Daftar SUV yang Paling Dinanti di Indonesia Sepanjang 2021 (Part 1)

Daftar SUV yang Paling Dinanti di Indonesia Sepanjang 2021 (Part 1)

Kemunculan produk baru lazimnya sanggup jadi stimulus daya beli konsumen. Apalagi tren penjualan mobil selama 2020 sempat tengkurap akibat pandemi Covid-19. Bisa saja produk yang seyogianya dilansir tahun lalu, menjadi tertunda. Kala itu sebagian dari produsen melihat market belum siap menyerap barang gres. Belum lagi inflasi dan resesi yang dialami Indonesia. Tentu menjadi tantangan tersendiri.

Tapi, sejumlah Agen Pemegang Merek (APM) memutuskan melansir berbagai mobil anyar. Nah, tahun ini, salah satu segmen yang dinilai terus tumbuh ialah lahan SUV plus turunannya yang disebut crossover. Ada sejumlah kendaraan yang amat dinanti. Entah dari konfigurasi lima penumpang hingga tujuh tempat duduk. Mulai dari small, kompak sampai medium SUV patut ditunggu. Jadi, setidaknya info tersimak bisa menjadi referensi tambahan. Yakni tatkala Anda ingin membeli kendaraan baru sepanjang 2021. Siapa saja mereka? Simak daftar berikut.

Mitsubishi Pajero Sport

Mitsubishi Pajero Sport

Di Thailand, Pajero Sport teranyar sudah dilego. Namun belum di Indonesia. Untuk menggairahkan market 2021, SUV andalan mereka punya kemungkinan besar diluncurkan. Terlebih, Pajero Sport menjadi unit yang belum diremajakan di sini. Padahal lawan tanding sepadan, Toyota Fortuner lebih dulu disegarkan. Kira-kira berapa banderol cocok dilabelkan padanya?

Mitsubishi Pajero Sport facelift 2021 tercantum di instansi pemerintahan. Ada delapan tipe yang didaftarkan. Misalnya Exceed (4x2) 2,5 liter 5 MT dengan nomor koding 102261 99549. Tertera Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) Rp 362 juta. Kemudian unit 2,4 liter Dakar-H (4X4) 8 AT Rp 524 juta. Angka ini belum termasuk dengan perpajakan dan margin laba perusahaan. Akibat rombakan bodi dan penyematan beberapa fitur seperti di market Thailand, membuat pabrikan mengerek harga. Diprediksi di kisaran Rp 500 juta hingga Rp 750 jutaan.

Jantung mekanis yang digunakan sepertinya ada dua tipe. Pakai 4N15 MIVEC 2.4L di varian menengah ke atas dan unit power lawas 4D56 DOHC 2.5L. Berbekal bantuan turbo dan intercooler, mesin diesel 2.4L memompa daya 181 PS dan torsi optimal 429 Nm. Ouput dipadukan transmisi otomatis 8-speed. Kemudian jantung pacu 2.5L menyemburkan tenaga 135 PS dan momen puntir 324 Nm.

Ia memiliki panjang 4.825 mm, lebar 1.815 mm, tinggi 1.835 mm, jarak sumbu roda 2.800 mm dan jarak pijak tanah 218 mm. Rancang bangun anyar terlihat dari parasnya. Rumah lampu depan menjadi mirip Triton dan Xpander. Ada dua lampu utama LED dan di bagian bawahnya dan LED strip signature sebagai DLR. Sementara foglamp berada di bawah lampu utama. Ubahan lain berupa pelek 18 inci dan aksesori opsional anyar. Termasuk body kit, tambahan bumper perak, side step, wheel arch fender dan logo di kap mesin. Berlanjut di ujung knalpot stainless steel dan side sills.

Peranti keamanan terpasang lengkap di varian Dakar. Konsumen disuguhi Lane Change Assist (LCA) dan Rear Cross Traffic Alert (RCTA). Bikin makin komplet fitur yang sudah ada. Amsal: adaptif cruise control, blind spot monitoring, autonomous emergency braking, around view monitor. Juga tersedia hill descent control, hill start assist, vehicle stability control serta tujuh kantong udara.

Kabin ikut dirias ulang, meski tak banyak. Terpasang layar sentuh infotainment baru dan layar panel instrumen. Keduanya berukuran delapan inci. Panel pintu dan konsol tengah, mendapat material soft touch baru. Sedang penumpang belakang, kini punya akses untuk colokan power outlet elektrik, selain dari colokan USB yang sudah ada. Selain itu, ada penyejuk kabin sudah mengadopsi cilmate control dual zona. Terakhir layar hiburan 12,1 inci bagi penumpang belakang.

Baca juga: Lima Hal Untuk Dinanti dari Honda City Hatchback

Honda BR-V

Honda BR-V

Kalau melihat tren MPV crossover belakangan. Agaknya Honda Prospect Motor belum tergerak membesut penyegaran LMPV andalan, Mobilio. Tapi kemungkinan malah BR-V yang mendapat ubahan di seluruh tubuh. Bukan semata facelift, melainkan menyandang nama all new. Wujud bodi model eksis kurang berkesan SUV sungguhan. Seyogianya pabrikan perlu merekayasa ulang agar tampil kian agresif nan atletis. Berikut ini sejumlah ekspektasi racikan anyar pada sang suksesor.

Langsung saja ke bagian eksterior. Dimensi Honda BR-V sekarang 4.456 mm x 1.735 mm x 1.666 mm plus sumbu roda 2.660 mm. Ukuran ini dirasa kurang lapang. Setidaknya Honda bisa bikin wheelbase di unit all new, memanjang hingga 2.700 mm. Seperti ukuran CR-V 1.5L Turbo. Foot rest (ruang kaki) pun ikut bertambah. Sehingga dengan konfigurasi 7-seater, penumpang tambah nyaman.

Harapan lain berupa tampilan wajah. Agar mencuatkan karakter SUV, ada baiknya pabrikan menata ulang muka lebih tegak. Bukan melandai seperti jenis MPV secara umum. Kisi-kisi depan pakai gaya trapesium terbalik. Lapisan kromium dilekatkan di atas logo H tegak. Selebihnya garis vertikal bisa menghiasi grille. Kap mesin dirancang tegak. Lalu sorot utama, foglamp berteknologi LED, termasuk lampu siang hari (DRL). Rumah mata utama dibuat menyipit pola jajar genjang, namun harus beda dari model sekarang.

Fender hitam (alis roda) senantiasa dipertahankan, mengitari bodi supaya jiwa tangguh menyeruak. Bumper jua wajib diubah lebih menonjol. Apalagi citra yang melekat pada Honda di Indonesia ialah kendaraan sporty bergaris tajam. Lalu di buritan. Tak ada salahnya BR-V anyar meminjam bentuk lampu dari CR-V Turbo. Ada garis LED melengkus ke atas. Bentuk seperti itu terlihat lebih indah, juga menambah kesan premium.

Yang tak boleh ketinggalan ialah kaki-kaki. BR-V hanya memakai pelek 16 inci dual tone baru dengan profil ban 195/60. Sebagai generasi anyar, sudah pasti roda berganti. Semoga pakai ukuran 17 inci pada kasta atas (Prestige) perpola 10 palang, misalkan. Dan itu dapat menambah ground clearance atau jarak pijak tanah menjadi 220 mm seperti milik Toyota Rush.

Jika ekterior bertransformasi, dipastikan kabin ikut berubah. Urusan pemanja telinga pakai layar monitor lebar gaya floating capacitive touchscreen. Seperti BR-V sekarang. Head unit kompatibel dengan berbagai format musik. Seperti AM/FM radio, MP3/WMA, bluetooth, smartphone connection, aux input dan USB port. Bahkan lebih lengkap, tersemat smart connectivity web link. Anda dapat menghubungkan smartphone ke monitor, menampilkan beberapa aplikasi tertentu, misal Youtube.

Versi teranyar diperkirakan pakai jok kulit sintesis. Lingkar kemudi berbalut material serupa. Honda Malaysia saja memberi paddles shift di varian atas BR-V. Rasanya pada model lanjutan harus punya juga. Peranti ini sangat membantu pengemudi memindah gigi lebih praktis.

Untuk keselamatan pengendara, Honda BR-V terbaru senantiasa dibangun di atas struktur rangka G-CON + ACE™ with Side Impact Beam. Gunanya meredam benturan saat terjadi kecelakaan. Lalu Sistem pengereman ABS + EBD, Vehicle Start Assist (VSA) demi menjaga stabilitas kendaraan. Serta Hill Start Assist (HSA) guna memudahkan akselerasi setelah berhenti di tanjakan. Sedang dalam aspek keamanan, ia didukung immobilizer dan alarm system sebagai standar.

Mekanikal pacu Honda BR-V masih unggul dan punya lontaran daya lebih kuat dari rival sekelas. Enjin berkode L15Z1 i-VTEC empat silinder DOHC tetap bertahan di balik bonet. Lecutan tenaga maksimal 120 PS pada 6.600 rpm. Lalu torsi optimal 145 Nm di 4.600 rpm. Opsi distribusi energi kinetik pakai transmis manual enam percepatan dan CVT. Semua disalurakan ke roda depan. Andai prediksi dan harapan itu terjadi. Mungkin saja SUV dengan nomen klatur Bold Runabout Vehicle mendebut tahun depan. Pasar kompak SUV tujuh penumpang pun bisa tambah ramai. Konsumen makin leluasa memilih sesuai keperluan.

Baca juga: Tengah Cari Mobil Seken Untuk Keluarga, Ambil Nissan Livina VL atau Honda Mobilio RS?

Wuling Almaz facelift

Wuling Almaz

Kalo melihat siklus pabrikan melakukan perombakan muka di sini. Acap kali unit disegarkan tiap sekitar dua tahun. Sehingga SUV berlogo W itu seharusnya sebentar lagi masuki masa facelift. Sangat mungkin tahun depan dijadikan momentum untuk melepas wujud baru. Penjualan yang dekaden, perlu dirangsang dengan dandanan anyar. Apalagi di Tiongkok sana, saudara identik Baojun 530 sudah alami sedikit sentuhan wajah. Untuk diketahui, Wuling Almaz kali pertama mendebut di Indonesia pada Februari 2019.

Kalau menilik Baojun 530 garapan SAIC-GM-Wuling. Di Cina, model pembaruan dilego mulai RMB 77,800 hingga RMB 99,800. Nilai itu setara Rp 168 jutaan hingga Rp 216 jutaan. Jauh lebih murah dari harga resmi di Indonesia. Mesin bensin ditawarkan dalam dua tipe: 1,5 liter turbo dan 2,4 liter naturally aspirated berdaya 170 PS plus momen puntir 230 Nm. Sebuah enjin yang sama dengan Captiva lawas di sini. Namun rasanya unit berinduksi turbolah yang senantiasa tersedia di Tanah Air.

Di balik bonet Almaz, duduk mekanikal pacu bensin 1,5 liter turbo DOHC. Konfigurasi 4 silinder menyodorkan tenaga maksimum 141 PS pada 3.500 rpm dan torsi puncak 250 Nm di rentang 1.600 sampai 3.600 rpm. Semua opsi penyaluran tersedia dalam transmisi CVT delapan percepatan atau manual enam percepatan.

Versi facelift di sana memiliki ukuran 40 mm lebih panjang, menjadi 4.695 mm. Yang lain tetap sama, lebar 1.835 mm tinggi 1.750 mm dan jarak sumbu roda 2.750 mm. Konsumen punya tiga pilihan tata letak interior: 2 + 3 (5 penumpang), 2 + 2 + 2 (enam jok) atau 2 + 3 + 2 (tujuh kursi). Konfigurasi lima jok menawarkan ruang 979 mm antara baris pertama dan kedua. Tata ruang enam penumpang, punya dua kursi kapten berbalut kulit di baris dua, dengan lorong 160 mm. Jok dapat disesuaikan maju serta mundur hingga 130 mm, memungkinkan lebih banyak ruang di baris tiga.

Tata letak tujuh penumpang dapat menampung keluarga lebih besar. Kursi baris kedua bisa disesuaikan 140 mm ke depan maupun belakang, juga mudah dilipat untuk akes baris ketiga. Interior Almaz anyar ditingkatkan dan makin fleksibel. Ia memiliki kapasitas kargo 1.065 liter ketika baris kedua dan ketiga dilipat. Gambarannya, ruang sanggup menampung 18 koper berukuran 24 inci. Ya, semua itu opsional di tiap negara, mengikuti kebutuhan pasar. Sedang di Indonesia, diyakini tetap mengusung lima atau tujuh penumpang.

Jika melihat Baojun 530 terabru. Muka sedikit didekor ulang. Sekadar ramalan saja bagi market sini. Kemungkinan tidak mirip-mirip amat dari versi Cina. Pola lekukan maupun garis di sekujur tubuh mengikuti model eksis. Hanya saja roman depan diberi sentuhan lebih tegas, demi menyiratkan kesan tangguh nan penuh otot.

Misalkan saja lampu siang hari (DRL) LED tetap dipasang di deret atas bersama dengan sein. Lupakan sejenak garis-garis kromium di mimik depan. Tanggalkan pula gara dual grille, lalu ganti menggunakan model kisi-kisi tunggal berbilah horizontal. Semua dibalut dalam lapisan serbahitam. Komposisi rumah fog lamp jua mengikuti tatanan raut muka. Pakai garis menyudut ke plus akentuasi kelir kontras. Lalu lip spoiler depan berlapis warna gelap.

Untuk memaniskan bagian kaki-kaki, pelek pakai dual tone desain anyar lima palang. Diameternya tetap 17 inci. Jadi sangat serasi dengan pola warna dual tone alias atap gelap. Lanjut ke bagian samping, side skirt semakin tebal menggunakan lapisan plastik hitam doff, menyatu hingga di seluruh fender. Jadi kesan macho makin mencuat. Sedangkan di buritan, agar tambah gahar. Reflektor dibuat terpisah dan diberi sentuhan ornamen silver di bawahnya. Rumah lampu jua bagian yang harus diganti dengan garis LED tajam.

Namanya barang facelift. Kebanyakan fitur umum tak banyak berubah. Pada Almaz sekarang sebetulnya lumayan lengkap. Anda bisa menemukan kamera 360 derajat, sensor parkir, Traction Control System (TCS), Electronic Stability Control (ESC) dan Hill Hold Control (HHC). Disuguhi pula fitur Auto Vehicle Holding (AVH), Electric Parking Brake (EPB), Emergency Stop Signal (ESS), Anti-locking Brake System (ABS), Electronic Braking Distribution (EBD), Braking Assist (BA) dan dual airbag.

Layar monitor di dasbor disinyalir tetap sama, 10,4 inci seperti model eksis. Tersedia sistem konektivitas canggih. Lanjut navigasi real time dan pemanja telinga 9 speaker lansiran Infinity (produk Harman Kardon). Fungsi lain mencakup perintah suara berbahasa Indonesia (WIND). Ia bisa disuruh membuka dan menutup sunroof, mengaktifkan AC, memutar musik, buka jendela serta bagian lain. Peranti lunak dapat terus diperbarui bila ada update dari pabrikan. Awal tahun depan dirasa jadi waktu pas bagi Wuling merilis Almaz teranyar. Banyak pelaku industri memproyeksikan pertumbuhan otomotif 2021 semakin membaik. Inilah saat tepat bagi mereka.

Baca juga: Bujet Rp 250 jutaan atau Kurang, Pilih Kia Sonet Smart atau Nissan Magnite Premium?

Honda CR-V

Honda CR-V

CR-V teranyar sudah mengaspal di Vietnam dan Thailand. Sementara di Indonesia belum terjadi. Mungkin saja akhir tahun ini atau bisa juga awal 2021 dirilis. Kalau mengacu pada Samsat PKB Jakarta. Terdaftar dua enjin sama, peminum bensin 2,0 liter naturally aspirated berserta 1,5 liter turbo. Tipe pertama tertera memiliki nilai jual kendaraaan (pre-pajak + marjin) Rp 344 juta. Sedangkan banderol anyar paling murah Rp 463,9 juta on the road Jakarta.

Dalam situs resmi itu, varian CR-V 2.0L kini memiliki tipe Prestige. Adapun nilai jual sebelum pajak Rp 359 juta. Lalu terdaftar pula kode CRV15TCPRESTIGCVTCKD dengan besaran Rp 401 juta. Padahal di pasar nasional, varian tertinggi ini sekarang dilepas Rp 539, 4 juta. Sekadar prediksi, kasta atas kemungkinan bisa tembus Rp 550 juta lebih. Sementara tipe termurah diramal mencapai Rp 500 jutaan.

Jadi sepertinya enjin bensin 2,0-liter SOHC tetap bertahan. Unit pacu menawarkan torsi puncak 189 Nm di 4.300 rpm dan daya optimal 154 PS pada 6.500 rpm. Sementara varian yang lebih mahal, pakai 1,5-liter turbo 4-silinder VTEC DOHC 16 valve. Lontaran tenaga lebih trengginas, 190 PS di 5.6000 rpm. Lantas momen puntir 240 Nm sejak 2.000 rpm. Semua distribusi via transmisi CVT ke roda depan. Dan kecil kemungkinan Honda Prospect Motor menawarkan tipe penggerak semua roda (AWD). Sebab banderol bisa makin melejit, kurang kompetitif di pasar.

Sang SUV alami beberapa ubahan dalam desain interior maupun eksterior. Tampilan muka dapat sentuhan baru. Misal kisi-kisi lebih membentuk heksagonal disisipi palang hitam horizontal. Lapis kromium di depan kini lebih menipis dan diletakkan di atas logo H tegak. Pelindung bumper depan berlabur perak. Menyiku pada kedua sisi serta menyangga sepasang lampu kabut.

Model gres 2020 dilengkapi dengan roda 18 inci, profil ban 235 / 60 R18. Desainnya mengingatkan kita pada jajanan pasar, kembang goyang. Nah, sangat besar kemungkinan pelek serupa ditawarkan di Tanah Air. Kemudian di buritan sepintas nyaris sama dari unit eksis. Namun pelindung lampu, mika belakang dibikin agak gelap. Pada mobil eksis, warna merah lebih kentara. Lalu bawah bumper belakang masih berlapis silver, hanya saja guratannya dibikin beda.

Tepat di bawah itu, ada sepasang muffler pipa gas buang yang lebih pipih. Latas tatanan interior tak banyak berubah. Terdapat sisipan minor panel di beberapa tempat. Head unit pun sama, pakai monitor layar sentuh 9 inci. Bisa memberi navigasi, putar musik dari MP3/WMA, AM/FM Radio, USB Port, HDMI Port, Smartphone Connection, Bluetooth Connection, nanoe™ Technology dan SVC.

Ketika Anda masuki kabin. Terlihat sistem kontrol iklim (AC digital) tiga zona, hands-free access power tailgate. Lalu kamera 360 derajat, adaptive cruise control, panoramic sunroof, driver assistive technologies. Perangkat keamanan Honda Sensing jadi standar versi model Thailand. Harapannya bisa dibawa ke sini juga. Tapi, lagi-lagi tidak di model pembaruan ini, lantaran faktor angka jual.

Lanjut fitur keselamatan dan keamanan di varian tengah turbo. Isinya seperti model sekarang. Amsal sisipan Pretensioner with Load Limiter Seatbelt, ISOFIX & Tether, Vehicle Stability Assist (VSA), Hill Start Assist (HSA), Emergency Stop Signal (ESS). Lanjut Motion Adaptive EPS, Brake Override System, ABS + EBD, Brake Assist (BA), Parking Brake, Electric Parking Brake, Auto Hold Brake, Cruise Control plus Paddle Shift.

Rata-rata konsumen level ini amat peduli pada peranti keselamatan mobil. Jika kelak ditawarkan untuk pasar Indonesia, secara umum fitur mirip. Tapi ada penambahan jumlah kantong udara, supaya tambah aman saat tabrakan. Prediksi peluncuran terjadi paling cepat akhir tahun ini. Namun, HPM terlihat tak mau gegabah melihat market kala pandemi Covid-19. Sehingga jadwal pelepasan Honda CR-V anyar bisa saja pada permulaan 2021.

Masih ada model lain yang sangat dinanti. Anda bisa melihatnya di artikel part 2. (Alx/Raju)

Baca juga: Lima Alasan Mengapa Nissan Magnite Pantas dijadikan Mobil Pertama