jakarta-selatan

Cara Tepat Bersihkan Busi

  • 03 Jan, 2019
  • 656 Kali Dilihat

Membersihkan busi, tepatnya pada bagian kepala (elektroda) dengan sikat kawat atau amplas, mungkin banyak dilakukan orang. Bahkan sudah menjadi kebiasaan lama, dengan tujuan menghilangkan kotoran yang menempel, agar performa busi kembali normal. Tapi benarkah cara itu?



Sebelum masuk lebih dalam, perlu diketahui kotoran ini sebenarnya adalah karbon yang menempel. Ia terbentuk dan menumpuk seiring pemakaian kendaraan. Penyebabnya beragam, antara lain kendaraan bergerak terus menerus dalam kecepatan rendah, banyak berhenti terlalu lama, kelistrikan terganggu. Atau adanya kerusakan pada sistem mekanis (injektor bahan bakar, sensor oksigen dan sebagainya).


Jika tumpukannya sudah terlalu tebal, kedua elektroda yang berada di ujung busi sulit menciptakan percikan listrik. Hasilnya pembakaran dalam ruang silinder menjadi tak sempurna atau bahkan tidak terbentuk sama sekali. Bila sudah begini, perlu dilakukan pembersihan.


Dikatakan Technical Support PT NGK Busi Indonesia, Diko Oktaviano, kebiasaan menggosok dengan sikat kawat atau amplas memang dapat menggerus karbon. Namun, teknik ini juga berisiko mengikis elektroda, mengakibatkan celah antara keduanya melebar. Bila jaraknya semakin jauh, maka fungsi busi mengalami penurunan yang berdampak pada tak optimalnya kinerja mesin.


“Turunnya kemampuan kendaraan paling terasa saat melewati tanjakan. Walau sudah ambil ancang-ancang jauh, tapi begitu di tengah-tengah tanjakan, tenaganya turun,” jelasnya.


Cara yang direkomendasi, yakni dengan cairan pembersih berbentuk aerosol. Selain efektif membersihkan karbon, risiko elektroda terkikis bisa terhindar. Meski begitu, tak sembarang produk bisa dipakai. Harus menggunakan yang tak mengandung material metal. Lantaran reaksi kimianya punya efek yang sama layaknya memakai sikat kawat atau amplas. Salah satu yang paling aman adalah brake cleaner.


“Brake cleaner itu tidak mengandung metal. Fungsinya kan untuk membersihkan debu-debu dan sisa kampas yang menempel. Jadi dia tidak mengikis elektroda. Kalau pakai WD-40, dia mengandung metal. Karena fungsinya kan melunturkan karat,” tuturnya.


Namun, trik ini hanya ampuh diterapkan pada karbon kering. Beda kasus bila kotorannya membandel atau sudah menjadi kerak yang menempel di elektroda. Penyebabnya banyak. Mulai dari bahan bakar yang masuk berlebihan, sampai ada material asing yang masuk dan melebur karena terbakar. Sayangnya tak ada cara yang ampuh untuk membersihkannya, pemilik kendaraan disarankan untuk mengganti busi.


Pembersihan kepala busi dari karbon memang dapat mengembalikan performa, namun tak sepenuhnya sempurna. Selain itu, tindakan ini juga tidak bisa dilakukan terus menerus. Busi diciptakan memiliki masa pakai. Jika sudah terlalu lama digunakan, ada baiknya diganti. (Hfd/Van)


Baca Juga: Kenali Waktu Penggantian Busi dari Jenisnya

kali dibagikan

Promo Populer di Jakarta Selatan

Mobil Pilihan

  • Populer
  • Terbaru
  • Yang Akan Datang
  • Komparasi