jakarta-selatan

5 Cara Hindari Kecelakaan Mendiang NH Dini

  • 08 Des, 2018
  • 647 Kali Dilihat

Kecelakaan tragis menghilangkan nyawa novelis Nurhayati Sri Hardini atau lebih dikenal NH Dini. Mobil yang Ia tumpangi ditabrak truk, yang bergerak mundur akibat gagal menanjak di tol Semarang - Salatiga pekan lalu.



Peristiwa itu, menurut Direktur Safety Defensive Driving Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana yang dihubungi OTO.com, turut disebabkan gaya berkendara pengemudi yang masuk kategori agresif. Mobil yang ditumpangi NH Dini - dari hasil rekaman CCTV - nampak tak melakukan perlambatan sama sekali. Padahal, ada potensi bahaya di depannya.


"Pengemudi dipastikan kurang mampu membaca objek yang berpotensi membahayakan dirinya dan penumpang," jelas Sony (07/12).


Berkaca dari situ, sebenarnya insiden bisa dihindari dengan melakukan defensive driving. Berikut lima langkah yang perlu dilakukan pengemudi untuk menghindari kecelakaan seperti yang menimpa mendiang NH Dini.



1. Jaga Jarak Aman


Menjaga jarak sesuai aturan, seringkali tak diindahkan pengguna jalan raya. Padahal, hal itu bertujuan memberikan pengemudi cukup waktu mengantisipasi sebuah insiden. Apakah itu mengerem atau membelokkan kendaraan untuk menghindari objek berbahaya.


“Seyogyanya di tanjakan harus menjaga jarak aman dan mengantisipasi kejadian gagal menanjak kendaraan di depannya. Apalagi kendaraan besar seperti truk dan bus. Beban muatannya berat, sehingga risiko benturan yang mungkin diterima objek di sekelilingnya bisa berakibat fatal,” ungkapnya.


Berdasarkan tabel data yang dipublikasikan Kemenhub di akun media sosialnya, jarak aman kendaraan di jalan bervariasi atau tergantung kecepatan. Untuk jalan tol yang punya batas kecepatan minimal 60 km/jam, jarak amannya sekitar 60 meter. Sedangkan kecepatan tertinggi 100 km/jam, mengharuskan kendaraan menjaga jarak aman sekitar 100 meter. Namun teori penting semacam ini jarang sekali ditaati mayoritas pengemudi.


2. Jaga Kecepatan


Walau terdapat aturan baku di jalan raya, tetapi pengendara perlu menyesuaikan laju kendaraan dengan kondisi lalu lintas. Pastikan berkendara tak terburu-buru, karena bisa menurunkan fokus. Ketika menghadapi tanjakan, sebaiknya kurangi kecepatan sambil melihat kendaraan di depan. Hal ini berlaku juga saat posisi kendaraan berada di jalur cepat. Sudah ada batasan kecepatan ditentukan. Lagi-lagi aturan ini jarang ada yang mau menuruti.


“Lajur cepat pada hakikatnya untuk mendahului, tapi tetap lakukan hal yang aman. Kurangi kecepatan, lihat kemampuan kendaraan di depan kita, mampu sampai peak-nya atau bahkan melambat yang bisa membuat gagal nanjak ,” jelasnya.


3. Mencari dan Memahami Potensi Bahaya


Mengemudi di jalan membutuhkan fokus yang tinggi. Mata pengemudi harus selalu bergerak membaca kondisi di sekitarnya. Tujuannya agar pengemudi dapat mengantisipasi dengan cepat ketika menemukan bahaya yang bisa melibatkannya. Tindakan ini harus didukung kondisi tubuh pengemudi yang prima. Soalnya tubuh yang lelah dapat menyebabkan turunnya fokus.


4. Lakukan Commentary Driving


Commentary driving merupakan tindakan menjelaskan seluruh kondisi yang terjadi di jalan, termasuk keputusan yang hendak diambil pengemudi. Langkah ini mampu meningkatkan kewaspadaan saat berkendara. Tujuannya untuk mensinergikan reaksi anggota tubuh pengemudi, agar dapat bereaksi dengan benar.


“Wajib diucapkan, agar apa yang dibaca oleh mata sampai ke otak, lalu otak memerintahkan mulut berbicara. Saat urgent, otak menerima perintah dari mulut, kemudian otak memerintah reaksi tangan ke arah yang benar,” ucapnya.


5. Komunikasi dengan Pengguna Jalan Lain


Langkah ini bersifat wajib guna memberitahukan adanya bahaya pada pengguna jalan lain, agar mereka dapat menghindarinya. Karena bisa saja insiden yang menimpa kendaraan di depan berimbas pada pengemudi itu sendiri. Tanda peringatan bisa menggunakan klakson atau menyalakan lampu. (Hfd/Odi)


Sumber Foto: Liputan6


Baca Juga: Ketahui Trik Mengemudi Melewati Banjir

kali dibagikan

Promo Populer di Jakarta Selatan

Mobil Pilihan

  • Populer
  • Terbaru
  • Yang Akan Datang
  • Komparasi