Hindari Risiko Mobil Terbakar dengan Kepedulian Ekstra, Simak Tujuh Langkah Pencegahan ini

Hindari Risiko Mobil Terbakar dengan Kepedulian Ekstra, Simak Tujuh Langkah Pencegahan ini

Insiden mobil terbakar di jalan bukan kejadian sekali atau dua kali. Seringkali terulang dan jelas membahayakan bagi penumpang maupun pengguna jalan lain. Seperti baru-baru ini yang melibatkan sebuah Ford Mustang Fastback bergaya Eleanor-nya film “Gone in 60 Seconds” versi remake.

Kejadian seperti itu dapat dijadikan bahan pertimbangan mengapa perlu siapkan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dalam mobil. Meski belum tentu mampu memadamkan api sampai tuntas, minimal Anda dapat segera menanggulangi andai terjadi. Beruntung saat ini mayoritas mobil baru sudah membawa peranti pemadam tersebut sebagai standar. Kalau bukan untuk kendaraan sendiri, minimal dapat membantu mereka yang tengah kesulitan.

APAR

Namun jelas, siapa mau mobil terbakar saat tengah dikendarai? Lebih baik mencegah sebelum semua itu terjadi bukan? Risiko kebakaran sebetulnya dapat dihindari dengan kepedulian ekstra seperti beberapa langkah pencegahan berikut ini.

Perhitungkan Modifikasi Kelistrikan

Sistem kelistrikan yang tidak sebagaimana mestinya sangat berpotensi memicu kebakaran. Timbulnya panas berlebih akibat arus pendek hingga percikan api dapat dengan mudah menciptakan kekacauan. Apalagi ketika bersinggungan langsung dengan barang mudah terbakar seperti kain hingga parahnya bensin.

Besar kemungkinan tidak menjadi masalah kalau tidak mengotak-atik rangkaian kelistrikan orisinal dalam mobil. Namun kalau memang hobi modifikasi dan menyangkut sistem elektrikal harus diperhitungkan baik-baik. Ada baiknya berdiskusi dengan teknisi andal agar aman. Membahayakan jika dilakukan dengan asal. Modifikasi seperti memotong kabel atau membuat jalur baru dapat mengubah beban kelistrikan mobil sampai mudah panas atau malah berpotensi terbakar.

Harus diingat pula soal garansi kendaraan. Modifikasi berpotensi menggugurkan garansi bila suatu saat mengklaim kerusakan dan ternyata disebabkan perubahan teknis tersebut.

Mobil terbakar

Tidak Menyimpan Barang Mudah Terbakar

Hindari menyimpan barang-barang mudah terbakar dalam kabin. Di antaranya bensin, thinner, parfum cair, dan korek api gas. Materi seperti ini mengandung bahan aktif yang bila disimpan dalam ruang tertutup bersuhu tinggi dapat menimbulkan api dan berujung kebakaran. Lebih berbahaya lagi bila terpapar langsung sinar matahari. Termasuk juga menyimpan gawai atau alat elektronik lain yang menimbulkan panas sekaligus berpotensi terbakar bila terkena panas terus-menerus.

Baca juga: Cek dan Rekondisi Suspensi Kendaraan Agar Nyaman Berkendara, Periksa 5 Bagian Ini

Tidak Menyimpan Barang di Atas Kap Mesin

Pada dasarnya sumber panas paling utama terletak di ruang mesin. Bagaimana tidak, putaran menuju roda saja berawal dari siklus pembakaran tertutup. Juga dibarengi banyak gesekan baik itu pulley pada porosnya sampai sabuk penghubung sehingga membuat ruang dipadati hawa. Untuk itu, selalu perhatikan barang-barang yang dapat memicu kebakaran di kap mesin karena panas tadi turut mengalir sampai ke panel.

Contoh melupakan kain lap, busa, plastik, hingga cairan pembersih dengan aerosol. Mungkin kalau kain basah setelah mencuci bodi tidak terlalu bermasalah. Tapi lain cerita bila benar-benar kering atau bahkan bekas menyeka bagian mesin. Sisa oli atau bensin boleh jadi tertinggal dan terbakar. Begitu pula dengan semprotan aerosol yang dapat bereaksi bila terkena panas.

servis

Periksa Kondisi dan Kebocoran Cairan di Mesin

Ada baiknya untuk membuka kap mesin secara berkala untuk melihat ada atau tidaknya kejanggalan. Sekalian juga untuk cek ketinggian cairan penting. Tapi wajib jadi salah satu perhatian adalah pastikan tidak ada kebocoran cairan terutama oli dan bensin. Bensin sudah pasti mudah terbakar dan perlu penanganan segera. Sementara itu, tetesan oli dapat membahayakan dalam jangka panjang.

Oli menetes langsung ke aspal mungkin tidak terlalu bermasalah. Tapi akan menimbulkan bencana ketika jatuh ke bidang panas seperti saluran gas buang. Di samping itu, penggantian oli tidak sesuai ketentuan bisa membuat mesin cepat panas hingga memperpendek umur komponen bergerak.

Tidak Parkir Dekat Sumber Api

Akal sehat harusnya membuat Anda berpikir untuk tidak parkir dekat sumber api. Misal di samping tempat orang membakar sampah. Potensi menjalar sangat tinggi dan jelas membahayakan mengingat mobil mengandung banyak komponen sensitif terhadap panas. Baik itu kelistrikan, cairan, sampai material kabin. Tapi mungkin kondisi sekitar tidak diperhatikan karena tergesa-gesa. Jangan sampai demikian, sebagai pengemudi bertanggung-jawab Anda harus selalu awas terhadap keadaan.

Mesin overheat

Perhatikan Indikator Mesin

Panel instrumen bukan sekadar alat penunjuk kecepatan dan putaran mesin. Perhatikan baik-baik penampil informasi tersebut sebab dapat menunjukkan kesehatan mobil. Misal indikator suhu mesin naik hingga munculnya indikator peringatan malfungsi. Bisa dipastikan terdapat masalah dan salah satunya berpotensi menimbulkan kebakaran. Segera tepikan mobil dan matikan mesin bila hal itu terjadi.

Rutin Servis di Bengkel Terpercaya

Jenis perawatan kondisi mobil seperti ganti oli dan filter secara berkala mungkin terdengar sepele. Tapi lebih dari itu, mekanik andal bisa melihat potensi kerusakan lain yang membahayakan keselamatan pengguna. Termasuk di dalamnya risiko kebocoran dan kerusakan sistem oli, bahan bakar, dan kelistrikan. Untuk mobil baru, ada baiknya selalu cek kesehatan dan servis rutin di bengkel resmi. (Krm/Tom)

Sumber: Toyota Astra

Foto utama: IG TMC Polda Metro Jaya

Baca juga: Benda Wajib Ada di Mobil Anda Saat Melakukan Perjalanan Jauh

Coronavirus

Anda mungkin juga tertarik

  • Yang Akan Datang

Video Mobil Terbaru di Oto

Oto
Tonton Video Mobil