jakarta-selatan

Ada Tsunami, Ini yang Harus Anda Lakukan Saat Berkendara

  • 28 Des, 2018
  • 889 Kali Dilihat

Tsunami di Selat Sunda (Banten dan Lampung) mengingatkan kita, potensi bencana ini terus mengancam. Kejadian terakhir bahkan memberikan wawasan baru, tak perlu gempa untuk menciptakan tsunami yang bisa menyapu daratan. Ada baiknya, sebagai pengendara, Anda terus mengingat tips ini.



1. Pantau Informasi


Informasi sudah sangat mudah didapat pada era kini. Pemerintah lewat berbagai lembaga terkait, menyebarkan dengan berkelanjutan, informasi tentang wilayah potensi tsunami, maupun update tentang potensi bencana tsunami. Saat berada di suatu lokasi, pastikan Anda mengetahui informasi terkait daerah tersebut. Hal ini membuat Anda lebih waspada untuk mengambil langkah ketika terjadi tsunami. Radio lokal atau sosial media, kerap jadi sarana informasi paling cepat untuk mendapat informasi bencana.


2. Ketahui Arah Evakuasi


Di banyak daerah pesisir Indonesia, utamanya kawasan wisata dan berpenduduk, pemerintah telah menyiapkan rambu-rambu evakuasi tsunami. Rambu itu memberikan arahan ke daerah tinggi atau lokasi evakuasi. Pastikan Anda menandai arah yang ditunjukkan rambu, agar ketika terjadi tsunami, mudah menetapkan arah untuk evakuasi. Biasanya rambu tsunami mengarahkan kita ke dataran yang lebih tinggi. Jika di daerah yang Anda lewati tak terlihat rambu, maka ketahuilah lokasi dataran tinggi di sekitar Anda.



3. Tinggalkan Kendaraan


Saat mengendarai mobil atau motor, dan mengetahui tsunami datang, baik itu dari peringatan di luar mobil ataupun radio dan lainnya, segeralah tinggalkan mobil. Berlarilah ke tempat tinggi ketimbang mengendarai mobil.


Memang, Anda lebih mudah mencapai tempat lain dengan mobil. Pada faktanya, mobil bergantung pada kondisi jalanan untuk mencapainya. Anda terpaksa mengikuti arah jalan, ketimbang bergerak ke tempat yang lebih tinggi dalam tempo sesingkatnya.


Belum lagi potensi jalan rusak maupun longsor jika tsunami disebabkan oleh gempa bumi. Jika Anda sudah bergerak ke satu arah saat dikejar tsunami dan malah terjebak hambatan di atas di dalam mobil, potensi menyelamatkan diri semakin kecil.


4. Tersapu Tsunami di Dalam Mobil


Jangan panik. Saat terjebak dalam kabin mobil dan tersapu tsunami, tetap tenang. Kunci utama untuk mengatasi situasi ini, berpikir cepat untuk mengambil langkah evakuasi. Panik, meminimalkan kemampuan kita untuk mengambil keputusan. Usahakan untuk tetap tenang dan merumuskan rute evakuasi sambil melihat kondisi sekitar mobil.


Hanya perlu beberapa meter sapuan tsunami untuk menggerakkan kendaraan. Ketika mobil terdorong, jangan buru-buru melepas sabuk pengaman. Jika mobil terbalik atau terputar, tanpa kita terikat sabuk, bahaya bisa lebih mengancam. Potensi Anda untuk pingsan karena terbentur objek lebih besar jika tak terikat sabuk ke jok. Tetaplah bersiap untuk melepas sabuk hingga mobil berada dalam posisi aman untuk Anda bergerak menyelamatkan diri.



5. Siapkan Peralatan Darurat


Pabrikan mobil biasanya menyiapkan first aid kit untuk membantu penyelamatan korban dalam kondisi darurat. Namun ada baiknya Anda mengimbuhkan sedikit peralatan untuk membantu evakuasi dari kabin.


Pertama, senter. Tentu tak perlu kami jabarkan apa gunanya. Dalam kondisi pascatsunami, biasanya jaringan listrik terputus, dan Anda membutuhkan cahaya mandiri. Pastikan menyimpan senter dalam kondisi baterai siap digunakan setiap saat.


Kedua, pemecah kaca dan pemutus sabuk, sejatinya ini dua alat berbeda, namun belakangan sudah ada yang menjual keduanya dalam satu paket. Jika pintu tak bisa terbuka karena deformasi, maka keluar lewat kaca jadi opsi paling andal.


Satukan senter dan pemecah kaca dalam satu kompartemen yang mudah dijangkau ketika harus evakuasi mendadak dari mobil. Jangan menaruhnya di bagasi. Glove box atau saku-saku di kabin lebih mudah untuk diakses. (Van/Odi)


Sumber: Jalopnik, berbagai sumber


Baca Juga: Saat Kendaraan Alami Pecah Ban, Apa yang Harus Dilakukan?

kali dibagikan

Promo Populer di Jakarta Selatan

Mobil Populer

  • Populer
  • Terbaru
  • Yang Akan Datang
  • Komparasi