari mesin (exhaust). Jadi saat mesin berputar, embusan udara hasil pembuangan mesin memutar turbin. Karena terhubung, kompresor di intake pun ikut berputar dengan kecepatan yang sama untuk memompa udara bersih ke ruang mesin. Semakin tinggi putaran mesin, semakin cepat turbin memutar kompresor di pipa intake untuk menghasilkan tenaga yang lebih besar.

Masalahnya, semakin banyak udara yang masuk ke ruang bakar, maka untuk mengimbanginya semakin banyak pula bahan bakar yang disemprotkan ke ruang bakar. Walhasil mesin jadi sangat boros saat dipacu di rpm tinggi. Selain itu, lantaran kompresor dan turbin harus terhubung, maka instalasi pipa intake dan exhaust pun jadi cukup rumit di ruang mesin.

Belum lagi pipa exhaust yang panas karena hasil pembakaran, jadi duduk berdekatan dengan pipa intake yang seharusnya menginput udara dingin ke ruang bakar. Suhu udara intake yang ketularan tinggi, kurang optimal untuk pembakaran ideal dan berujung pada konsumsi bensin yang lebih boros. Itu sebabnya selang intake diputar lagi lewat komponen pendingin bernama intercooler yang ikutan menambah bobot kendaraan.

Ferrari telah menemukan solusinya. Mereka memisahkan kompresor di pipa intake dengan turbin di pipa exhaust. Kalau dipisah, lalu apa yang memutar kompresor di intake? Motor listrik. Putaran kompresor oleh motor listrik diatur komputer yang mengambil daya bukan dari mesin. Jadi putarannya bisa diatur sesuai kebutuhan, tak lagi mengikuti putaran turbin di pipa exhaust. Saat rpm tinggi, komputer bisa mencegah kompresor berputar melebihi kecepatan ideal. Sehingga tak ada energi yang terbuang. Namun sewaktu berakselerasi, komputer bisa meminta motor listrik memutar kompresor lebih kencang meski rpm mesin masih rendah. Ini sekaligus menghilangkan turbo lag yang selama ini dialami mobil bermesin turbo.

Lalu apa gunanya turbin di pipa pembuangan? Sebagai generator listrik. Udara kencang yang ditiup dari mesin, memutar turbin sebelum dibuang dari knalpot. Mekanismenya mirip seperti pembangkit listrik tenaga angin mini. Energi ini disimpan di baterai. Energi inilah yang dipakai motor listrik untuk memutar kompresor. Cerdas bukan?

Menariknya lagi, saat melaju di rpm tinggi embusan udara hasil pembuangan yang kencang membuat turbin menyimpan sangat banyak energi listrik. Padahal pasokan yang dibutuhkan untuk memutar turbin tak sebesar itu. Kelebihan energi itu dikirim ke generator listrik lain yang terhubung langsung dengan mesin. Generator ini ikut membantu memutar mesin yang hasilnya berhasil menambah tenaga mesin menjadi lebih beringas.

Keunggulan lain dari teknologi turbo elektrik, dari kemasannya. Karena pipa intake dan exhaust tak harus terhubung, maka instalasi pipa di ruang mesin yang sempit jadi tak terlalu kompleks. Kompresor dan turbin pun bisa ditempatkan secara efisien. Saluran pipa exhaust dan intake bisa lebih pendek. Kemudian udara di saluran intake tak terkontaminasi panas dari saluran exhaust. Bahkan ini memungkinkan untuk dihilangkannya intercooler. Artinya, inovasi ini bisa memangkas lebih banyak lagi bobot kendaraan yang berakibat pada peningkatan performa dan efisiensi bahan bakar.

Jelas pengembangan teknologi turbo elektrik ini sangat baik. Tak hanya dapat diaplikasi pada supercar, turbo elektrik juga sangat bermanfaat pada kendaraan perkotaan karena dapat menghemat bahan bakar secara signifikan tanpa mengurangi performanya. Semoga saja teknologi turbo elektrik ini bisa segera diterapkan pada mobil produksi massal dalam waktu dekat ini. (Rs/Van)

Baca Juga: Ini 5 Supercar Paling Beringas!

Rizki Satria

Rizki Satria

Rizki Satria adalah salah satu jurnalis otomotif senior yang kenyang berpetualang di dunia otomotif. Kecintaannya kepada bidang otomotif tidak perlu diragukan, karena dia pernah pindah ke dunia advertising, dan hanya bertahan 2 bulan, untuk kemudian kembali kepada passion-nya.

Baca Bio Penuh

Jual mobil anda dengan harga terbaik

Pembeli asli yang terverifikasi Pembeli asli yang terverifikasi
Listing gratis Listing gratis
Daftarkan mobil Anda

IIMS 2026

Tren & Pembaruan Terbaru

Anda mungkin juga tertarik

  • Berita
  • Artikel feature

Mobil Pilihan

  • Yang Akan Datang
  • BYD Atto 4 ev
    BYD Atto 4
    Harga menyusul
    Perkiraan Diluncurkan TBA Kabari Saya Saat Diluncurkan
  • BYD Denza B5
    BYD Denza B5
    Harga menyusul
    Perkiraan Diluncurkan TBA Kabari Saya Saat Diluncurkan
  • Geely Star Wish ev
    Geely Star Wish
    Harga menyusul
    Perkiraan Diluncurkan TBA Kabari Saya Saat Diluncurkan
  • BYD Yangwang U8 phev
    BYD Yangwang U8
    Harga menyusul
    Perkiraan Diluncurkan TBA Kabari Saya Saat Diluncurkan
  • BYD Denza Z9 GT ev
    BYD Denza Z9 GT
    Harga menyusul
    Perkiraan Diluncurkan TBA Kabari Saya Saat Diluncurkan

Video Mobil Terbaru di Oto

Oto
  • TEST DRIVE NEW KIA CARENS 2026: MPV FAMILY YANG PROPER
    TEST DRIVE NEW KIA CARENS 2026: MPV FAMILY YANG PROPER
    03 Jun, 2026 .
  •  NYETIR DI JALANAN GUANGZHOU CHINA SAMBIL COBAIN AUTONOMOUS DRIVING XPENG VLA 2.0 . FULL DISETIRIN AI
    NYETIR DI JALANAN GUANGZHOU CHINA SAMBIL COBAIN AUTONOMOUS DRIVING XPENG VLA 2.0 . FULL DISETIRIN AI
    03 Jun, 2026 .
  • FIRST DRIVE BYD M6 DM PHEV: INI MUSUH SPBU DAN SPKLU!
    FIRST DRIVE BYD M6 DM PHEV: INI MUSUH SPBU DAN SPKLU!
    21 May, 2026 .
  • TEST DRIVE TOYOTA VELOZ HYBRID: LEBIH DARI SEKADAR IRIT
    TEST DRIVE TOYOTA VELOZ HYBRID: LEBIH DARI SEKADAR IRIT
    22 Apr, 2026 .
  • WULING EKSION: TEST JALAN SUV 7-SEATER FAMILY PHEV & EV, PILIH YANG MANA?
    WULING EKSION: TEST JALAN SUV 7-SEATER FAMILY PHEV & EV, PILIH YANG MANA?
    22 Apr, 2026 .
  •  ELECTRIA 2026: GEELY EX2, MOBIL LISTRIK RP200 JUTAAN PALING WORTH IT BUAT KENDARAAN TEMPUR HARIAN
    ELECTRIA 2026: GEELY EX2, MOBIL LISTRIK RP200 JUTAAN PALING WORTH IT BUAT KENDARAAN TEMPUR HARIAN
    10 Apr, 2026 .
  • PERJALANAN BYD MENJADI BAGIAN DARI TRANSFORMASI MOBILITAS DI INDONESIA
    PERJALANAN BYD MENJADI BAGIAN DARI TRANSFORMASI MOBILITAS DI INDONESIA
    01 Apr, 2026 .
  •  ELECTRIA 2026: UJI PERFORMA & FITUR WULING DARION PLUG-IN HYBRID BUAT MUDIK DARI JAKARTA KE SOLO
    ELECTRIA 2026: UJI PERFORMA & FITUR WULING DARION PLUG-IN HYBRID BUAT MUDIK DARI JAKARTA KE SOLO
    01 Apr, 2026 .
  •  ELECTRIA 2026: JAJAL PERFORMA DAN FITUR JAECOO J5 EV BUAT MUDIK LEWAT JALUR ALTERNATIF CIKAMURANG
    ELECTRIA 2026: JAJAL PERFORMA DAN FITUR JAECOO J5 EV BUAT MUDIK LEWAT JALUR ALTERNATIF CIKAMURANG
    24 Mar, 2026 .
  • LEPAS L8 PHEV: RESPONS INSTAN TAWARKAN KESTABILAN
    LEPAS L8 PHEV: RESPONS INSTAN TAWARKAN KESTABILAN
    24 Mar, 2026 .
Tonton Video Mobil

Artikel Mobil dari Carvaganza

  • Tumbuh 25 Persen, Daihatsu Bukukan Penjualan Retail 12.531 Unit Pada Mei 2026
    Tumbuh 25 Persen, Daihatsu Bukukan Penjualan Retail 12.531 Unit Pada Mei 2026
    Anjar Leksana, Hari ini
  • Ini Perbedaan Jetour T1 Versi PHEV dan Mesin Konvensional
    Ini Perbedaan Jetour T1 Versi PHEV dan Mesin Konvensional
    Anindiyo Pradhono, Hari ini
  • GRMN Corolla Prototype Mendebut, Hot Hatch Paling Ekstrem Garapan Gazoo Racing
    GRMN Corolla Prototype Mendebut, Hot Hatch Paling Ekstrem Garapan Gazoo Racing
    Anjar Leksana, Hari ini
  • Gempur Pasar Urban SUV, Jetour Rilis T1 Mulai Rp388 Juta
    Gempur Pasar Urban SUV, Jetour Rilis T1 Mulai Rp388 Juta
    Anindiyo Pradhono, 03 Jun, 2026
  • Chery J6 EREV Tertangkap Sedang Uji Jalan Di Tol Cikampek
    Chery J6 EREV Tertangkap Sedang Uji Jalan Di Tol Cikampek
    Bangkit Jaya, 03 Jun, 2026

Artikel Mobil dari Zigwheels

  • Motovaganza
  • Tips
  • Review
  • Artikel Feature
  • Langkah Asuransi Astra untuk Terus Bertahan dan Berkembang di Zaman Penuh Tantangan
    Langkah Asuransi Astra untuk Terus Bertahan dan Berkembang di Zaman Penuh Tantangan
    Anjar Leksana, Hari ini
  • Jetour Indonesia Luncurkan T1 dengan Opsi Mesin Turbo dan PHEV
    Jetour Indonesia Luncurkan T1 dengan Opsi Mesin Turbo dan PHEV
    Anindiyo Pradhono, Hari ini
  • BYD Dolphin G DM-i Meluncur, Hatchback PHEV Berdaya Jelajah Hingga 1.000 Km
    BYD Dolphin G DM-i Meluncur, Hatchback PHEV Berdaya Jelajah Hingga 1.000 Km
    Anjar Leksana, 03 Jun, 2026
  • BYD Seal 6 DM-i Sudah Ada di Indonesia, Kapan Meluncur?
    BYD Seal 6 DM-i Sudah Ada di Indonesia, Kapan Meluncur?
    Anjar Leksana, 28 Mei, 2026
  • REEV Jadi Solusi Transisi Kendaraan Listrik di Indonesia, Ini Bedanya dengan Hybrid dan BEV
    REEV Jadi Solusi Transisi Kendaraan Listrik di Indonesia, Ini Bedanya dengan Hybrid dan BEV
    Zenuar Istanto, 25 Mei, 2026
  • Tips Pengecekan Rem Mobil dari Suzuki Sebelum Mudik Lebaran
    Tips Pengecekan Rem Mobil dari Suzuki Sebelum Mudik Lebaran
    Anjar Leksana, 10 Mar, 2026
  • Perlunya Pengecekan Ban Mobil Sebelum Perjalanan Jauh dan saat Musim Hujan
    Perlunya Pengecekan Ban Mobil Sebelum Perjalanan Jauh dan saat Musim Hujan
    Anjar Leksana, 29 Des, 2025
  • Pahami Konsekuensi dan Kesiapan Sebelum Beralih ke Mobil Listrik
    Pahami Konsekuensi dan Kesiapan Sebelum Beralih ke Mobil Listrik
    Setyo Adi, 12 Agu, 2025
  • Termasuk Komponen Vital, Pentingnya Merawat Ban Serep
    Termasuk Komponen Vital, Pentingnya Merawat Ban Serep
    Setyo Adi, 04 Des, 2024
  • Menyiasati Terjebak Macet Horor Berjam-jam
    Menyiasati Terjebak Macet Horor Berjam-jam
    Setyo Adi, 20 Sep, 2024
  • Test Drive Mitsubishi Destinator: SUV 7-Seater Turbo yang Sangat Menjanjikan
    Test Drive Mitsubishi Destinator: SUV 7-Seater Turbo yang Sangat Menjanjikan
    Setyo Adi, 01 Sep, 2025
  • First Drive Jaecoo J7 AWD di Medan Offroad: Tangguh Tanpa Modifikasi
    First Drive Jaecoo J7 AWD di Medan Offroad: Tangguh Tanpa Modifikasi
    Muhammad Hafid, 29 Agu, 2025
  • First Drive Jaecoo J7 SHS: Efisiensi Tinggi dan Fitur ADAS Lengkap
    First Drive Jaecoo J7 SHS: Efisiensi Tinggi dan Fitur ADAS Lengkap
    Muhammad Hafid, 29 Agu, 2025
  • First Drive Xpeng G6: Siap Tantang Kelas Premium
    First Drive Xpeng G6: Siap Tantang Kelas Premium
    Setyo Adi, 24 Jun, 2025
  • Test Drive New BYD Seal: Geber di Mandalika, Jajal Suspensi DiSus-C
    Test Drive New BYD Seal: Geber di Mandalika, Jajal Suspensi DiSus-C
    Alvando Noya, 13 Jun, 2025
  • Harga Beda Tipis, Beli Toyota Kijang Innova Reborn 2.4 Diesel atau Zenix 2.0 G CVT?
    Harga Beda Tipis, Beli Toyota Kijang Innova Reborn 2.4 Diesel atau Zenix 2.0 G CVT?
    Anjar Leksana, 02 Jan, 2026
  • 5 SUV Besar Lawan Jaecoo J8 SHS Ardis di Indonesia
    5 SUV Besar Lawan Jaecoo J8 SHS Ardis di Indonesia
    Anjar Leksana, 16 Okt, 2025
  • Nissan R35 GT-R Resmi Pensiun, Warisan 18 Tahun dan Dedikasi Sang “Godfather of GT-R”
    Nissan R35 GT-R Resmi Pensiun, Warisan 18 Tahun dan Dedikasi Sang “Godfather of GT-R”
    Setyo Adi, 08 Sep, 2025
  • Pilihan Mobil Listrik Terbaru Pasca GIIAS 2025
    Pilihan Mobil Listrik Terbaru Pasca GIIAS 2025
    Anjar Leksana, 04 Agu, 2025
  • GIIAS 2025, Jadi Panggung Elektrifikasi Mobil Hybrid dari Segala Segmen
    GIIAS 2025, Jadi Panggung Elektrifikasi Mobil Hybrid dari Segala Segmen
    Setyo Adi, 04 Agu, 2025

Bandingkan

You can add 3 variants maximum*